Kamis, 02 Jul 2026 19:32 WIB

Pertama Kali Digelar Malam, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Wisata dan Okupansi Hotel

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 17 Mei 2026 10:38 WIB
Surabaya Vaganza 2026. (Diskominfo Surabaya)
Surabaya Vaganza 2026. (Diskominfo Surabaya)

selalu.id – Perubahan konsep Surabaya Vaganza 2026 yang digelar pada Sabtu (16/5/2026) malam hari ternyata membawa dampak signifikan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi Kota Pahlawan.

Tidak hanya menyedot ribuan penonton, event bertajuk Festival of Lights: Garden of Hope itu juga mendorong kenaikan okupansi hotel hingga pergerakan UMKM lokal.

Baca Juga: Wali Kota Eri Geram dengan Kinerja Camat di Tiga Kecamatan, Ini Alasannya

Surabaya Vaganza tahun ini tampil berbeda dibanding edisi sebelumnya yang biasa berlangsung siang hari. 

Parade kendaraan hias penuh lampu dan pertunjukan komunitas itu dimulai dari Tugu Pahlawan menuju Balai Pemuda hingga kawasan Bambu Runcing.

Momentum tersebut semakin spesial setelah Surabaya Vaganza resmi masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 dari Kementerian Pariwisata RI.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut masuknya Surabaya Vaganza ke KEN menjadi hadiah istimewa dalam peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733.

“Di Surabaya Vaganza semua komunitas ikut dan okupansi hotel naik, UMKM juga bergerak luar biasa,” kata Eri.

Menurutnya, perubahan konsep menjadi parade malam hari justru memicu antusiasme lebih besar dari masyarakat maupun wisatawan luar daerah.

Bahkan, ia mengaku menjumpai penonton dari luar Jawa hingga wisatawan mancanegara yang ikut memadati jalur parade.

Baca Juga: Grebeg Suro Sidoarjo 2026, PKL Bersyukur Tidak Dipungut Biaya Lapak

“Tadi saya lihat ada yang dari mancanegara, ada yang dari Jember, Probolinggo, Semarang dan luar Jawa. Ini menunjukkan antusiasme warga sangat besar terhadap Surabaya Vaganza,” ujarnya.

Eri mengungkapkan selama rangkaian event budaya HJKS berlangsung, kunjungan wisata ke Surabaya meningkat sekitar 12,5 persen. Sementara tingkat okupansi hotel naik sekitar 4 persen.

“Vaganza dan Rujak Uleg masuk KEN, ekonomi kita bergerak, naik semua,” ungkapnya.

Selain parade lampu dan kendaraan hias, Surabaya Vaganza juga melibatkan banyak komunitas hingga perusahaan swasta dan instansi pemerintah. 

Mulai dari Komunitas Egrang Surabaya, TNI AL, Gojek, Bank Jatim, hingga penampilan dari Universitas Airlangga dan berbagai stakeholder lainnya.

Baca Juga: Sensus Ekonomi jadi Penentu Program UMKM Surabaya

Puncak acara ditutup dengan pertunjukan kembang api di kawasan Balai Pemuda yang disambut meriah ribuan warga.

Sementara itu, Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata RI, Reza Fahlevi, menyebut terpilihnya Surabaya Vaganza ke dalam KEN 2026 menjadi bukti bahwa event tersebut telah lolos kurasi sebagai salah satu agenda unggulan nasional.

“Ini merupakan bukti bahwa event ini telah terkurasi dari event-event terbaik di seluruh Indonesia,” kata Reza.

Ia berharap Surabaya Vaganza dapat berkembang menjadi signature event Kota Surabaya yang mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus memperkuat ekonomi kreatif daerah.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Operasional Kepulangan Jemaah Haji Jatim di Debarkasi Surabaya Tuntas

Hingga penutupan operasional, masih terdapat 17 jemaah yang belum dapat dipulangkan karena masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.

Aliansi SAE Patenang Minta Usut Dugaan Pelanggaran Proyek Tol Probowangi di Paiton

Syarful mengatakan bahwa aliansinya tidak menolak pembangunan, namun meminta seluruh proses pembangunan tetap berjalan sesuai ketentuan.

Perkuat Integritas Layanan, Dirjen Imigrasi Resmikan Prestige Immigration Services di Surabaya

Langkah tersebut sekaligus menegaskan komitmen Dirjen Imigrasi dalam memperkuat integritas aparatur dan transformasi layanan keimigrasian.

12 Orang Diamankan dalam Pengungkapan Narkoba 3,37 Ton di Gresik, Ini Profesinya

BNN menegaskan pengembangan perkara masih terus dilakukan guna mengungkap seluruh jaringan, termasuk pihak-pihak yang terlibat.

BNN Sebut Narkoba 3,37 Ton di Gresik Diduga untuk Bahan Vape

Ganja jenis cannabis buds itu diduga tidak akan diedarkan dalam bentuk konvensional, melainkan digunakan sebagai bahan baku pembuatan rokok elektrik (Vape).

Narkoba 3,37 Ton di Gresik Itu Jenis Kuncup Ganja, Berasal dari Thailand

Barang terlarang tersebut merupakan jaringan internasional berasal dari Thailand. Total, barang bukti yang disita sebanyak 3,37 ton.