Minggu, 01 Nov 2026 22:41 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Turun Tangan Mediasi Jalan Ditembok di Asem Jajar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 02 Nov 2025 19:42 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat memediasi masalah warga
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat memediasi masalah warga

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, turun langsung memimpin proses mediasi sengketa jalan ditembok yang bikin heboh warga Jalan Asem Jajar III, Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan.
Mediasi digelar di Kantor Kecamatan Bubutan, Kamis (30/10/2025), dengan menghadirkan perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN), camat, lurah, serta dua pihak warga yang berselisih.

Dalam pertemuan itu, Eri tak bisa menyembunyikan rasa prihatin. Ia menyesalkan terjadinya konflik di antara warga yang sebenarnya bertetangga dan hidup berdekatan.

Baca Juga: Aturan Operasional Pasar Tanjungsari Surabaya Dikeluhkan: Pedagang Tugi, Buah Cepat Busuk

“Saya tidak ingin sesama warga bergesekan, apalagi tetangga. Padahal kalau kita kesusahan, yang pertama kita minta tolong ya tetangga,” ujar Eri Cahyadi.

Menurut Eri, akar masalah bermula dari penjualan tanah yang tidak dilaporkan dengan benar sejak awal. Penjual menyebut sudah menyediakan setengah meter tanah untuk jalan yang disebut sebagai wakaf dari ibunya.

Namun pembeli, Siti Holilah, merasa tanah tersebut termasuk dalam Sertifikat Hak Milik (SHM) miliknya.

Perbedaan pemahaman inilah yang kemudian berujung pada pembangunan tembok yang menutup akses jalan. Untuk memastikan duduk perkara yang sebenarnya, Eri meminta BPN turun langsung melakukan pengukuran ulang.

“Kami berharap setelah BPN mengukur ulang, semua warga bisa berbesar hati mengikhlaskan sedikit tanahnya demi akses jalan bersama,” katanya.

Eri menegaskan, setelah pengukuran ulang selesai, ia akan kembali mempertemukan kedua pihak agar bisa duduk bersama mencari solusi damai.

Baca Juga: Siasat Licik Penjual Miras Ilegal di Surabaya Hindari Razia Satpol PP

“Nanti setelah diukur kita pertemukan lagi mereka,” tambahnya.

Dalam sengketa ini, Eri juga mengingatkan agar warga tidak memperkeruh suasana dengan saling serang di media sosial. Ia menilai, permasalahan warga seharusnya diselesaikan lewat cara kekeluargaan, bukan dengan unggahan yang bisa memancing emosi publik.

“Saya sudah bilang ke Pak Camat dan Lurah, selesaikan lewat Kampung Pancasila, tidak semua masalah harus dibawa ke medsos,” tegasnya.

Eri juga meluruskan kabar yang sempat beredar di masyarakat soal dugaan penerimaan uang oleh Lurah atau LPMK Tembok Dukuh terkait persoalan ini. Setelah melakukan pengecekan langsung, Eri memastikan isu tersebut tidak benar.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

“Setelah saya cari tahu ternyata tidak seperti itu. Uang itu dikumpulkan oleh RT/RW dengan niat baik untuk biaya ukur ulang BPN, sekitar Rp350 ribu sampai Rp500 ribu. Tapi niat baik itu malah berubah jadi fitnah,” ungkapnya.

Eri pun mengingatkan agar perangkat kampung berhati-hati dan tidak menerima uang dalam bentuk apa pun, meski alasannya untuk kepentingan bersama.

“Saya harap semua pihak bisa berbesar hati. Jangan sampai masalah seperti ini merusak kerukunan antarwarga Kota Pahlawan,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Sketsa YouTube Woko Channel jadi Film Layar Lebar "Piye To Kih?": Tayang di Bioskop 19 November

Cerita film ini tentang Mukidi setelah rencananya untuk menikah berantakan sampai ia bertemu Sukma, perempuan yang membawanya pada sebuah hubungan yang absurd.

Muaythai Jatim Mulai Petakan Regenerasi Atlet untuk PON 2028

Gebrakan ini dilakukan setelah Baso Juherman kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin Pengprov MI Jatim periode 2026–2031.

Gudang Minyak Goreng di Kemuning Sidoarjo Ludes Terbakar

Mengenai pemicu amukan api serta estimasi kerugian materiil, pihak Damkarmat Sidoarjo mengaku masih belum bisa memastikannya, begitupun penyebabnya.

Haul Akbar Sidoarjo 2026, Bupati Subandi Ajak Warga Perkuat Moral dan Persatuan

Bupati Sidoarjo Subandi mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.

Syaiful Mahdi Terpilih jadi Ketum KONI Nganjuk, Berikut Gebrakan yang Disiapkan

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi pun mendorong pengembangan sport center berbasis sport science dengan menggandeng perguruan tinggi dan insan pers.

Wajib Catat, Ini Daftar 21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Masyarakat pun diimbau untuk lebih cermat memahami daftar layanan yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan sebelum mendatangi fasilitas kesehatan.