Minggu, 15 Feb 2026 12:21 WIB

Badan Geologi Sebut Erupsi Semeru Hari ini Jadi Titik Kritis, Begini Penjelasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 19 Nov 2025 20:20 WIB
Guguran awan panas Gunung Semeru
Guguran awan panas Gunung Semeru

selalu.id - Aktivitas Gunung Semeru melonjak selalu.id - Aktivitas Gunung Semeru melonjak drastis pada Rabu (19/11/2025). Badan Geologi Kementerian ESDM resmi menaikkan status Semeru dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) pada pukul 17.00 WIB setelah rangkaian awan panas terjadi beruntun tanpa jeda sejak siang hari.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid menyampaikan bahwa peningkatan status ini dilakukan setelah seluruh instrumen pemantauan menunjukkan adanya eskalasi aktivitas yang signifikan.

Baca Juga: Potret Bersih-bersih Sampah di Kawasan Wisata Bromo Jelang Liburan dan Ramadan

“Erupsi mulai terjadi pukul 14.13 WIB berupa awan panas beruntun. Amplitudo maksimum yang terekam mencapai 37 mm, menandakan energi erupsi yang sangat kuat. Visual puncak sempat tertutup kabut sehingga jarak luncur tidak bisa diamati,” jelas Wafid dalam laporan resminya.

Menurut Wafid, kegempaan mencatat aktivitas tinggi dari gempa letusan, gempa guguran, hingga gempa harmonik. Peningkatan paling signifikan terlihat pada gempa guguran, yang berkolerasi dengan intensitas lava pijar yang semakin sering turun ke arah Besuk Kobokan.

“Gempa-gempa ini mengindikasikan masih adanya suplai magma dari bawah permukaan, bersamaan dengan pelepasan material melalui letusan dan hembusan,” ujar Wafid.

Ia menambahkan, variasi kecepatan gelombang (dv/v) menunjukkan pola penurunan sejak pertengahan Oktober, sebagai indikator adanya peningkatan tekanan di dekat permukaan tubuh gunung api.

Meski pemantauan deformasi menunjukkan pola relatif stabil, tanda-tanda tekanan bawah permukaan itulah yang membuat Semeru dinilai memasuki fase yang lebih berbahaya.

Dengan naiknya status menjadi Level IV, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi baru terkait zona bahaya yakni tidak ada aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 km dari puncak.

Kemudian, di luar jarak tersebut, masyarakat dilarang berada dalam 500 meter sempadan sungai sepanjang Besuk Kobokan.

Lalu, seluruh aktivitas dalam radius 8 km dari kawah harus dihentikan total karena bahaya lontaran batu pijar.

“Kami mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun relawan agar mengikuti rekomendasi resmi dan tidak mendekati zona berbahaya. Aktivitas awan panas masih berlangsung hingga laporan ini dibuat,” tegas Wafid.

Hingga Rabu sore, awan panas Semeru masih muncul secara terus-menerus. Badan Geologi mengingatkan bahwa potensi erupsi susulan masih sangat mungkin terjadi.

Wafid meminta masyarakat memantau informasi resmi melalui situs Badan Geologi dan aplikasi Magma Indonesia agar tidak terjebak pada informasi simpang siur.

“Situasi berkembang cepat. Informasi resmi hanya melalui kanal Badan Geologi dan Magma Indonesia,” tutupnya. pada Rabu (19/11/2025). Badan Geologi Kementerian ESDM resmi menaikkan status Semeru dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) pada pukul 17.00 WIB setelah rangkaian awan panas terjadi beruntun tanpa jeda sejak siang hari.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Lumajang

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid menyampaikan bahwa peningkatan status ini dilakukan setelah seluruh instrumen pemantauan menunjukkan adanya eskalasi aktivitas yang signifikan.

“Erupsi mulai terjadi pukul 14.13 WIB berupa awan panas beruntun. Amplitudo maksimum yang terekam mencapai 37 mm, menandakan energi erupsi yang sangat kuat. Visual puncak sempat tertutup kabut sehingga jarak luncur tidak bisa diamati,” jelas Wafid dalam laporan resminya.

Menurut Wafid, kegempaan mencatat aktivitas tinggi dari gempa letusan, gempa guguran, hingga gempa harmonik. Peningkatan paling signifikan terlihat pada gempa guguran, yang berkolerasi dengan intensitas lava pijar yang semakin sering turun ke arah Besuk Kobokan.

“Gempa-gempa ini mengindikasikan masih adanya suplai magma dari bawah permukaan, bersamaan dengan pelepasan material melalui letusan dan hembusan,” ujar Wafid.

Ia menambahkan, variasi kecepatan gelombang (dv/v) menunjukkan pola penurunan sejak pertengahan Oktober, sebagai indikator adanya peningkatan tekanan di dekat permukaan tubuh gunung api.

Meski pemantauan deformasi menunjukkan pola relatif stabil, tanda-tanda tekanan bawah permukaan itulah yang membuat Semeru dinilai memasuki fase yang lebih berbahaya.

Dengan naiknya status menjadi Level IV, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi baru terkait zona bahaya yakni tidak ada aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 km dari puncak.

Baca Juga: Korupsi Gaji Ganda Rp118 Juta, Pendamping Desa di Probolinggo Ditahan

Kemudian, di luar jarak tersebut, masyarakat dilarang berada dalam 500 meter sempadan sungai sepanjang Besuk Kobokan.

Lalu, seluruh aktivitas dalam radius 8 km dari kawah harus dihentikan total karena bahaya lontaran batu pijar.

“Kami mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun relawan agar mengikuti rekomendasi resmi dan tidak mendekati zona berbahaya. Aktivitas awan panas masih berlangsung hingga laporan ini dibuat,” tegas Wafid.

Hingga Rabu sore, awan panas Semeru masih muncul secara terus-menerus. Badan Geologi mengingatkan bahwa potensi erupsi susulan masih sangat mungkin terjadi.

Wafid meminta masyarakat memantau informasi resmi melalui situs Badan Geologi dan aplikasi Magma Indonesia agar tidak terjebak pada informasi simpang siur.

“Situasi berkembang cepat. Informasi resmi hanya melalui kanal Badan Geologi dan Magma Indonesia,” tutupnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syaratnya bagi Pelajar Kelas X 

Pemkot Surabaya mengajak pelajar yang memenuhi syarat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ajang pembentukan karakter.

Target Suara Golkar Naik 20 Persen, Arif Fathoni Gelar Ziarah Wali Lima di Dapil 3 Surabaya

Ziarah dipilih karena memiliki makna spiritual sekaligus mempererat komunikasi langsung antara wakil rakyat dan warga.

Dispendik Surabaya Buka Seleksi Dewan Pendidikan 2026–2030, Ini Jadwal dan Syaratnya

Seleksi terbuka bagi seluruh unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, praktisi pendidikan, pengusaha, hingga aktvis organisasi masyarakat dan agama.

Lebaran Idul Fitri Tahun Ini, Penjahit Padat Karya Surabaya Cairkan Tabungan Rp50,4 Juta

Uci menjelaskan, skema tabungan dilakukan dengan menyisihkan sebagian ongkos jahit setiap kali menerima pekerjaan.

Mengalirkan Kebaikan di HUT ke-52 SIER, Dirut Danareksa Turut Donorkan Darah

Peserta donor berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari karyawan aktif SIER, para pensiunan, tenant kawasan industri, hingga masyarakat umum.

Komitmen Green Party, PKB Jatim Kampanye Anti-Plastik Sekali Pakai

Gus Halim menuturkan, isu lingkungan memang menjadi perhatian serius PKB sejak awal.