Kamis, 04 Jun 2026 10:51 WIB

Calon Direksi KBS Didominasi Non-Ahli Satwa, DPRD Surabaya Ingatkan Jati Diri Konservasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 24 Okt 2025 15:44 WIB

selalu.id – DPRD Kota Surabaya menyoroti munculnya sembilan nama calon direksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang dinilai tidak memiliki latar belakang di bidang konservasi satwa.

 

Baca Juga: KBS Bakal Masuk Penataan Besar, Wali Kota Eri Siapkan Satwa Rahasia dari Jepang

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Perumda KBS, Yuga Pratisabda Widyawasta, mengatakan proses rekrutmen memang dibuka secara luas untuk publik. Namun, ia mengingatkan agar seleksi tetap menjaga jati diri KBS sebagai lembaga konservasi.

 

“Pendaftarannya memang dibuka untuk umum. Siapa pun yang memenuhi syarat administrasi boleh ikut. Semakin banyak calon, semakin bagus, karena nanti bisa lebih selektif,” kata Yuga, Jumat (24/10/2025).

 

Meski demikian, legislator dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menegaskan posisi direksi KBS tidak bisa hanya dilihat dari sisi bisnis.

 

“KBS ini bukan BUMD biasa. Selain mengejar profit, juga punya tanggung jawab konservasi. Jadi harus ada orang yang paham dunia satwa dan keseimbangan antara keuntungan dan pelestarian,” ujarnya.

 

Yuga menilai polemik penunggangan anak gajah bernama Rocky beberapa waktu lalu menjadi contoh pentingnya pemahaman konservasi di manajemen KBS.

 

“Kalau paham prinsip konservasi, kejadian seperti itu bisa dijelaskan dengan benar ke publik,” katanya.

 

Ia juga mengajak komunitas pecinta satwa untuk ikut aktif dalam proses seleksi berikutnya.

Baca Juga: Info Rek! Parkir Kebun Binatang Surabaya Bakal Seperti Gerbang Tol Lho..

 

“Kalau ada teman-teman komunitas yang punya figur tepat, dorong saja untuk daftar. Ini kesempatan untuk ikut memperbaiki KBS,” tambahnya.

 

Terkait sembilan nama calon direksi yang lolos saat ini, Yuga menegaskan bahwa proses masih pada tahap awal.

 

“Baru seleksi administrasi, belum tentu lanjut semua. Kalau nanti belum ada figur yang cocok, bisa saja seleksi diulang lagi,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Kebun Binatang Surabaya Membludak saat Libur Lebaran, Ini yang Jadi Favorit Anak-anak

Yuga menambahkan, setelah Raperda Perumda KBS disahkan, seleksi ulang terhadap direksi dan dewan pengawas hampir pasti dilakukan.

 

“Kalau perda baru sudah berlaku, semua direksi dan Bawas akan diseleksi ulang dari nol,” jelasnya.

 

Meski begitu, Yuga berharap kinerja positif KBS dalam dua tahun terakhir tetap terjaga.

 

“Sekarang performa keuangan dan konservasinya cukup baik. Saya harap pergantian direksi tidak malah menurunkan kinerja itu,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.