Komisi D Surabaya Soroti Kekurangan Seribu Guru, Anak Inklusi Paling Terdampak
- Penulis : Ade Resty
- | Kamis, 06 Nov 2025 13:58 WIB
selalu.id – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Zuhro Mar’ah, menyoroti kekurangan sekitar seribu guru di sekolah negeri Surabaya. Kondisi ini disebut berdampak pada kualitas pendidikan, terutama bagi siswa inklusi yang membutuhkan pendampingan khusus.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
Menurut Zuhro, Surabaya memang telah menerapkan sistem pendidikan inklusi di semua SD dan SMP negeri. Namun, ketersediaan guru pendamping khusus (GPK) dinilai belum memadai.
“Surabaya sudah inklusi, tapi belum semua sekolah punya guru pendamping khusus. Anak berkebutuhan khusus itu perlu penanganan berbeda, bukan hanya diajar guru biasa yang dilatih singkat,” ujar Zuhro kepada selalu.id, Kamis (6/11/2025).
Ia menegaskan, keberadaan GPK yang berlatar belakang pendidikan inklusi penting agar setiap anak dapat berkembang sesuai kemampuan dan bakatnya.
“Kalau ada guru pendamping khusus, anak-anak inklusi bisa berkembang akademisnya dan bakat-minatnya juga tereksplor,” tambahnya.
Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
Politisi PAN itu juga menyoroti kebijakan nasional yang melarang pengangkatan tenaga honorer, sehingga daerah tidak leluasa menambah guru baru.
“Ini yang repot. Kita kekurangan seribu guru, tapi nggak bisa nambah karena nggak boleh ada honorer. Jadi ya nunggu rekrutmen ASN atau PPPK, itu pun kuotanya kadang jauh dari kebutuhan,” jelasnya.
Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
Ia mendorong Pemkot Surabaya dan Dinas Pendidikan untuk mencari mekanisme alternatif pemenuhan tenaga pengajar, terutama di bidang pendidikan inklusi.
“Surabaya kan otonomi daerah. Harusnya bisa cari solusi tersendiri tanpa melanggar aturan pusat. Karena kalau menunggu rekrutmen nasional terus, pendidikan kita bisa tertinggal,” pungkasnya.
Editor : Ading