Jumat, 05 Jun 2026 00:29 WIB

Komisi D Surabaya Soroti Kekurangan Seribu Guru, Anak Inklusi Paling Terdampak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 06 Nov 2025 13:58 WIB

selalu.id – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Zuhro Mar’ah, menyoroti kekurangan sekitar seribu guru di sekolah negeri Surabaya. Kondisi ini disebut berdampak pada kualitas pendidikan, terutama bagi siswa inklusi yang membutuhkan pendampingan khusus.

 

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Menurut Zuhro, Surabaya memang telah menerapkan sistem pendidikan inklusi di semua SD dan SMP negeri. Namun, ketersediaan guru pendamping khusus (GPK) dinilai belum memadai.

 

“Surabaya sudah inklusi, tapi belum semua sekolah punya guru pendamping khusus. Anak berkebutuhan khusus itu perlu penanganan berbeda, bukan hanya diajar guru biasa yang dilatih singkat,” ujar Zuhro kepada selalu.id, Kamis (6/11/2025).

 

Ia menegaskan, keberadaan GPK yang berlatar belakang pendidikan inklusi penting agar setiap anak dapat berkembang sesuai kemampuan dan bakatnya.

 

“Kalau ada guru pendamping khusus, anak-anak inklusi bisa berkembang akademisnya dan bakat-minatnya juga tereksplor,” tambahnya.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

 

Politisi PAN itu juga menyoroti kebijakan nasional yang melarang pengangkatan tenaga honorer, sehingga daerah tidak leluasa menambah guru baru.

 

“Ini yang repot. Kita kekurangan seribu guru, tapi nggak bisa nambah karena nggak boleh ada honorer. Jadi ya nunggu rekrutmen ASN atau PPPK, itu pun kuotanya kadang jauh dari kebutuhan,” jelasnya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

 

Ia mendorong Pemkot Surabaya dan Dinas Pendidikan untuk mencari mekanisme alternatif pemenuhan tenaga pengajar, terutama di bidang pendidikan inklusi.

 

“Surabaya kan otonomi daerah. Harusnya bisa cari solusi tersendiri tanpa melanggar aturan pusat. Karena kalau menunggu rekrutmen nasional terus, pendidikan kita bisa tertinggal,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.