Rabu, 21 Okt 2026 15:04 WIB

Gas Bumi 24/7, PGN Intensifkan Sosialisasi Jargas di Lumajang

selalu.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), sebagai Subholding Gas Pertamina, terus memperluas sosialisasi pemanfaatan jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan memastikan masyarakat memahami manfaat, tata cara penggunaan, serta aspek keamanan gas bumi sebagai energi praktis sehari-hari.

 

Baca Juga: Kabar Gembira, PGN Siapkan Jargas Pipa untuk Pelaku UMKM di Trenggalek

Sosialisasi dilaksanakan di sejumlah desa dan kelurahan yang dilalui jalur pipa Jargas. Saat ini, pengelolaan pelanggan Jargas di Lumajang mencapai 2.945 Sambungan Rumah (SR). Program ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang dilaksanakan atas penugasan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), termasuk di wilayah Lumajang.

 

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, menyatakan dukungan penuh terhadap program Jargas. Ia berharap kehadiran Jargas menjadi alternatif energi yang aman, bersih, dan ekonomis bagi rumah tangga.

 

"Kami menyambut baik program ini. Dengan Jargas, kebutuhan bahan bakar rumah tangga terpenuhi dengan distribusi yang lebih mudah. Gas bumi ini hadir 24 jam non-stop melalui pipa, sehingga mengurangi kekhawatiran masyarakat kehabisan gas atau kesulitan mencari stok gas,” ujar Thoriqul.

 

Melalui Jargas, masyarakat mendapatkan beberapa keunggulan. Pasokan gas mengalir terus menerus 24/7, sehingga tidak perlu mengganti atau membeli tabung. Gas bumi (Metana) lebih ringan dari udara, sehingga jika terjadi kebocoran akan mengarah ke atas dan meminimalkan risiko ledakan. Pembakaran gas bumi juga lebih sempurna.

 

Baca Juga: PGN Sabet Penghargaan IICD Corporate Governance Award 2026

“Sosialisasi tentang keamanan pemanfaatan gas merupakan kegiatan rutin PGN di setiap wilayah yang terpasang pipa Jargas. Tujuannya memberikan pemahaman tentang gas bumi sekaligus mengajak warga menjaga aset dan fasilitas jaringan gas milik pemerintah," ujar Mochammad Arif, Area Head Pasuruan.

 

“Selain tata cara penggunaan Jargas, sosialisasi mencakup edukasi aspek keamanan, termasuk cara mendeteksi kebocoran, langkah tanggap darurat, dan nomor layanan pengaduan PGN,” jelas Arif.

 

PGN juga memperkenalkan kemudahan catat meter mandiri melalui aplikasi PGN Mobile yang tersedia di Playstore dan Appstore. Pencatatan meter tetap dijalankan petugas setiap 3 bulan sekali untuk memastikan akurasi. Pelanggan juga dapat melakukan catat meter mandiri melalui WhatsApp resmi PGN di nomor 081511500645.

Baca Juga: Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

 

PGN berkomitmen melakukan sosialisasi Jargas secara intensif agar masyarakat Lumajang dapat memanfaatkan gas bumi dengan maksimal dan aman. Program ini juga mendukung upaya pemerintah mengoptimalkan sumber daya gas nasional untuk kesejahteraan masyarakat.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.

Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.

Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, penindakan saja tidak cukup.

Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Pelaku datang ke lokasi yang juga berfungsi sebagai hunian keluarga, dan menuntut secara kasar kepada Renata agar menyerahkan surat atau sertifikat bangunan.

SIER Perkuat Kerja Sama dengan Investor Jepang, Konjen Dukung Rencana Pengembangan Kawasan Industri

Selain membahas kerja sama yang telah berjalan, Takonai menyambut baik rencana SIER untuk terus mengembangkan kawasan industri di daerah lain.

Polda Jatim Terjunkan Pasukan Atasi Penanganan Karhutla

Berdasarkan perkembangan situasi dan hasil pemantauan, karhutla masih terpantau di sembilan wilayah di Jawa Timur.