Selasa, 21 Jul 2026 19:17 WIB

Calon Direksi KBS Didominasi Non-Ahli Satwa, DPRD Surabaya Ingatkan Jati Diri Konservasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 24 Okt 2025 15:44 WIB

selalu.id – DPRD Kota Surabaya menyoroti munculnya sembilan nama calon direksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang dinilai tidak memiliki latar belakang di bidang konservasi satwa.

 

Baca Juga: KBS Bakal Masuk Penataan Besar, Wali Kota Eri Siapkan Satwa Rahasia dari Jepang

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Perumda KBS, Yuga Pratisabda Widyawasta, mengatakan proses rekrutmen memang dibuka secara luas untuk publik. Namun, ia mengingatkan agar seleksi tetap menjaga jati diri KBS sebagai lembaga konservasi.

 

“Pendaftarannya memang dibuka untuk umum. Siapa pun yang memenuhi syarat administrasi boleh ikut. Semakin banyak calon, semakin bagus, karena nanti bisa lebih selektif,” kata Yuga, Jumat (24/10/2025).

 

Meski demikian, legislator dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menegaskan posisi direksi KBS tidak bisa hanya dilihat dari sisi bisnis.

 

“KBS ini bukan BUMD biasa. Selain mengejar profit, juga punya tanggung jawab konservasi. Jadi harus ada orang yang paham dunia satwa dan keseimbangan antara keuntungan dan pelestarian,” ujarnya.

 

Yuga menilai polemik penunggangan anak gajah bernama Rocky beberapa waktu lalu menjadi contoh pentingnya pemahaman konservasi di manajemen KBS.

 

“Kalau paham prinsip konservasi, kejadian seperti itu bisa dijelaskan dengan benar ke publik,” katanya.

 

Ia juga mengajak komunitas pecinta satwa untuk ikut aktif dalam proses seleksi berikutnya.

Baca Juga: Info Rek! Parkir Kebun Binatang Surabaya Bakal Seperti Gerbang Tol Lho..

 

“Kalau ada teman-teman komunitas yang punya figur tepat, dorong saja untuk daftar. Ini kesempatan untuk ikut memperbaiki KBS,” tambahnya.

 

Terkait sembilan nama calon direksi yang lolos saat ini, Yuga menegaskan bahwa proses masih pada tahap awal.

 

“Baru seleksi administrasi, belum tentu lanjut semua. Kalau nanti belum ada figur yang cocok, bisa saja seleksi diulang lagi,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Kebun Binatang Surabaya Membludak saat Libur Lebaran, Ini yang Jadi Favorit Anak-anak

Yuga menambahkan, setelah Raperda Perumda KBS disahkan, seleksi ulang terhadap direksi dan dewan pengawas hampir pasti dilakukan.

 

“Kalau perda baru sudah berlaku, semua direksi dan Bawas akan diseleksi ulang dari nol,” jelasnya.

 

Meski begitu, Yuga berharap kinerja positif KBS dalam dua tahun terakhir tetap terjaga.

 

“Sekarang performa keuangan dan konservasinya cukup baik. Saya harap pergantian direksi tidak malah menurunkan kinerja itu,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.