Selasa, 01 Sep 2026 02:08 WIB

Menanti Pembenahan Akses dan Lahan Parkir di Wisata Hutan Kota Pakal Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 17 Jul 2026 13:02 WIB
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Agus Mashuri. (Foto: Ade/selalu.id).
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Agus Mashuri. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Agus Mashuri menilai pengembangan kawasan wisata di Pakal masih terkendala persoalan infrastruktur dasar. 

Menurutnya, akses jalan menuju kawasan Hutan Kota Pakal menjadi hambatan utama yang membuat potensi wisata di wilayah Surabaya Barat tersebut belum berkembang optimal.

Baca Juga: Potret Aksi 'Agustus Kelam' di Surabaya, Serukan Perlindungan hingga DBH Migas Madura

Agus mengatakan, pemerintah sebenarnya telah mengembangkan kawasan Hutan Kota Pakal 1 dan Hutan Kota Pakal 2. 

Berbagai kegiatan komunitas, mulai dari wisata offroad hingga komunitas mobil remote control, juga telah beberapa kali digelar di lokasi tersebut.

“Di sana sudah ada wisata offroad. Bahkan event komunitas juga sudah sering digelar. Potensinya sebenarnya sangat bagus untuk dikembangkan agar semakin ramai dikunjungi masyarakat,” kata Agus saat ditemui di Gedung DPRD Surabaya, Jumat (17/7/2026).

Namun, minimnya akses menuju lokasi membuat masyarakat enggan berkunjung. Karena itu, ia meminta Pemerintah Kota Surabaya memprioritaskan penyelesaian akses jalan dibanding hanya menggelar berbagai kegiatan di kawasan tersebut.

“Masalahnya hanya akses masuknya saja yang kurang memadai. Kalau akses jalannya dibenahi dan ditata dengan baik, saya yakin pariwisata di Pakal bisa berkembang dan mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya,” jelas Agus.

Agus mengatakan saat ini pengunjung hanya dapat mengakses kawasan wisata melalui jalur Gelora Bung Tomo (GBT). 

Selain itu, fasilitas parkir juga belum tersedia sehingga kendaraan pengunjung masih memanfaatkan lahan milik warga di sekitar rel kereta api.

Baca Juga: Target PAD Parkir Terlalu Tinggi, DPRD Surabaya: Jangan Hanya Kejar Angka, Layani Warga!

“Kondisi sekarang tempat parkir belum ada. Yang ada dikelola warga di pinggir rel kereta api. Ini tentu kurang nyaman bagi pengunjung,” paparnya.

Agus menilai, persoalan tersebut tidak memerlukan proyek pembangunan besar. 

Menurutnya, pemerintah hanya perlu menyelesaikan akses jalan sepanjang sekitar 200 hingga 300 meter dari arah timur agar kendaraan bisa langsung menuju kawasan Hutan Kota Pakal 2.

“Kalau akses dari arah timur itu diselesaikan, tinggal sekitar 200 sampai 300 meter sudah tembus ke Hutan Kota 2. Ini yang menurut saya perlu menjadi perhatian pemerintah,” katanya.

Baca Juga: BEM SI Jatim Gelar Aksi Simbolik di Grahadi Surabaya, Soroti Ketimpangan Anggaran Bencana

Agus juga meminta Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya bersama organisasi perangkat daerah terkait mengevaluasi pengembangan wisata Pakal agar tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan event, tetapi juga memperkuat infrastruktur pendukung.

Perbaikan akses jalan akan mempermudah komunitas maupun masyarakat menggelar berbagai aktivitas di kawasan tersebut. 

Dampaknya diyakini mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisata, menggerakkan perekonomian warga sekitar, sekaligus menambah PAD Kota Surabaya.

“Yang paling penting akses jalannya dulu dibenahi. Setelah itu saya yakin wisata di Pakal akan semakin ramai. Komunitas-komunitas juga akan datang, event bisa lebih sering digelar, dan dampaknya tentu baik bagi ekonomi masyarakat maupun PAD Surabaya,” pungkas Agus.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kapolres di Jawa Timur Dimutasi, Berikut Daftarnya

Abast mengatakan Polda Jatim menyatakan siap mengawal instruksi Mabes Polri tersebut. Prosesi serah terima jabatan pun bakal digelar dalam waktu dekat.

Menatap Masa Depan Industri Kopi dari Panggung Junior Barista Showdown 2026

Fabio P. Simorangkir menegaskan bahwa pengalaman bertanding dan berinteraksi dengan praktisi senior menjadi modal penting bagi karier masa depan para peserta.

Potret Kebijakan Absurd Penanganan Judi Online di Indonesia

Djoni menegaskan bahwa masyarakat yang menjadi pemain kerap kali berakhir hanya sebagai korban dari lemahnya pengawasan sistem.

Kebakaran Hutan di Lereng Semeru Meluas hingga 592 Hektar, Pendakian Ditutup Total

Isnugroho menyatakan bahwa sebaran titik api saat ini berada di sepanjang jalur pendakian Gunung Semeru, mulai dari kawasan Pos 1 hingga Pos 4.

Air Mata Syukur Mbah Sapekyah, Rumahnya yang Ludes Terbakar Segera Diperbaiki Pemkab Sidoarjo

Guna memastikan pengerjaan berjalan cepat, material bangunan dijadwalkan sudah mulai tiba di lokasi pada Selasa besok.

Saat Reog Bertemu Teknologi Digital, Balongbendo Sidoarjo Bergerak jadi Pusat Ekonomi Kreatif

Billy ingin BAAM Entertainment bukan sekadar studio produksi, melainkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif Sidoarjo.