Minggu, 18 Okt 2026 02:17 WIB

Menanti Pembenahan Akses dan Lahan Parkir di Wisata Hutan Kota Pakal Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 17 Jul 2026 13:02 WIB
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Agus Mashuri. (Foto: Ade/selalu.id).
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Agus Mashuri. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Agus Mashuri menilai pengembangan kawasan wisata di Pakal masih terkendala persoalan infrastruktur dasar. 

Menurutnya, akses jalan menuju kawasan Hutan Kota Pakal menjadi hambatan utama yang membuat potensi wisata di wilayah Surabaya Barat tersebut belum berkembang optimal.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

Agus mengatakan, pemerintah sebenarnya telah mengembangkan kawasan Hutan Kota Pakal 1 dan Hutan Kota Pakal 2. 

Berbagai kegiatan komunitas, mulai dari wisata offroad hingga komunitas mobil remote control, juga telah beberapa kali digelar di lokasi tersebut.

“Di sana sudah ada wisata offroad. Bahkan event komunitas juga sudah sering digelar. Potensinya sebenarnya sangat bagus untuk dikembangkan agar semakin ramai dikunjungi masyarakat,” kata Agus saat ditemui di Gedung DPRD Surabaya, Jumat (17/7/2026).

Namun, minimnya akses menuju lokasi membuat masyarakat enggan berkunjung. Karena itu, ia meminta Pemerintah Kota Surabaya memprioritaskan penyelesaian akses jalan dibanding hanya menggelar berbagai kegiatan di kawasan tersebut.

“Masalahnya hanya akses masuknya saja yang kurang memadai. Kalau akses jalannya dibenahi dan ditata dengan baik, saya yakin pariwisata di Pakal bisa berkembang dan mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya,” jelas Agus.

Agus mengatakan saat ini pengunjung hanya dapat mengakses kawasan wisata melalui jalur Gelora Bung Tomo (GBT). 

Selain itu, fasilitas parkir juga belum tersedia sehingga kendaraan pengunjung masih memanfaatkan lahan milik warga di sekitar rel kereta api.

Baca Juga: Sentuhan Sirpu Betina, Senjata Rahasia Performa Gacoan di Gantangan

“Kondisi sekarang tempat parkir belum ada. Yang ada dikelola warga di pinggir rel kereta api. Ini tentu kurang nyaman bagi pengunjung,” paparnya.

Agus menilai, persoalan tersebut tidak memerlukan proyek pembangunan besar. 

Menurutnya, pemerintah hanya perlu menyelesaikan akses jalan sepanjang sekitar 200 hingga 300 meter dari arah timur agar kendaraan bisa langsung menuju kawasan Hutan Kota Pakal 2.

“Kalau akses dari arah timur itu diselesaikan, tinggal sekitar 200 sampai 300 meter sudah tembus ke Hutan Kota 2. Ini yang menurut saya perlu menjadi perhatian pemerintah,” katanya.

Baca Juga: Alumni Cak dan Ning Surabaya Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Agus juga meminta Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya bersama organisasi perangkat daerah terkait mengevaluasi pengembangan wisata Pakal agar tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan event, tetapi juga memperkuat infrastruktur pendukung.

Perbaikan akses jalan akan mempermudah komunitas maupun masyarakat menggelar berbagai aktivitas di kawasan tersebut. 

Dampaknya diyakini mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisata, menggerakkan perekonomian warga sekitar, sekaligus menambah PAD Kota Surabaya.

“Yang paling penting akses jalannya dulu dibenahi. Setelah itu saya yakin wisata di Pakal akan semakin ramai. Komunitas-komunitas juga akan datang, event bisa lebih sering digelar, dan dampaknya tentu baik bagi ekonomi masyarakat maupun PAD Surabaya,” pungkas Agus.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

600 Penari Ramaikan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo

Kegiatan ini melibatkan penari dari Sidoarjo, Pasuruan, Surabaya, Mojokerto, hingga Malang.

KSPSI Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Kapolri dan Batalkan Aksi Buruh 20 Oktober

Desk Ketenagakerjaan sudah berdiri di 35 Polres yang tersebar di 14 Polda.

Kapolri Kunjungi Museum Marsinah di Nganjuk, Kenang Perjuangan Pahlawan Buruh

Rombongan disambut Penasihat Kapolri Bidang Ketenagakerjaan sekaligus Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.

Andreas Eddy Susetyo Usul Gabungkan Konservasi, Ekowisata, dan Perikanan di CMC 

selalu.id - Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengusulkan pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat di kawasan Clungup Mangrove Conservation atau CMC

Pembagian Tong Komposter di Tengah PR Sampah Surabaya

Kegiatan pembagian tong komposter pada Sabtu (17/10/2026) ini, diklaim jadi salah satu upaya mendorong pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.

Kemnaker Buka Layanan MagangHub Batch 3 di Jakarta, Kuota 70 Ribu Peserta

Perusahaan yang ingin datang diminta konfirmasi kehadiran terlebih dahulu melalui kode QR di flyer kegiatan.