Rabu, 12 Agu 2026 20:32 WIB

Wali Kota Eri Geram dengan Kinerja Camat di Tiga Kecamatan, Ini Alasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 28 Jun 2026 17:33 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi. (Dok.Pemkot Surabaya). 
Wali Kota Eri Cahyadi. (Dok.Pemkot Surabaya). 

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan seluruh camat dan lurah agar selalu responsif terhadap berbagai persoalan warga.

Menurutnya, pejabat wilayah harus siap bekerja kapan pun dibutuhkan karena jabatan merupakan amanah untuk melayani masyarakat, bukan sekadar menikmati fasilitas.

Baca Juga: Penanganan Banjir di Surabaya Masih Setengah Hati, DPRD Bongkar Penyebabnya

Eri menegaskan seorang pejabat struktural harus mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk kepentingan warga Surabaya.

Pernyataan itu disampaikan setelah dirinya melakukan inspeksi mendadak (sidak) hingga dini hari dan menemukan sejumlah persoalan di lapangan yang dinilai tidak ditangani secara optimal.

"Jabatan struktural ini bukan untuk tidur nyenyak di malam hari. Kalau mau tidur nyenyak seperti juragan, ya jangan pernah jadi pejabat. Ketika mengambil jabatan ini, maka waktu, jiwa, dan pemikiran harus didedikasikan penuh untuk warga Surabaya," tegas Eri.

Eri menyoroti kinerja tiga kecamatan, yakni Sukomanunggal, Semampir, dan Sawahan.

Di Kecamatan Sukomanunggal, ia menemukan persoalan pasar tumpah dan tumpukan sampah di saluran air yang belum tertangani maksimal.

Sementara di Kecamatan Semampir, ia menyayangkan tidak hadirnya camat dan lurah saat terjadi kemacetan parah di kawasan pasar.

 Sedangkan di kawasan Blauran, Kecamatan Sawahan, ia menilai masih terjadi pembiaran terhadap parkir liar.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Inspektorat Usut Tuntas Penipuan Loker Pemkot oleh Oknum Dishub dan Satpol PP

Atas temuan tersebut, Eri menginstruksikan Inspektorat Kota Surabaya untuk melakukan pemeriksaan terhadap camat dan lurah di tiga kecamatan tersebut.

"Saya instruksikan Inspektorat untuk memeriksa mereka. Kalau rekomendasinya diturunkan atau dicopot dari jabatannya, ya langsung saya copot," ujarnya.

Selain tiga kecamatan itu, Eri mengungkapkan masih ada tiga hingga lima pejabat wilayah lainnya yang juga akan menjalani pemeriksaan. Langkah tersebut diambil karena pejabat yang bersangkutan tidak dapat dihubungi saat dirinya melakukan sidak di lapangan.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah memperkuat kolaborasi dalam menjaga fasilitas publik, termasuk menertibkan parkir liar yang merusak pedestrian.

Baca Juga: Janjikan Pekerjaan dengan Rp20 Juta,  Dua Oknum THL Dipecat

Menurutnya, aset yang dibangun menggunakan APBD harus dijaga bersama agar anggaran tidak kembali habis hanya untuk memperbaiki kerusakan yang seharusnya bisa dicegah.

"Pedestrian dibangun menggunakan uang rakyat. Jangan sampai rusak karena dijadikan tempat parkir, lalu diperbaiki lagi dengan anggaran yang sama. Lebih baik anggaran itu digunakan untuk sekolah gratis dan layanan kesehatan gratis bagi warga Surabaya," katanya.

Eri juga memastikan seluruh pejabat struktural akan dievaluasi dalam enam bulan ke depan. Apabila target kinerja tidak tercapai, ia meminta mereka siap menerima konsekuensi, termasuk mengundurkan diri dari jabatan.

"Kota ini akan berjalan baik kalau sistem birokrasinya berjalan sebagai satu keluarga besar, bukan menonjolkan ego dinas masing-masing," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Derita Korban Kejahatan Jalanan: Tak Tercover BPJS, Orang Tua Kelimpungan

LPSK mengakui keterbatasan anggaran yang dimiliki. Untuk mengatasi tagihan medis yang fantastis, menerapkan skema kolaborasi atau cost sharing bersama Pemda.

Tersandung Kasus Dugaan Aborsi, Tio Ferdian Dicopot dari Anggota Paguyuban Cak dan Ning Surabaya

Keputusan itu merupakan tindak lanjut dari persoalan yang sebelumnya menjadi perhatian publik. Yakni dugaan Tio yang menyuruh kekasihnya untuk melakukan aborsi.

CitraLand Surabaya Tegaskan Izin Pengelolaan Air Mandiri Masih Aktif, Juga Lengkap dengan KBLI

Selain SIPA, manajemen CitraLand menyebut kegiatan pengelolaan air tercantum dalam KBLI 36001, yakni kegiatan penampungan, penjernihan dan penyaluran air minum.

Komplotan Pembobol Brankas Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto Rp1 M Dibekuk, Satu Pelaku Ditembak

Kini, polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut, juga termasuk memburu dua pelaku lain dari komplotan ini yang masih kabur.

CitraLand Surabaya Akui Adanya Pengelolaan Air Mandiri Karena PDAM Belum Mampu

Meski begitu, CitraLand siap bekerja sama jika kapasitas PDAM sudah mampu penuhi kebutuhan air kawasan sekaligus tidak mengurangi pasokan untuk masyarakat.

Pelapor Desak Polisi Pakai UU Perguruan Tinggi-Sisdiknas dalam Kasus Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Bojonegoro

Nantinya, ia juga akan melampirkan temuan baru berupa Salinan Keputusan Gubernur Jawa Timur terkait pengangkatan anggota DPRD Bojonegoro periode 2024–2029.