Jumat, 04 Sep 2026 19:29 WIB

Surabaya Luncurkan Program Perisai, Ribuan Pekerja Informal Bakal Dapat BPJS Ketenagakerjaan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 09 Nov 2025 12:47 WIB

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meluncurkan program Perisai (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia) Peduli Jaminan Sosial bagi Pekerja Informal, sebagai upaya melindungi pekerja rentan di Kota Pahlawan. 

Program yang diinisiasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) ini resmi diluncurkan di Balai Pemuda, Jumat (7/11/2025) lalu dan menggandeng BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Kepala Disperinaker Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mendata pekerja formal dan informal yang belum terdaftar BPJS Ketenagakerjaan.

“Banyak kasus kecelakaan hingga kematian pekerja yang tidak terlindungi jaminan sosial. Kalau tidak diantisipasi, ini bisa menimbulkan angka kemiskinan baru di Surabaya,” ujar Hebi.

Menurut Hebi, pekerja informal seperti pedagang kaki lima, tukang becak, satpam, petugas kebersihan, hingga ibu rumah tangga harus mulai disadarkan pentingnya memiliki jaminan sosial. Untuk itu, Pemkot membentuk agen Perisai di tingkat RW yang akan bergerak langsung melakukan sosialisasi dan pendataan.

“Agen Perisai ini nanti yang menggerakkan kesadaran warga agar mendaftar BPJS Ketenagakerjaan. Dengan begitu, saat ada risiko kecelakaan kerja atau meninggal dunia, keluarganya tetap mendapat perlindungan,” jelasnya.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Manfaat perlindungan ini, lanjut Hebi, sangat besar. Jika pekerja mengalami kecelakaan kerja, BPJS akan menanggung biaya perawatan hingga mengganti pendapatan yang hilang.

“Bahkan kalau pekerja meninggal dunia, anaknya akan disekolahkan sampai kuliah. Jadi manfaatnya bukan hanya bagi pekerja, tapi juga keluarganya,” tambah Hebi.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Hadi Purnomo, mengungkapkan bahwa saat ini baru 42 persen atau sekitar 613 ribu pekerja di Surabaya yang sudah tercover jaminan sosial ketenagakerjaan. Targetnya, angka ini meningkat hingga 58 persen.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

“Upaya yang dilakukan Wali Kota Eri Cahyadi bersama jajaran Pemkot sangat luar biasa. Sudah ada perlindungan bagi ketua RW, RT, Kader Surabaya Hebat, hingga pekerja non-ASN,” tutur Hadi.

Menurut Hadi, jaminan sosial bukan hanya perlindungan bagi pekerja, tapi juga instrumen penting untuk mengentaskan kemiskinan.

“Kalau pekerja tidak terlindungi, malah bisa jadi masalah sosial baru. Program Perisai ini memastikan usaha kecil dan pekerja rentan bisa mendapatkan haknya tanpa keluar biaya besar saat ada risiko kerja,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.