Selasa, 01 Sep 2026 02:07 WIB

DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 17 Jul 2026 20:20 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi. (Dok. Selalu.id).
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Ramainya laporan masyarakat yang masuk melalui hotline dan media sosial Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dinilai menjadi indikator positif perubahan budaya birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. 

Di sisi lain, banyaknya aduan juga menjadi alarm perlunya pembenahan pelayanan publik di tingkat bawah.

Baca Juga: Potret Aksi 'Agustus Kelam' di Surabaya, Serukan Perlindungan hingga DBH Migas Madura

Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, menilai kebijakan membuka kanal pengaduan langsung kepada masyarakat mencerminkan transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka dan adaptif. 

Menurutnya, kehadiran hotline maupun media sosial membuat warga lebih berani menyampaikan persoalan yang terjadi di lingkungan mereka.

“Budaya masyarakat yang sekarang diikuti oleh Pak Wali yang akhirnya membuka hotline, saya mendukung positif. Mindset Pemkot sudah terbuka, tidak lagi budaya birokrasi tertutup. Dengan menjadikan media sosial sebagai mata warga yang akhirnya mengadu persoalan, ini merupakan transformasi budaya pemerintah yang adaptif,” kata Kahfi, Jumat (17/7//2027).

Meski mengapresiasi langkah tersebut, politikus Gerindra itu mengingatkan bahwa tingginya jumlah laporan juga menunjukkan masih adanya kelemahan dalam tata kelola pelayanan di tingkat pelaksana, mulai dari kelurahan hingga kecamatan.

Banyaknya persoalan yang baru terungkap melalui hotline menandakan sistem pelayanan di lapangan belum berjalan secara disiplin.

Baca Juga: Target PAD Parkir Terlalu Tinggi, DPRD Surabaya: Jangan Hanya Kejar Angka, Layani Warga!

“Orang berani speak up di media sosial, bahkan akhirnya banyak laporan. Sampai ada fakta masalah baru di hotline ini menandakan sistem di bawah masih kurang terkelola dengan disiplin. Saya memahami langkah Pak Wali ini sebagai upaya menata tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif,” jelas Kahfi.

Pihaknya pun berharap keberadaan hotline tidak hanya menjadi sarana menerima keluhan masyarakat, tetapi juga mampu mendorong perbaikan sistem pelayanan hingga ke level pemerintahan paling dekat dengan warga.

Kahfi menilai keberhasilan kepala daerah bukan diukur dari banyaknya aduan yang diterima, melainkan dari kemampuan menyelesaikan persoalan masyarakat di tingkat kelurahan dan kecamatan tanpa harus selalu melibatkan wali kota.

Baca Juga: BEM SI Jatim Gelar Aksi Simbolik di Grahadi Surabaya, Soroti Ketimpangan Anggaran Bencana

“Semoga dengan hotline ini Pak Wali juga punya target. Jangan sampai akhir periode Pak Wali hotline ini masih ramai aduan terus. Ketika persoalan pemerintahan sudah selesai di tingkat kelurahan dan kecamatan, berarti Pak Wali berhasil menyiapkan regenerasi tata kelola pemerintahan yang tanggap ing sasmito,” tuturnya.

Meski demikian, Kahfi menegaskan tidak ada sistem pemerintahan yang sepenuhnya bebas dari persoalan. Menurutnya, yang paling penting adalah kecepatan dan ketepatan pemerintah dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat.

“Karena tidak ada sebuah tatanan sosial masyarakat yang tidak ada masalah, pasti ada masalah. Tinggal bagaimana penyelesaiannya,” pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kapolres di Jawa Timur Dimutasi, Berikut Daftarnya

Abast mengatakan Polda Jatim menyatakan siap mengawal instruksi Mabes Polri tersebut. Prosesi serah terima jabatan pun bakal digelar dalam waktu dekat.

Menatap Masa Depan Industri Kopi dari Panggung Junior Barista Showdown 2026

Fabio P. Simorangkir menegaskan bahwa pengalaman bertanding dan berinteraksi dengan praktisi senior menjadi modal penting bagi karier masa depan para peserta.

Potret Kebijakan Absurd Penanganan Judi Online di Indonesia

Djoni menegaskan bahwa masyarakat yang menjadi pemain kerap kali berakhir hanya sebagai korban dari lemahnya pengawasan sistem.

Kebakaran Hutan di Lereng Semeru Meluas hingga 592 Hektar, Pendakian Ditutup Total

Isnugroho menyatakan bahwa sebaran titik api saat ini berada di sepanjang jalur pendakian Gunung Semeru, mulai dari kawasan Pos 1 hingga Pos 4.

Air Mata Syukur Mbah Sapekyah, Rumahnya yang Ludes Terbakar Segera Diperbaiki Pemkab Sidoarjo

Guna memastikan pengerjaan berjalan cepat, material bangunan dijadwalkan sudah mulai tiba di lokasi pada Selasa besok.

Saat Reog Bertemu Teknologi Digital, Balongbendo Sidoarjo Bergerak jadi Pusat Ekonomi Kreatif

Billy ingin BAAM Entertainment bukan sekadar studio produksi, melainkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif Sidoarjo.