Selasa, 20 Okt 2026 02:48 WIB

Surabaya Luncurkan Program Perisai, Ribuan Pekerja Informal Bakal Dapat BPJS Ketenagakerjaan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 09 Nov 2025 12:47 WIB

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meluncurkan program Perisai (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia) Peduli Jaminan Sosial bagi Pekerja Informal, sebagai upaya melindungi pekerja rentan di Kota Pahlawan. 

Program yang diinisiasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) ini resmi diluncurkan di Balai Pemuda, Jumat (7/11/2025) lalu dan menggandeng BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Kepala Disperinaker Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mendata pekerja formal dan informal yang belum terdaftar BPJS Ketenagakerjaan.

“Banyak kasus kecelakaan hingga kematian pekerja yang tidak terlindungi jaminan sosial. Kalau tidak diantisipasi, ini bisa menimbulkan angka kemiskinan baru di Surabaya,” ujar Hebi.

Menurut Hebi, pekerja informal seperti pedagang kaki lima, tukang becak, satpam, petugas kebersihan, hingga ibu rumah tangga harus mulai disadarkan pentingnya memiliki jaminan sosial. Untuk itu, Pemkot membentuk agen Perisai di tingkat RW yang akan bergerak langsung melakukan sosialisasi dan pendataan.

“Agen Perisai ini nanti yang menggerakkan kesadaran warga agar mendaftar BPJS Ketenagakerjaan. Dengan begitu, saat ada risiko kecelakaan kerja atau meninggal dunia, keluarganya tetap mendapat perlindungan,” jelasnya.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Manfaat perlindungan ini, lanjut Hebi, sangat besar. Jika pekerja mengalami kecelakaan kerja, BPJS akan menanggung biaya perawatan hingga mengganti pendapatan yang hilang.

“Bahkan kalau pekerja meninggal dunia, anaknya akan disekolahkan sampai kuliah. Jadi manfaatnya bukan hanya bagi pekerja, tapi juga keluarganya,” tambah Hebi.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Hadi Purnomo, mengungkapkan bahwa saat ini baru 42 persen atau sekitar 613 ribu pekerja di Surabaya yang sudah tercover jaminan sosial ketenagakerjaan. Targetnya, angka ini meningkat hingga 58 persen.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

“Upaya yang dilakukan Wali Kota Eri Cahyadi bersama jajaran Pemkot sangat luar biasa. Sudah ada perlindungan bagi ketua RW, RT, Kader Surabaya Hebat, hingga pekerja non-ASN,” tutur Hadi.

Menurut Hadi, jaminan sosial bukan hanya perlindungan bagi pekerja, tapi juga instrumen penting untuk mengentaskan kemiskinan.

“Kalau pekerja tidak terlindungi, malah bisa jadi masalah sosial baru. Program Perisai ini memastikan usaha kecil dan pekerja rentan bisa mendapatkan haknya tanpa keluar biaya besar saat ada risiko kerja,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.