Jumat, 05 Jun 2026 23:44 WIB

Rp47 Miliar untuk Gen Z, Cak Yebe Dorong Anak Muda Mandiri Tanpa Mental Bantuan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 23 Okt 2025 17:43 WIB
Ketua Komisi A, Yona Bagus Widyatmoko
Ketua Komisi A, Yona Bagus Widyatmoko

selalu.id – Komisi A DPRD Kota Surabaya menyoroti rencana anggaran Rp47 miliar untuk program intervensi Gen Z dalam R-APBD 2026. Ketua Komisi A, Yona Bagus Widyatmoko, meminta agar dana tersebut diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi anak muda, bukan sekadar kegiatan seremonial.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

“Anggaran ini insyaallah sebesar Rp47 miliar untuk intervensi Gen Z. Tujuannya tentu ingin mengurangi kemiskinan, pengangguran, sekaligus mendorong kemandirian anak muda,” ujar Yona usai pembahasan R-APBD 2026 bersama Bapemkesra, Kamis (23/10/2025).

 

Politisi Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe itu menjelaskan, dana tersebut akan disalurkan melalui kecamatan dengan skema distribusi ke setiap RW sebesar Rp35 juta per tahun. Ia menekankan agar camat dan lurah berhati-hati dalam menyetujui proposal tanpa kajian matang.

 

“Jangan asal approve proposal. Harus dikaji agar programnya berkelanjutan dan punya dampak nyata,” tegasnya.

 

Menurut Yona, program intervensi sebaiknya difokuskan pada kegiatan berbasis kelompok produktif seperti urban farming, kuliner, atau usaha digital. Pola kerja kolektif dinilai lebih efektif dalam menumbuhkan semangat kemandirian.

 

“Yang penting berbasis kelompok, bukan individu. Contohnya usaha digital, kuliner, hingga urban farming,” ujarnya.

 

Ia mencontohkan keberhasilan program urban farming di Rungkut yang hasil panennya sudah mampu memasok toko modern. Pola semacam itu, menurutnya, bisa menjadi contoh bagi RW lain untuk menggerakkan ekonomi dari bawah.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

 

Selain pelatihan, Cak Yebe menilai dukungan modal menjadi kunci agar program tidak berhenti di teori. Ia juga membuka peluang agar beberapa RW bisa menggabungkan dana untuk kegiatan berskala lebih besar dan berjangka panjang.

 

“Jangan hanya ikut tren tanpa hitung masa hidup usahanya. Kuliner ramai, tapi berapa banyak SWK yang hidup segan mati tak enak,” ujarnya.

 

Yona juga menekankan pentingnya pembentukan mental wirausaha di kalangan Gen Z agar tidak bergantung pada bantuan.

 

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

“Ajari adik-adik kita sebuah proses, bukan hasil. Jangan biasakan mereka hanya menerima bantuan, nanti mentalnya jadi mental terus meminta,” tuturnya.

 

DPRD akan melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program ini. Yona berharap intervensi Gen Z bisa menjadi titik awal lahirnya banyak pengusaha muda di Surabaya.

 

“Kalau program ini berjalan seperti harapan kami, akan terjadi ledakan luar biasa. Banyak pengusaha muda lahir dari intervensi Gen Z ini,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.