Minggu, 18 Okt 2026 02:16 WIB

DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 17 Jul 2026 20:20 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi. (Dok. Selalu.id).
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Ramainya laporan masyarakat yang masuk melalui hotline dan media sosial Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dinilai menjadi indikator positif perubahan budaya birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. 

Di sisi lain, banyaknya aduan juga menjadi alarm perlunya pembenahan pelayanan publik di tingkat bawah.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, menilai kebijakan membuka kanal pengaduan langsung kepada masyarakat mencerminkan transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka dan adaptif. 

Menurutnya, kehadiran hotline maupun media sosial membuat warga lebih berani menyampaikan persoalan yang terjadi di lingkungan mereka.

“Budaya masyarakat yang sekarang diikuti oleh Pak Wali yang akhirnya membuka hotline, saya mendukung positif. Mindset Pemkot sudah terbuka, tidak lagi budaya birokrasi tertutup. Dengan menjadikan media sosial sebagai mata warga yang akhirnya mengadu persoalan, ini merupakan transformasi budaya pemerintah yang adaptif,” kata Kahfi, Jumat (17/7//2027).

Meski mengapresiasi langkah tersebut, politikus Gerindra itu mengingatkan bahwa tingginya jumlah laporan juga menunjukkan masih adanya kelemahan dalam tata kelola pelayanan di tingkat pelaksana, mulai dari kelurahan hingga kecamatan.

Banyaknya persoalan yang baru terungkap melalui hotline menandakan sistem pelayanan di lapangan belum berjalan secara disiplin.

Baca Juga: Sentuhan Sirpu Betina, Senjata Rahasia Performa Gacoan di Gantangan

“Orang berani speak up di media sosial, bahkan akhirnya banyak laporan. Sampai ada fakta masalah baru di hotline ini menandakan sistem di bawah masih kurang terkelola dengan disiplin. Saya memahami langkah Pak Wali ini sebagai upaya menata tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif,” jelas Kahfi.

Pihaknya pun berharap keberadaan hotline tidak hanya menjadi sarana menerima keluhan masyarakat, tetapi juga mampu mendorong perbaikan sistem pelayanan hingga ke level pemerintahan paling dekat dengan warga.

Kahfi menilai keberhasilan kepala daerah bukan diukur dari banyaknya aduan yang diterima, melainkan dari kemampuan menyelesaikan persoalan masyarakat di tingkat kelurahan dan kecamatan tanpa harus selalu melibatkan wali kota.

Baca Juga: Alumni Cak dan Ning Surabaya Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

“Semoga dengan hotline ini Pak Wali juga punya target. Jangan sampai akhir periode Pak Wali hotline ini masih ramai aduan terus. Ketika persoalan pemerintahan sudah selesai di tingkat kelurahan dan kecamatan, berarti Pak Wali berhasil menyiapkan regenerasi tata kelola pemerintahan yang tanggap ing sasmito,” tuturnya.

Meski demikian, Kahfi menegaskan tidak ada sistem pemerintahan yang sepenuhnya bebas dari persoalan. Menurutnya, yang paling penting adalah kecepatan dan ketepatan pemerintah dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat.

“Karena tidak ada sebuah tatanan sosial masyarakat yang tidak ada masalah, pasti ada masalah. Tinggal bagaimana penyelesaiannya,” pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

600 Penari Ramaikan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo

Kegiatan ini melibatkan penari dari Sidoarjo, Pasuruan, Surabaya, Mojokerto, hingga Malang.

KSPSI Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Kapolri dan Batalkan Aksi Buruh 20 Oktober

Desk Ketenagakerjaan sudah berdiri di 35 Polres yang tersebar di 14 Polda.

Kapolri Kunjungi Museum Marsinah di Nganjuk, Kenang Perjuangan Pahlawan Buruh

Rombongan disambut Penasihat Kapolri Bidang Ketenagakerjaan sekaligus Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.

Andreas Eddy Susetyo Usul Gabungkan Konservasi, Ekowisata, dan Perikanan di CMC 

selalu.id - Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengusulkan pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat di kawasan Clungup Mangrove Conservation atau CMC

Pembagian Tong Komposter di Tengah PR Sampah Surabaya

Kegiatan pembagian tong komposter pada Sabtu (17/10/2026) ini, diklaim jadi salah satu upaya mendorong pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.

Kemnaker Buka Layanan MagangHub Batch 3 di Jakarta, Kuota 70 Ribu Peserta

Perusahaan yang ingin datang diminta konfirmasi kehadiran terlebih dahulu melalui kode QR di flyer kegiatan.