Selasa, 21 Jul 2026 21:28 WIB

Admin IG Wali Kota Eri Viral Gara-Gara Candaan Saat Live, Ini Deretan Blunder Admin Pejabat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 01 Nov 2025 18:18 WIB

selalu.id – Admin akun Instagram Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, viral di media sosial setelah candaan internalnya terekam saat siaran langsung. Candaan itu menimbulkan kritik publik karena dianggap tidak pantas.

 

Baca Juga: Wali Kota Eri Geram dengan Kinerja Camat di Tiga Kecamatan, Ini Alasannya

Insiden terjadi ketika admin melakukan siaran langsung kegiatan lapangan Eri Cahyadi. Saat live dijeda, mikrofon ternyata masih aktif dan merekam percakapan admin dengan rekannya.

 

“Kalau ada hujan lagi, rekaman video bapak wali turun ke lapangan kita simpan aja. Nanti bisa diunggah lagi kalau ada hujan,” ucap admin tersebut dalam video yang beredar luas di media sosial.

 

Ucapan itu menuai kritik dari warganet yang menilai candaan tersebut bisa menimbulkan kesan kegiatan lapangan wali kota hanyalah rekayasa konten. Padahal, Eri Cahyadi disebut tidak mengetahui percakapan itu karena sedang meninjau lapangan.

 

Tak lama setelah video viral, admin tersebut menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan memutuskan mundur dari tim media sosial Wali Kota Surabaya.

 

Kasus serupa sebelumnya juga pernah menimpa akun media sosial Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Admin Instagram miliknya sempat mengunggah komentar candaan di kolom berita tentang hujan es di Sidoarjo, yang berbunyi, “Lek hujan es enak tinggal cari sirupe tok (kalau hujan es tinggal cari sirupnya saja).”

 

Baca Juga: Kejati Jatim Serahkan Aduan Dugaan Pemborosan APBD Surabaya 2025 ke Inspektorat

Candaan itu memicu reaksi keras dari publik. Armuji kemudian menegur adminnya dan menegaskan bahwa kejadian serupa tidak boleh terulang.

 

Kasus blunder admin media sosial pejabat bukan hal baru. Tahun ini, admin akun Instagram Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, juga menjadi sorotan setelah membalas komentar warganet dengan nada kasar.

 

“Kalau ngomong jangan kurang ajar. Kalau diperiksa penegak hukum, mampus kamu nanti,” tulis admin tersebut.

 

Baca Juga: Pertama Kali Digelar Malam, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Wisata dan Okupansi Hotel

Komentar itu menuai kritik hingga akhirnya dihapus, dan admin bersangkutan menyampaikan permintaan maaf.

 

Pada 2013, akun Twitter resmi Presiden Joko Widodo juga pernah mengalami insiden serupa. Akun @jokowi sempat mencuit, “Wuooohh mantab! Jadi teringat deg2annya di momen Senbatsu Uza pekan lalu,” yang merujuk pada grup musik JKT48.

 

Cuitan itu membuat publik heran, hingga akhirnya admin media sosial presiden saat itu diberhentikan dari jabatannya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.