Pemkot Surabaya Catat 86 Ribu Pengunjung Kebun Raya Mangrove Sepanjang 2025
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 23 Des 2025 17:08 WIB
selalu.id – Kebun Raya Mangrove Surabaya mencatat lonjakan kunjungan sepanjang 2025. Data Unit Pelaksana Teknis Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Surabaya menunjukkan total pengunjung di kawasan Gunung Anyar dan Wonorejo mencapai 86.021 orang pada periode Januari hingga 21 Desember 2025.
Kepala DPKP Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan Kebun Raya Mangrove Surabaya memiliki luasan sekitar 34 hektare yang mencakup kawasan Gunung Anyar, Medokan Sawah, dan Wonorejo.
Baca Juga: 6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau
“Kebun Raya Mangrove Surabaya merupakan kawasan konservasi ekosistem mangrove yang dikembangkan sebagai pusat pelestarian keanekaragaman hayati, pendidikan lingkungan, riset ilmiah, sekaligus ekowisata terbatas,” ujar Antiek, Selasa (23/12/2025).
Berdasarkan data UPT, KRM Gunung Anyar menjadi lokasi dengan jumlah pengunjung terbanyak, mencapai 72.804 orang. Puncak kunjungan terjadi pada April sebanyak 8.979 orang, Mei 8.478 orang, dan Juni 8.160 orang. Sementara itu, KRM Wonorejo mencatat 13.217 pengunjung dengan rata-rata sekitar 1.000 orang per bulan.
Antiek menjelaskan peningkatan kunjungan sejalan dengan pengembangan fasilitas yang dilakukan secara bertahap, dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan.
“Pengembangan kawasan dilakukan dengan prinsip keselamatan dan kelestarian. KRM bukan wisata massal, tetapi kawasan konservasi yang juga menyediakan ruang edukasi dan rekreasi alam secara terkendali,” tegasnya.
Di KRM Gunung Anyar, tersedia sejumlah fasilitas ramah lingkungan, seperti golf car, sepeda listrik, sepeda angin, wahana ATV, dan perahu wisata. Pengunjung juga dapat memanfaatkan jogging track, kolam ikan terapi, playground, aviary, menara pantau, serta spot foto tematik.
Sementara di KRM Wonorejo, fasilitas disesuaikan dengan fungsi kebun raya, antara lain jogging track sisi barat dan timur, playground, kolam ikan terapi, serta spot foto edukatif.
Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa
“Wonorejo dikembangkan lebih proporsional. Fungsi utamanya sebagai kebun raya tetap menjadi rujukan, meskipun jumlah pengunjung meningkat,” kata Antiek.
Terkait tarif masuk, Antiek menyebut penerapan retribusi di Kebun Raya Mangrove Surabaya mengacu pada Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 26 Tahun 2025 tentang Retribusi Daerah.
Pengelolaan Kebun Raya Mangrove juga berdampak pada ekonomi warga sekitar. Saat ini terdapat 20 pelaku UMKM makanan dan minuman yang tersebar di Gunung Anyar dan Medokan Ayu.
Hingga November 2025, total omzet UMKM di kawasan KRM tercatat mencapai Rp605,26 juta. Sebanyak 15 UMKM di Gunung Anyar menyumbang Rp575,85 juta, sementara lima UMKM di Medokan Ayu sebesar Rp29,41 juta.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi
Antiek menegaskan Kebun Raya Mangrove Wonorejo memiliki mandat khusus sebagai kebun raya dan tidak dapat disamakan dengan kawasan wisata mangrove komersial lainnya.
“Kebun Raya Mangrove Wonorejo memiliki mandat khusus sebagai kebun raya, terpisah dari kawasan ekowisata mangrove lain, baik dari sisi fungsi, pengelolaan, maupun kelembagaan,” tegasnya.
Ke depan, Pemkot Surabaya akan melanjutkan pengembangan kawasan Kebun Raya Mangrove secara bertahap, dengan prioritas di Gunung Anyar dan Medokan Ayu, tanpa mengabaikan penguatan fungsi konservasi di Wonorejo.
“Pengembangan di Wonorejo tetap berjalan. UMKM juga akan diaktifkan kembali secara bertahap, menyesuaikan kesiapan layanan dan peningkatan kunjungan,” pungkas Antiek.
Editor : Ading