Minggu, 15 Feb 2026 11:57 WIB

Dispendik Surabaya Buka Seleksi Dewan Pendidikan 2026–2030, Ini Jadwal dan Syaratnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 15 Feb 2026 09:54 WIB
Balai Kota Surabaya. (Dok/Diskominfo Surabaya)
Balai Kota Surabaya. (Dok/Diskominfo Surabaya)

selalu.id – Dinas Pendidikan Kota Surabaya membuka seleksi Calon Anggota Dewan Pendidikan Kota Surabaya periode 2026–2030. 

Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi dispendik.surabaya.go.id/dewanpendidikan mulai 14 Februari 2026 hingga 28 Februari 2026.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syaratnya bagi Pelajar Kelas X 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mengatakan sebelum pendaftaran dibuka, Pemkot telah membentuk panitia seleksi (Pansel) dari unsur perguruan tinggi di Surabaya.

“Pansel ini dibentuk berdasarkan keputusan Wali Kota Surabaya Nomor 100.3.3.3/29/436.1.2/2026 tentang Panitia Seleksi Dewan Pendidikan Kota Surabaya periode 2026-2030,” kata Febri, Minggu (15/2/2026).

Febri menjelaskan tahapan seleksi dimulai dari administrasi pada 16 Februari hingga 1 Maret 2026. Pengumuman calon yang lolos nominasi dilakukan pada 2 Maret 2026, kemudian dilanjutkan pemaparan gagasan dan wawancara pada 4–5 Maret 2026.

Ia merinci tugas pokok Pansel, mulai dari menyiapkan pemilihan, menyusun pedoman teknis, mengumumkan rekrutmen bakal calon, melakukan seleksi, hingga melaporkan hasil pemilihan kepada Wali Kota Surabaya.

Baca Juga: Lebaran Idul Fitri Tahun Ini, Penjahit Padat Karya Surabaya Cairkan Tabungan Rp50,4 Juta

“Tugas Pansel ini tidak mudah, sehingga dipilihlah akademisi yang memiliki integritas,” ujarnya.

Febri menyebutkan nama-nama akademisi yang tergabung dalam Pansel, di antaranya Prof. Muchlas Samani dari Universitas Negeri Surabaya, Prof. Dr. Suryanto, M.Si., Psikolog dari Universitas Airlangga, Prof. Dr. Dra. Ignatia Martha Hendrati, ME. dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Dr. Suko Widodo, Drs., M.Si. dari Universitas Airlangga, serta Dr.Ing. Ir. Setyo Nugroho dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Salah satu anggota Pansel, Suko Widodo, mengatakan seleksi ini merupakan bagian dari ikhtiar Pemkot Surabaya bersama Dispendik untuk mencari mitra dalam memajukan pendidikan di Kota Pahlawan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perluas Beasiswa Pemuda Tangguh, Jangkauan Capai 24 Ribu Mahasiswa PTN Negeri-Swasta

“Pansel berkomitmen untuk mencari dan menemukan tokoh-tokoh yang memiliki integritas dan kompeten,” tegasnya.

Ia menambahkan, seleksi terbuka bagi seluruh unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, praktisi pendidikan, tokoh dunia usaha, hingga organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.

“Salah satu tantangan Anggota Dewan Pendidikan Kota Surabaya ke depannya adalah perkembangan dunia digital dan etika komunikasi. Untuk itu, para pendaftar diminta membuat sebuah tulisan maksimal 1.000 kata mengenai Misi Saya sebagai Anggota Dewan Pendidikan Kota Surabaya,” tandasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Target Suara Golkar Naik 20 Persen, Arif Fathoni Gelar Ziarah Wali Lima di Dapil 3 Surabaya

Ziarah dipilih karena memiliki makna spiritual sekaligus mempererat komunikasi langsung antara wakil rakyat dan warga.

Mengalirkan Kebaikan di HUT ke-52 SIER, Dirut Danareksa Turut Donorkan Darah

Peserta donor berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari karyawan aktif SIER, para pensiunan, tenant kawasan industri, hingga masyarakat umum.

Komitmen Green Party, PKB Jatim Kampanye Anti-Plastik Sekali Pakai

Gus Halim menuturkan, isu lingkungan memang menjadi perhatian serius PKB sejak awal.

PKB Jatim Peremajaan Struktur, Dominasi Anak Muda Hadapi Dinamika Politik

Gus Halim menilai, peta pemilih ke depan akan didominasi kalangan muda dengan karakter dan dinamika yang berbeda.

DPRD Reses di Dapil Dua Surabaya, Penurunan Bantuan UKT jadi Keluhan Warga

Achmad mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk meninjau kembali kebijakan bantuan mahasiswa yang masih berjalan.

Siapkan Ruang Ekspresi Pemuda, Pemkab Jember Akan Bangun Sirkuit Balap Motor

Gus Fawait mengatakan, bahwa pembangunan sirkuit bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari strategi pembinaan kepemudaan.