Senin, 19 Okt 2026 05:04 WIB

Badan Geologi Sebut Erupsi Semeru Hari ini Jadi Titik Kritis, Begini Penjelasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 19 Nov 2025 20:20 WIB
Guguran awan panas Gunung Semeru
Guguran awan panas Gunung Semeru

selalu.id - Aktivitas Gunung Semeru melonjak selalu.id - Aktivitas Gunung Semeru melonjak drastis pada Rabu (19/11/2025). Badan Geologi Kementerian ESDM resmi menaikkan status Semeru dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) pada pukul 17.00 WIB setelah rangkaian awan panas terjadi beruntun tanpa jeda sejak siang hari.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid menyampaikan bahwa peningkatan status ini dilakukan setelah seluruh instrumen pemantauan menunjukkan adanya eskalasi aktivitas yang signifikan.

Baca Juga: Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

“Erupsi mulai terjadi pukul 14.13 WIB berupa awan panas beruntun. Amplitudo maksimum yang terekam mencapai 37 mm, menandakan energi erupsi yang sangat kuat. Visual puncak sempat tertutup kabut sehingga jarak luncur tidak bisa diamati,” jelas Wafid dalam laporan resminya.

Menurut Wafid, kegempaan mencatat aktivitas tinggi dari gempa letusan, gempa guguran, hingga gempa harmonik. Peningkatan paling signifikan terlihat pada gempa guguran, yang berkolerasi dengan intensitas lava pijar yang semakin sering turun ke arah Besuk Kobokan.

“Gempa-gempa ini mengindikasikan masih adanya suplai magma dari bawah permukaan, bersamaan dengan pelepasan material melalui letusan dan hembusan,” ujar Wafid.

Ia menambahkan, variasi kecepatan gelombang (dv/v) menunjukkan pola penurunan sejak pertengahan Oktober, sebagai indikator adanya peningkatan tekanan di dekat permukaan tubuh gunung api.

Meski pemantauan deformasi menunjukkan pola relatif stabil, tanda-tanda tekanan bawah permukaan itulah yang membuat Semeru dinilai memasuki fase yang lebih berbahaya.

Dengan naiknya status menjadi Level IV, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi baru terkait zona bahaya yakni tidak ada aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 km dari puncak.

Kemudian, di luar jarak tersebut, masyarakat dilarang berada dalam 500 meter sempadan sungai sepanjang Besuk Kobokan.

Lalu, seluruh aktivitas dalam radius 8 km dari kawah harus dihentikan total karena bahaya lontaran batu pijar.

“Kami mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun relawan agar mengikuti rekomendasi resmi dan tidak mendekati zona berbahaya. Aktivitas awan panas masih berlangsung hingga laporan ini dibuat,” tegas Wafid.

Hingga Rabu sore, awan panas Semeru masih muncul secara terus-menerus. Badan Geologi mengingatkan bahwa potensi erupsi susulan masih sangat mungkin terjadi.

Wafid meminta masyarakat memantau informasi resmi melalui situs Badan Geologi dan aplikasi Magma Indonesia agar tidak terjebak pada informasi simpang siur.

“Situasi berkembang cepat. Informasi resmi hanya melalui kanal Badan Geologi dan Magma Indonesia,” tutupnya. pada Rabu (19/11/2025). Badan Geologi Kementerian ESDM resmi menaikkan status Semeru dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) pada pukul 17.00 WIB setelah rangkaian awan panas terjadi beruntun tanpa jeda sejak siang hari.

Baca Juga: Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi 4 Orang, Ini Daftar Namanya

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid menyampaikan bahwa peningkatan status ini dilakukan setelah seluruh instrumen pemantauan menunjukkan adanya eskalasi aktivitas yang signifikan.

“Erupsi mulai terjadi pukul 14.13 WIB berupa awan panas beruntun. Amplitudo maksimum yang terekam mencapai 37 mm, menandakan energi erupsi yang sangat kuat. Visual puncak sempat tertutup kabut sehingga jarak luncur tidak bisa diamati,” jelas Wafid dalam laporan resminya.

Menurut Wafid, kegempaan mencatat aktivitas tinggi dari gempa letusan, gempa guguran, hingga gempa harmonik. Peningkatan paling signifikan terlihat pada gempa guguran, yang berkolerasi dengan intensitas lava pijar yang semakin sering turun ke arah Besuk Kobokan.

“Gempa-gempa ini mengindikasikan masih adanya suplai magma dari bawah permukaan, bersamaan dengan pelepasan material melalui letusan dan hembusan,” ujar Wafid.

Ia menambahkan, variasi kecepatan gelombang (dv/v) menunjukkan pola penurunan sejak pertengahan Oktober, sebagai indikator adanya peningkatan tekanan di dekat permukaan tubuh gunung api.

Meski pemantauan deformasi menunjukkan pola relatif stabil, tanda-tanda tekanan bawah permukaan itulah yang membuat Semeru dinilai memasuki fase yang lebih berbahaya.

Dengan naiknya status menjadi Level IV, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi baru terkait zona bahaya yakni tidak ada aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 km dari puncak.

Baca Juga: Kronologi dan Identitas 3 Petugas Tewas saat Kebakaran Bromo

Kemudian, di luar jarak tersebut, masyarakat dilarang berada dalam 500 meter sempadan sungai sepanjang Besuk Kobokan.

Lalu, seluruh aktivitas dalam radius 8 km dari kawah harus dihentikan total karena bahaya lontaran batu pijar.

“Kami mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun relawan agar mengikuti rekomendasi resmi dan tidak mendekati zona berbahaya. Aktivitas awan panas masih berlangsung hingga laporan ini dibuat,” tegas Wafid.

Hingga Rabu sore, awan panas Semeru masih muncul secara terus-menerus. Badan Geologi mengingatkan bahwa potensi erupsi susulan masih sangat mungkin terjadi.

Wafid meminta masyarakat memantau informasi resmi melalui situs Badan Geologi dan aplikasi Magma Indonesia agar tidak terjebak pada informasi simpang siur.

“Situasi berkembang cepat. Informasi resmi hanya melalui kanal Badan Geologi dan Magma Indonesia,” tutupnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.