Calon Direksi KBS Didominasi Non-Ahli Satwa, DPRD Surabaya Ingatkan Jati Diri Konservasi
- Penulis : Ade Resty
- | Jumat, 24 Okt 2025 15:44 WIB
selalu.id – DPRD Kota Surabaya menyoroti munculnya sembilan nama calon direksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang dinilai tidak memiliki latar belakang di bidang konservasi satwa.
Baca Juga: Menanti Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Rp10 Miliar di Kebun Binatang Surabaya
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Perumda KBS, Yuga Pratisabda Widyawasta, mengatakan proses rekrutmen memang dibuka secara luas untuk publik. Namun, ia mengingatkan agar seleksi tetap menjaga jati diri KBS sebagai lembaga konservasi.
“Pendaftarannya memang dibuka untuk umum. Siapa pun yang memenuhi syarat administrasi boleh ikut. Semakin banyak calon, semakin bagus, karena nanti bisa lebih selektif,” kata Yuga, Jumat (24/10/2025).
Meski demikian, legislator dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menegaskan posisi direksi KBS tidak bisa hanya dilihat dari sisi bisnis.
“KBS ini bukan BUMD biasa. Selain mengejar profit, juga punya tanggung jawab konservasi. Jadi harus ada orang yang paham dunia satwa dan keseimbangan antara keuntungan dan pelestarian,” ujarnya.
Yuga menilai polemik penunggangan anak gajah bernama Rocky beberapa waktu lalu menjadi contoh pentingnya pemahaman konservasi di manajemen KBS.
“Kalau paham prinsip konservasi, kejadian seperti itu bisa dijelaskan dengan benar ke publik,” katanya.
Ia juga mengajak komunitas pecinta satwa untuk ikut aktif dalam proses seleksi berikutnya.
Baca Juga: Buntut Kasus Korupsi, Pemkot Surabaya Buka Seleksi Terbuka Dirut KBS Secara Nasional
“Kalau ada teman-teman komunitas yang punya figur tepat, dorong saja untuk daftar. Ini kesempatan untuk ikut memperbaiki KBS,” tambahnya.
Terkait sembilan nama calon direksi yang lolos saat ini, Yuga menegaskan bahwa proses masih pada tahap awal.
“Baru seleksi administrasi, belum tentu lanjut semua. Kalau nanti belum ada figur yang cocok, bisa saja seleksi diulang lagi,” ungkapnya.
Baca Juga: Tak Cukup Jago Manajemen, Apecsi Minta Bos Baru KBS Punya Jiwa Konservasi
Yuga menambahkan, setelah Raperda Perumda KBS disahkan, seleksi ulang terhadap direksi dan dewan pengawas hampir pasti dilakukan.
“Kalau perda baru sudah berlaku, semua direksi dan Bawas akan diseleksi ulang dari nol,” jelasnya.
Meski begitu, Yuga berharap kinerja positif KBS dalam dua tahun terakhir tetap terjaga.
“Sekarang performa keuangan dan konservasinya cukup baik. Saya harap pergantian direksi tidak malah menurunkan kinerja itu,” pungkasnya.
Editor : Ading