Minggu, 01 Feb 2026 21:42 WIB

Surabaya Uji Teknologi Gutermann, Tingkatkan Kecepatan Perbaikan Pipa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 01 Des 2025 13:58 WIB

selalu.id - Surabaya menjadi kota pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi pendeteksi kebocoran pipa Gutermann versi terbaru asal Jerman. Perumda Air Minum Surya Sembada melakukan uji coba di kawasan Kertomenanggal, Kamis (27/11/2025), untuk mempercepat penanganan gangguan distribusi air.

 

Baca Juga: Pipa PDAM Bocor, Air Tumpah, Anak-Anak Bermain di Kubangan

Perwakilan Gutermann Asia Pacific, Joey Chan, menyebut teknologi terbaru ini telah digunakan di sejumlah negara Eropa. “Di Indonesia, versi terbaru ini pertama kali digunakan oleh Surabaya,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

 

Uji coba dilakukan Tim Sistem Distribusi Timur bersama tim Gutermann dari Malaysia. Manajer Sistem Distribusi Timur, Hery Murdianto, mengatakan Surya Sembada telah memakai teknologi Gutermann sejak 2023. Namun versi lama hanya mampu membaca kebocoran pada pipa berdiameter hingga 1.000 mm.

 

“Alat terbaru ini bisa mendeteksi pipa dengan diameter di atas 1.000 mm, jadi jangkauannya lebih luas dan akurasinya lebih tinggi,” kata Hery.

Baca Juga: Toko Roti di Krembangan Kebakaran, Dua Orang jadi Korban

 

Kawasan Kertomenanggal dipilih karena tekanan air di jalur tersebut stabil serta kerap terdampak getaran kereta api yang rawan memicu kebocoran. Supervisor Pemeliharaan Jaringan Pipa Zona 1, Shah Reza, menyampaikan verifikasi lokasi dilakukan untuk memastikan kondisi jaringan. “Lokasi ini memang sering bermasalah, jadi perlu kami verifikasi lagi. Tekanannya bagus jadi alat bisa membaca lebih jelas,” ucapnya.

 

Dalam uji coba, alat Gutermann hanya membutuhkan sekitar lima menit untuk mengidentifikasi titik kebocoran. Sensor ditempatkan di dua titik. Sistem langsung memproses sinyal dan menunjukkan posisi kebocoran sekitar 30 meter dari alat. Titik ditemukan di Jalan Ahmad Yani, Dukuh Menanggal, tepat di depan gedung Avian Brand.

Baca Juga: Aspal di Jalan Pasar Kembang Surabaya Pecah dan Membentuk Gunung Kecil, Ini Penyebabnya

 

Hery menyebut teknologi ini membuat proses perbaikan lebih efisien karena petugas tidak perlu menggali banyak titik. “Semakin cepat titik kebocoran ditemukan, semakin cepat pula kami mengembalikan layanan air kepada warga,” tuturnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.