Senin, 03 Agu 2026 15:30 WIB

Hari Santri Nasional, KH Asep Saifudin Chalim Apresiasi Jokowi dan Prabowo

selalu.id – Pondok Pesantren Amanatul Ummah memperingati Hari Santri Nasional dengan menggelar upacara yang diikuti sekitar 10 ribu santri di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

 

Baca Juga: Kiai Asep Tegaskan Tak Terkait Koperasi Amanatul Ummah yang Diduga Tambang Ilegal

Peringatan Hari Santri 2025 mengusung tema Mengawal Indonesia Menuju Peradaban Dunia. Para santri bertekad menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI dan berperan aktif dalam membangun peradaban dunia berlandaskan nilai-nilai pesantren.

 

Hari Santri menjadi momentum penting bagi kalangan pesantren untuk mengenang perjuangan para santri yang berperan besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifudin Chalim, menuturkan kembali semangat resolusi jihad yang diserukan KH Hasyim Asy’ari, saat para santri bersatu melawan penjajah Belanda.

 

“Para santri akan selalu berada di garis terdepan dalam menjaga kemerdekaan dan persatuan bangsa Indonesia,” ujar KH Asep, Rabu (22/10/2025).

 

Dalam kesempatan itu, Kiai Asep juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden ke-7 Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto.

 

“Terima kasih kepada Bapak Jokowi yang telah menetapkan Hari Santri Nasional. Terima kasih kepada Pak Prabowo yang bertekad keras bahwa pondok-pondok pesantren akan dibangun dengan APBN karena memang seharusnya demikian,” katanya.

 

Meski demikian, KH Asep menegaskan bahwa Ponpes Amanatul Ummah akan tetap menjaga kemandiriannya dan tidak menerima bantuan dana pembangunan dari pemerintah.

 

“Mohon maaf, Amanatul Ummah akan tetap mandiri. Biarkan bantuan tersebut mengalir kepada pesantren-pesantren lain karena Amanatul Ummah akan menjadi pelopor kemandirian pesantren,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Saksikan Rekan Sejawat Meninggal, Begini Cerita Pilu Penumpang yang Selamat di KM Mutiara Sentosa II

Ketika keadaan makin memburuk, Bambang terpaksa meloncat dari ketinggian sekitar empat meter menuju laut dalam kondisi sudah malam.

Pindah Kapal Berkali-kali, Begini Kesaksian Korban KMP Mutiara Sentosa II Sebelum Tiba di Surabaya

Sebagian lainnya dipindahkan ke kapal niaga, kapal SAR, hingga kapal perang milik TNI Angkatan Laut.

Menhub Bongkar Kejanggalan Manifest KMP Mutiara Sentosa 2, Lima Anak Ternyata Tak Tercatat

Temuan itu dicurigai setelah lima anak yang berhasil dievakuasi ternyata tidak tercatat dalam dokumen resmi kapal.

Kesaksian Sopir Logistik KMP Mutiara Sentosa 2: Tak Bisa Menunggu, Semua Harus Melompat

Ketiganya terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri setelah kobaran api melahap sebagian besar badan kapal.

Perjuangan Keluarga Cari Korban KMP Mutiara Sentosa 2, Begini Suasana Live Posko Antemortem

Keluarga korban tidak hanya berjuang melawan ketidakpastian, tetapi juga kesulitan menemukan nama anggota keluarganya di dalam daftar manifes.

Gelar Istigasah Jelang IGIC 2026, Kemenag Jatim Tekankan Fungsi Masjid sebagai Pusat Perdamaian

Puncak acara akan diisi langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang memimpin Tabligh Akbar di hadapan ribuan jemaah.