Minggu, 15 Feb 2026 11:34 WIB

BHS Sentil Pengelolaan Wisata di Surabaya, Banyak Aset Minim Terobosan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 22 Des 2025 16:30 WIB

selalu.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menilai keterbatasan destinasi wisata di Kota Surabaya bukan menjadi hambatan utama dalam pengembangan sektor pariwisata.

Menurut BHS, Surabaya justru memiliki peluang besar untuk memainkan peran strategis sebagai pusat pergerakan wisata atau hub pariwisata Jawa Timur.

Baca Juga: 5 Wisata Semarang yang Cocok untuk Anak, Tempatnya Nyaman Banget

Meski tidak memiliki banyak objek wisata alam maupun buatan berskala besar, Surabaya dinilai dapat menjadi titik awal dan titik temu wisatawan domestik maupun mancanegara sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi unggulan di daerah lain.

“Wisata di Kota Surabaya memang terbatas. Namun Surabaya punya potensi besar menjadi hub pariwisata bagi wilayah-wilayah wisata di Jawa Timur,” kata BHS saat reses di wilayah Kedurus, Karangpilang, Surabaya, Senin (22/12/2025).

Ia menjelaskan, posisi geografis Surabaya yang berdekatan dengan sejumlah kawasan wisata seperti Malang Raya, Banyuwangi, hingga wilayah Tapal Kuda menjadi keunggulan tersendiri.

Selain itu, ketersediaan infrastruktur pendukung pariwisata dinilai relatif siap, terutama sektor perhotelan yang jumlahnya banyak dengan variasi harga yang terjangkau.

“Surabaya sangat mendukung peran tersebut karena jaraknya dekat dengan berbagai destinasi wisata dan didukung hotel yang sangat banyak, bervariasi, dan terjangkau,” ujarnya.

BHS menambahkan, penguatan sektor kuliner dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) perlu menjadi fokus kebijakan pemerintah kota. Dengan penguatan tersebut, Surabaya dinilai berpeluang menjadi pusat wisata belanja dan kuliner di Jawa Timur.

Baca Juga: 6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

“Potensi kuliner dan UMKM Surabaya perlu terus diperkuat. Jika ini berjalan, Surabaya bisa menjadi basis wisata UMKM dan wisata kuliner Jawa Timur,” tegasnya.

Menurutnya, konsep tersebut akan menciptakan ekosistem pariwisata yang saling terhubung antar daerah tanpa saling mematikan potensi wisata di wilayah lain.

“Kalau ini berhasil, pariwisata akan tumbuh bersama dan tidak ada yang dirugikan,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menilai pemerintah kota perlu menjawab tantangan pengelolaan pariwisata dengan pendekatan yang lebih profesional.

Baca Juga: Menang di MA, Warga Surabaya Tetap Bayar PBB Rp280 Juta atas Tanah yang Diklaim Pemkot

Politisi yang akrab disapa Cak Yebe itu menilai optimalisasi wahana wisata milik Pemkot Surabaya tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional, tetapi harus dikelola secara serius agar berdampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ini soal keberanian Pemkot menjawab tantangan untuk mengoptimalkan dan mengeksplorasi secara lebih profesional wahana wisata milik pemkot, agar bisa menjadi sumber PAD sekaligus ikon-ikon kebanggaan Kota Surabaya,” tegasnya.

Ia menambahkan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, kreativitas dan inovasi daerah menjadi faktor penting agar sektor pariwisata tetap berkontribusi bagi perekonomian kota.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syaratnya bagi Pelajar Kelas X 

Pemkot Surabaya mengajak pelajar yang memenuhi syarat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ajang pembentukan karakter.

Target Suara Golkar Naik 20 Persen, Arif Fathoni Gelar Ziarah Wali Lima di Dapil 3 Surabaya

Ziarah dipilih karena memiliki makna spiritual sekaligus mempererat komunikasi langsung antara wakil rakyat dan warga.

Dispendik Surabaya Buka Seleksi Dewan Pendidikan 2026–2030, Ini Jadwal dan Syaratnya

Seleksi terbuka bagi seluruh unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, praktisi pendidikan, pengusaha, hingga aktvis organisasi masyarakat dan agama.

Lebaran Idul Fitri Tahun Ini, Penjahit Padat Karya Surabaya Cairkan Tabungan Rp50,4 Juta

Uci menjelaskan, skema tabungan dilakukan dengan menyisihkan sebagian ongkos jahit setiap kali menerima pekerjaan.

Mengalirkan Kebaikan di HUT ke-52 SIER, Dirut Danareksa Turut Donorkan Darah

Peserta donor berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari karyawan aktif SIER, para pensiunan, tenant kawasan industri, hingga masyarakat umum.

Komitmen Green Party, PKB Jatim Kampanye Anti-Plastik Sekali Pakai

Gus Halim menuturkan, isu lingkungan memang menjadi perhatian serius PKB sejak awal.