Sabtu, 06 Jun 2026 01:30 WIB

BHS Sentil Pengelolaan Wisata di Surabaya, Banyak Aset Minim Terobosan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 22 Des 2025 16:30 WIB

selalu.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menilai keterbatasan destinasi wisata di Kota Surabaya bukan menjadi hambatan utama dalam pengembangan sektor pariwisata.

Menurut BHS, Surabaya justru memiliki peluang besar untuk memainkan peran strategis sebagai pusat pergerakan wisata atau hub pariwisata Jawa Timur.

Baca Juga: Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Meski tidak memiliki banyak objek wisata alam maupun buatan berskala besar, Surabaya dinilai dapat menjadi titik awal dan titik temu wisatawan domestik maupun mancanegara sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi unggulan di daerah lain.

“Wisata di Kota Surabaya memang terbatas. Namun Surabaya punya potensi besar menjadi hub pariwisata bagi wilayah-wilayah wisata di Jawa Timur,” kata BHS saat reses di wilayah Kedurus, Karangpilang, Surabaya, Senin (22/12/2025).

Ia menjelaskan, posisi geografis Surabaya yang berdekatan dengan sejumlah kawasan wisata seperti Malang Raya, Banyuwangi, hingga wilayah Tapal Kuda menjadi keunggulan tersendiri.

Selain itu, ketersediaan infrastruktur pendukung pariwisata dinilai relatif siap, terutama sektor perhotelan yang jumlahnya banyak dengan variasi harga yang terjangkau.

“Surabaya sangat mendukung peran tersebut karena jaraknya dekat dengan berbagai destinasi wisata dan didukung hotel yang sangat banyak, bervariasi, dan terjangkau,” ujarnya.

BHS menambahkan, penguatan sektor kuliner dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) perlu menjadi fokus kebijakan pemerintah kota. Dengan penguatan tersebut, Surabaya dinilai berpeluang menjadi pusat wisata belanja dan kuliner di Jawa Timur.

Baca Juga: Probolinggo Rafting Resmi Dibuka, Destinasi Wisata Baru yang Layak Dicoba

“Potensi kuliner dan UMKM Surabaya perlu terus diperkuat. Jika ini berjalan, Surabaya bisa menjadi basis wisata UMKM dan wisata kuliner Jawa Timur,” tegasnya.

Menurutnya, konsep tersebut akan menciptakan ekosistem pariwisata yang saling terhubung antar daerah tanpa saling mematikan potensi wisata di wilayah lain.

“Kalau ini berhasil, pariwisata akan tumbuh bersama dan tidak ada yang dirugikan,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menilai pemerintah kota perlu menjawab tantangan pengelolaan pariwisata dengan pendekatan yang lebih profesional.

Baca Juga: Wisata Batu Malang yang Bikin Kangen, Nomor 3 dan 4 Wonderful

Politisi yang akrab disapa Cak Yebe itu menilai optimalisasi wahana wisata milik Pemkot Surabaya tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional, tetapi harus dikelola secara serius agar berdampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ini soal keberanian Pemkot menjawab tantangan untuk mengoptimalkan dan mengeksplorasi secara lebih profesional wahana wisata milik pemkot, agar bisa menjadi sumber PAD sekaligus ikon-ikon kebanggaan Kota Surabaya,” tegasnya.

Ia menambahkan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, kreativitas dan inovasi daerah menjadi faktor penting agar sektor pariwisata tetap berkontribusi bagi perekonomian kota.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.