Senin, 02 Feb 2026 04:07 WIB

Surabaya Luncurkan Program Perisai, Ribuan Pekerja Informal Bakal Dapat BPJS Ketenagakerjaan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 09 Nov 2025 12:47 WIB

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meluncurkan program Perisai (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia) Peduli Jaminan Sosial bagi Pekerja Informal, sebagai upaya melindungi pekerja rentan di Kota Pahlawan. 

Program yang diinisiasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) ini resmi diluncurkan di Balai Pemuda, Jumat (7/11/2025) lalu dan menggandeng BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Kepala Disperinaker Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mendata pekerja formal dan informal yang belum terdaftar BPJS Ketenagakerjaan.

“Banyak kasus kecelakaan hingga kematian pekerja yang tidak terlindungi jaminan sosial. Kalau tidak diantisipasi, ini bisa menimbulkan angka kemiskinan baru di Surabaya,” ujar Hebi.

Menurut Hebi, pekerja informal seperti pedagang kaki lima, tukang becak, satpam, petugas kebersihan, hingga ibu rumah tangga harus mulai disadarkan pentingnya memiliki jaminan sosial. Untuk itu, Pemkot membentuk agen Perisai di tingkat RW yang akan bergerak langsung melakukan sosialisasi dan pendataan.

“Agen Perisai ini nanti yang menggerakkan kesadaran warga agar mendaftar BPJS Ketenagakerjaan. Dengan begitu, saat ada risiko kecelakaan kerja atau meninggal dunia, keluarganya tetap mendapat perlindungan,” jelasnya.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Manfaat perlindungan ini, lanjut Hebi, sangat besar. Jika pekerja mengalami kecelakaan kerja, BPJS akan menanggung biaya perawatan hingga mengganti pendapatan yang hilang.

“Bahkan kalau pekerja meninggal dunia, anaknya akan disekolahkan sampai kuliah. Jadi manfaatnya bukan hanya bagi pekerja, tapi juga keluarganya,” tambah Hebi.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Hadi Purnomo, mengungkapkan bahwa saat ini baru 42 persen atau sekitar 613 ribu pekerja di Surabaya yang sudah tercover jaminan sosial ketenagakerjaan. Targetnya, angka ini meningkat hingga 58 persen.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

“Upaya yang dilakukan Wali Kota Eri Cahyadi bersama jajaran Pemkot sangat luar biasa. Sudah ada perlindungan bagi ketua RW, RT, Kader Surabaya Hebat, hingga pekerja non-ASN,” tutur Hadi.

Menurut Hadi, jaminan sosial bukan hanya perlindungan bagi pekerja, tapi juga instrumen penting untuk mengentaskan kemiskinan.

“Kalau pekerja tidak terlindungi, malah bisa jadi masalah sosial baru. Program Perisai ini memastikan usaha kecil dan pekerja rentan bisa mendapatkan haknya tanpa keluar biaya besar saat ada risiko kerja,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.