Selasa, 10 Feb 2026 13:47 WIB

Surabaya Luncurkan Program Perisai, Ribuan Pekerja Informal Bakal Dapat BPJS Ketenagakerjaan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 09 Nov 2025 12:47 WIB

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meluncurkan program Perisai (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia) Peduli Jaminan Sosial bagi Pekerja Informal, sebagai upaya melindungi pekerja rentan di Kota Pahlawan. 

Program yang diinisiasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) ini resmi diluncurkan di Balai Pemuda, Jumat (7/11/2025) lalu dan menggandeng BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur.

Baca Juga: Potret 25 Terdakwa Kasus Pesta Gay Surabaya saat Jalani Sidang Perdana

Kepala Disperinaker Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mendata pekerja formal dan informal yang belum terdaftar BPJS Ketenagakerjaan.

“Banyak kasus kecelakaan hingga kematian pekerja yang tidak terlindungi jaminan sosial. Kalau tidak diantisipasi, ini bisa menimbulkan angka kemiskinan baru di Surabaya,” ujar Hebi.

Menurut Hebi, pekerja informal seperti pedagang kaki lima, tukang becak, satpam, petugas kebersihan, hingga ibu rumah tangga harus mulai disadarkan pentingnya memiliki jaminan sosial. Untuk itu, Pemkot membentuk agen Perisai di tingkat RW yang akan bergerak langsung melakukan sosialisasi dan pendataan.

“Agen Perisai ini nanti yang menggerakkan kesadaran warga agar mendaftar BPJS Ketenagakerjaan. Dengan begitu, saat ada risiko kecelakaan kerja atau meninggal dunia, keluarganya tetap mendapat perlindungan,” jelasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Seleksi Ketat Penerima Bantuan Rutilahu 2026, Berikut yang Jadi Prioritas

Manfaat perlindungan ini, lanjut Hebi, sangat besar. Jika pekerja mengalami kecelakaan kerja, BPJS akan menanggung biaya perawatan hingga mengganti pendapatan yang hilang.

“Bahkan kalau pekerja meninggal dunia, anaknya akan disekolahkan sampai kuliah. Jadi manfaatnya bukan hanya bagi pekerja, tapi juga keluarganya,” tambah Hebi.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Hadi Purnomo, mengungkapkan bahwa saat ini baru 42 persen atau sekitar 613 ribu pekerja di Surabaya yang sudah tercover jaminan sosial ketenagakerjaan. Targetnya, angka ini meningkat hingga 58 persen.

Baca Juga: 5.012 Anak Surabaya Lolos Administrasi Beasiswa Penghafal Kitab Suci, Berikut Jadwal Tes dan Lokasinya

“Upaya yang dilakukan Wali Kota Eri Cahyadi bersama jajaran Pemkot sangat luar biasa. Sudah ada perlindungan bagi ketua RW, RT, Kader Surabaya Hebat, hingga pekerja non-ASN,” tutur Hadi.

Menurut Hadi, jaminan sosial bukan hanya perlindungan bagi pekerja, tapi juga instrumen penting untuk mengentaskan kemiskinan.

“Kalau pekerja tidak terlindungi, malah bisa jadi masalah sosial baru. Program Perisai ini memastikan usaha kecil dan pekerja rentan bisa mendapatkan haknya tanpa keluar biaya besar saat ada risiko kerja,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kata Fathoni soal Wacana Adela Kanasya Gantikan Adies Kadies: Bukan Dinasti Politik!

Menurut Fathoni, posisi tersebut murni ditentukan berdasarkan perolehan suara sah dalam pemilu 2024, yang mana Adela meraih suara terbanyak kedua.

Tolak Pergantian Pj Kades, Warga Patemon Jember Geruduk Kantor Camat Pakusari

Aksi tersebut dipicu lantaran mendengar akan adanya rencana pergantian Penjabat (Pj) Kepala Desa Patemon yang saat ini dijabat Siti Muslihatin.

Arif Fathoni Nilai Adies Kadir Layak Sebagai Hakim MK

Fathoni menilai Adies Kadir memiliki latar belakang yang kuat di bidang hukum dan tumbuh di lingkungan peradilan.

Momen Haru Gus Yani Kawal Kepulangan 3 Anak PMI Gresik dari Kuala Lumpur

Bagi ketiga anak tersebut, ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan pertemuan pertama dengan kampung halaman.

Perayaan HPN 2026 di Polda Metro Jaya: Brigjen Dekananto: Pers Mitra Strategis Polri

Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Balai Wartawan Polri Polda Metro Jaya itu berlangsung penuh kehangatan.

Diam-diam Presiden Prabowo Bertemu Pimpinan TNI-Polri di Istana, Ini yang Dibahas

Presiden Prabowo memberikan arahan langsung dari rapat yang berlangsung 3,5 jam.