Jumat, 04 Sep 2026 18:05 WIB

BHS Sentil Pengelolaan Wisata di Surabaya, Banyak Aset Minim Terobosan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 22 Des 2025 16:30 WIB

selalu.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menilai keterbatasan destinasi wisata di Kota Surabaya bukan menjadi hambatan utama dalam pengembangan sektor pariwisata.

Menurut BHS, Surabaya justru memiliki peluang besar untuk memainkan peran strategis sebagai pusat pergerakan wisata atau hub pariwisata Jawa Timur.

Baca Juga: Aset Pemkot Surabaya Belum Maksimal Hasilkan PAD, DPRD: BPKAD Harus Berorientasi Bisnis!

Meski tidak memiliki banyak objek wisata alam maupun buatan berskala besar, Surabaya dinilai dapat menjadi titik awal dan titik temu wisatawan domestik maupun mancanegara sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi unggulan di daerah lain.

“Wisata di Kota Surabaya memang terbatas. Namun Surabaya punya potensi besar menjadi hub pariwisata bagi wilayah-wilayah wisata di Jawa Timur,” kata BHS saat reses di wilayah Kedurus, Karangpilang, Surabaya, Senin (22/12/2025).

Ia menjelaskan, posisi geografis Surabaya yang berdekatan dengan sejumlah kawasan wisata seperti Malang Raya, Banyuwangi, hingga wilayah Tapal Kuda menjadi keunggulan tersendiri.

Selain itu, ketersediaan infrastruktur pendukung pariwisata dinilai relatif siap, terutama sektor perhotelan yang jumlahnya banyak dengan variasi harga yang terjangkau.

“Surabaya sangat mendukung peran tersebut karena jaraknya dekat dengan berbagai destinasi wisata dan didukung hotel yang sangat banyak, bervariasi, dan terjangkau,” ujarnya.

BHS menambahkan, penguatan sektor kuliner dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) perlu menjadi fokus kebijakan pemerintah kota. Dengan penguatan tersebut, Surabaya dinilai berpeluang menjadi pusat wisata belanja dan kuliner di Jawa Timur.

Baca Juga: Jangan Main-main, Wali Kota Eri Siapkan Sanksi Tegas Perusak Aset Pemkot Surabaya

“Potensi kuliner dan UMKM Surabaya perlu terus diperkuat. Jika ini berjalan, Surabaya bisa menjadi basis wisata UMKM dan wisata kuliner Jawa Timur,” tegasnya.

Menurutnya, konsep tersebut akan menciptakan ekosistem pariwisata yang saling terhubung antar daerah tanpa saling mematikan potensi wisata di wilayah lain.

“Kalau ini berhasil, pariwisata akan tumbuh bersama dan tidak ada yang dirugikan,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menilai pemerintah kota perlu menjawab tantangan pengelolaan pariwisata dengan pendekatan yang lebih profesional.

Baca Juga: Pulau Lusi, Jejak Lumpur yang Kini Menanti Kehidupan Baru

Politisi yang akrab disapa Cak Yebe itu menilai optimalisasi wahana wisata milik Pemkot Surabaya tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional, tetapi harus dikelola secara serius agar berdampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ini soal keberanian Pemkot menjawab tantangan untuk mengoptimalkan dan mengeksplorasi secara lebih profesional wahana wisata milik pemkot, agar bisa menjadi sumber PAD sekaligus ikon-ikon kebanggaan Kota Surabaya,” tegasnya.

Ia menambahkan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, kreativitas dan inovasi daerah menjadi faktor penting agar sektor pariwisata tetap berkontribusi bagi perekonomian kota.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.