Selasa, 21 Jul 2026 18:10 WIB

Surabaya Luncurkan Program Perisai, Ribuan Pekerja Informal Bakal Dapat BPJS Ketenagakerjaan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 09 Nov 2025 12:47 WIB

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meluncurkan program Perisai (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia) Peduli Jaminan Sosial bagi Pekerja Informal, sebagai upaya melindungi pekerja rentan di Kota Pahlawan. 

Program yang diinisiasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) ini resmi diluncurkan di Balai Pemuda, Jumat (7/11/2025) lalu dan menggandeng BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Kepala Disperinaker Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mendata pekerja formal dan informal yang belum terdaftar BPJS Ketenagakerjaan.

“Banyak kasus kecelakaan hingga kematian pekerja yang tidak terlindungi jaminan sosial. Kalau tidak diantisipasi, ini bisa menimbulkan angka kemiskinan baru di Surabaya,” ujar Hebi.

Menurut Hebi, pekerja informal seperti pedagang kaki lima, tukang becak, satpam, petugas kebersihan, hingga ibu rumah tangga harus mulai disadarkan pentingnya memiliki jaminan sosial. Untuk itu, Pemkot membentuk agen Perisai di tingkat RW yang akan bergerak langsung melakukan sosialisasi dan pendataan.

“Agen Perisai ini nanti yang menggerakkan kesadaran warga agar mendaftar BPJS Ketenagakerjaan. Dengan begitu, saat ada risiko kecelakaan kerja atau meninggal dunia, keluarganya tetap mendapat perlindungan,” jelasnya.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Manfaat perlindungan ini, lanjut Hebi, sangat besar. Jika pekerja mengalami kecelakaan kerja, BPJS akan menanggung biaya perawatan hingga mengganti pendapatan yang hilang.

“Bahkan kalau pekerja meninggal dunia, anaknya akan disekolahkan sampai kuliah. Jadi manfaatnya bukan hanya bagi pekerja, tapi juga keluarganya,” tambah Hebi.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Hadi Purnomo, mengungkapkan bahwa saat ini baru 42 persen atau sekitar 613 ribu pekerja di Surabaya yang sudah tercover jaminan sosial ketenagakerjaan. Targetnya, angka ini meningkat hingga 58 persen.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

“Upaya yang dilakukan Wali Kota Eri Cahyadi bersama jajaran Pemkot sangat luar biasa. Sudah ada perlindungan bagi ketua RW, RT, Kader Surabaya Hebat, hingga pekerja non-ASN,” tutur Hadi.

Menurut Hadi, jaminan sosial bukan hanya perlindungan bagi pekerja, tapi juga instrumen penting untuk mengentaskan kemiskinan.

“Kalau pekerja tidak terlindungi, malah bisa jadi masalah sosial baru. Program Perisai ini memastikan usaha kecil dan pekerja rentan bisa mendapatkan haknya tanpa keluar biaya besar saat ada risiko kerja,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.