Senin, 09 Feb 2026 18:32 WIB

Surabaya Uji Teknologi Gutermann, Tingkatkan Kecepatan Perbaikan Pipa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 01 Des 2025 13:58 WIB

selalu.id - Surabaya menjadi kota pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi pendeteksi kebocoran pipa Gutermann versi terbaru asal Jerman. Perumda Air Minum Surya Sembada melakukan uji coba di kawasan Kertomenanggal, Kamis (27/11/2025), untuk mempercepat penanganan gangguan distribusi air.

 

Baca Juga: Pipa PDAM Bocor, Air Tumpah, Anak-Anak Bermain di Kubangan

Perwakilan Gutermann Asia Pacific, Joey Chan, menyebut teknologi terbaru ini telah digunakan di sejumlah negara Eropa. “Di Indonesia, versi terbaru ini pertama kali digunakan oleh Surabaya,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

 

Uji coba dilakukan Tim Sistem Distribusi Timur bersama tim Gutermann dari Malaysia. Manajer Sistem Distribusi Timur, Hery Murdianto, mengatakan Surya Sembada telah memakai teknologi Gutermann sejak 2023. Namun versi lama hanya mampu membaca kebocoran pada pipa berdiameter hingga 1.000 mm.

 

“Alat terbaru ini bisa mendeteksi pipa dengan diameter di atas 1.000 mm, jadi jangkauannya lebih luas dan akurasinya lebih tinggi,” kata Hery.

Baca Juga: Toko Roti di Krembangan Kebakaran, Dua Orang jadi Korban

 

Kawasan Kertomenanggal dipilih karena tekanan air di jalur tersebut stabil serta kerap terdampak getaran kereta api yang rawan memicu kebocoran. Supervisor Pemeliharaan Jaringan Pipa Zona 1, Shah Reza, menyampaikan verifikasi lokasi dilakukan untuk memastikan kondisi jaringan. “Lokasi ini memang sering bermasalah, jadi perlu kami verifikasi lagi. Tekanannya bagus jadi alat bisa membaca lebih jelas,” ucapnya.

 

Dalam uji coba, alat Gutermann hanya membutuhkan sekitar lima menit untuk mengidentifikasi titik kebocoran. Sensor ditempatkan di dua titik. Sistem langsung memproses sinyal dan menunjukkan posisi kebocoran sekitar 30 meter dari alat. Titik ditemukan di Jalan Ahmad Yani, Dukuh Menanggal, tepat di depan gedung Avian Brand.

Baca Juga: Aspal di Jalan Pasar Kembang Surabaya Pecah dan Membentuk Gunung Kecil, Ini Penyebabnya

 

Hery menyebut teknologi ini membuat proses perbaikan lebih efisien karena petugas tidak perlu menggali banyak titik. “Semakin cepat titik kebocoran ditemukan, semakin cepat pula kami mengembalikan layanan air kepada warga,” tuturnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jelang Imlek, Salon di Surabaya Diserbu Pelanggan

Banyak masyarakat memilih untuk merapikan penampilan sebagai bentuk persiapan menyambut tahun baru, dengan tren gaya rambut yang semakin beragam dan bebas.

Menanti Siapa Saja Anggota DPRD Surabaya yang Jadi Tersangka Kasus Bimtek

Kasus ini berpusat pada dugaan penyalahgunaan anggaran kegiatan bimtek bagi anggota DPRD Surabaya yang menyedot anggaran hingga miliaran rupiah.

Tingkatkan Layanan Terminal Peti Kemas, Pelindo Datangkan Alat Bongkar Muat Baru

Alat-alat tersebut rencananya akan mulai tiba secara bertahap pada semester-II tahun 2026.

Kasus Korupsi Bimtek DPRD Surabaya, Siapa yang Akan Jadi Tersangka?

Kasus ini berpusat pada dugaan penyalahgunaan anggaran kegiatan bimtek bagi anggota DPRD Surabaya dengan anggaran miliaran rupiah.

Khofifah Dirujak Netizen usai Mangkir di Sidang Korupsi Dana Hibah Jatim: Pedes Banget!

Tak banyak dari mereka, menyatakan kekhawatiran akan kemungkinan penyelidikan tidak berjalan transparan, hingga menginginkan proses hukum berjalan cepat.

Pesan Khusus Ning Ita pada Insan Pers Dalam Perayaan HPN ke-80 di Mojokerto

Ning Ita mengatakan di tengah berbagai tantangan nasional dan global, pers di daerah memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang menyejukkan.