Senin, 02 Nov 2026 23:00 WIB

Komisi D Surabaya Soroti Kekurangan Seribu Guru, Anak Inklusi Paling Terdampak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 06 Nov 2025 13:58 WIB

selalu.id – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Zuhro Mar’ah, menyoroti kekurangan sekitar seribu guru di sekolah negeri Surabaya. Kondisi ini disebut berdampak pada kualitas pendidikan, terutama bagi siswa inklusi yang membutuhkan pendampingan khusus.

 

Baca Juga: Antisipasi Harga Naik Jelang Nataru, Pemkot Surabaya Ajak Warga Menanam Cabai di Rumah

Menurut Zuhro, Surabaya memang telah menerapkan sistem pendidikan inklusi di semua SD dan SMP negeri. Namun, ketersediaan guru pendamping khusus (GPK) dinilai belum memadai.

 

“Surabaya sudah inklusi, tapi belum semua sekolah punya guru pendamping khusus. Anak berkebutuhan khusus itu perlu penanganan berbeda, bukan hanya diajar guru biasa yang dilatih singkat,” ujar Zuhro kepada selalu.id, Kamis (6/11/2025).

 

Ia menegaskan, keberadaan GPK yang berlatar belakang pendidikan inklusi penting agar setiap anak dapat berkembang sesuai kemampuan dan bakatnya.

 

“Kalau ada guru pendamping khusus, anak-anak inklusi bisa berkembang akademisnya dan bakat-minatnya juga tereksplor,” tambahnya.

Baca Juga: Ayah di Surabaya Bacok 2 Anak Kandung hingga Kritis, Ibu Korban: Hukum Seberat-beratnya!

 

Politisi PAN itu juga menyoroti kebijakan nasional yang melarang pengangkatan tenaga honorer, sehingga daerah tidak leluasa menambah guru baru.

 

“Ini yang repot. Kita kekurangan seribu guru, tapi nggak bisa nambah karena nggak boleh ada honorer. Jadi ya nunggu rekrutmen ASN atau PPPK, itu pun kuotanya kadang jauh dari kebutuhan,” jelasnya.

Baca Juga: Antisipasi Harga BBM Naik, DPRD Sebut Pemkot Surabaya Harus Hitung Ulang Anggaran BTT

 

Ia mendorong Pemkot Surabaya dan Dinas Pendidikan untuk mencari mekanisme alternatif pemenuhan tenaga pengajar, terutama di bidang pendidikan inklusi.

 

“Surabaya kan otonomi daerah. Harusnya bisa cari solusi tersendiri tanpa melanggar aturan pusat. Karena kalau menunggu rekrutmen nasional terus, pendidikan kita bisa tertinggal,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Heboh! Seorang Perempuan Tuntut Pajak Pembalut ke Mahkamah Konstitusi

Pemohon menuntut kepastian hukum yang adil atas barang kebutuhan pokok yang memperoleh fasilitas PPN.

7 Anggota Polrestabes Surabaya Diperiksa Propam Polda Jatim, Ini Dugaan Pelanggarannya

Kombes Pol Iman Setiawan menyebut proses penanganan internal sejatinya sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu melalui tahap pemanggilan dan klarifikasi.

Dear Bunda, Bayar Belanja Online Bentar Lagi Bisa Pakai WhatsApp Loh..

Meski demikian, pihak WhatsApp belum memberikan pengumuman resmi mengenai tanggal perilisan fitur-fitur baru ini untuk pengguna umum.

Usung Komedi Cinta Beda Alam dan Agama, Film 'Piye To Kih' Siap Kocok Perut Penggemar Bioskop

Mengusung genre komedi, drama, dan misteri, film ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya memantaskan diri.

KPAI Sebut Perlindungan Anak jangan Hanya Reaktif, Dorong RUU Pengasuhan Masuk Prolegnas

KPAI menegaskan bahwa negara tidak boleh terus-menerus memakai pola "pemadam kebakaran" atau baru bergerak setelah ada tragedi.

Tok! Gerindra Kota Mojokerto Dinakhodai Ika Puspitasari, Fokus 3 Konsolidasi Pemilu 2029

SK diserahkan langsung oleh Ketua OKK DPD Partai Gerindra Jatim, Hidayat