Kiai Asep Tegaskan Tak Terkait Koperasi Amanatul Ummah yang Diduga Tambang Ilegal
- Penulis : Achmad Supriyadi
- | Jumat, 07 Nov 2025 15:13 WIB
selalu.id – KH Asep Saifudin Chalim mendesak aparat penegak hukum segera menindak tegas puluhan tambang ilegal yang beroperasi di Kabupaten Mojokerto.
Baca Juga: Mengenal Sepatu Aveka, Pemenang Shopee Jagoan UMKM asal Mojokerto
Berdasarkan data yang diterima, terdapat sekitar 100 lokasi tambang di wilayah tersebut. Namun, hanya sembilan di antaranya yang berizin resmi, sementara sisanya berstatus ilegal.
Kiai Asep menilai maraknya tambang ilegal menyebabkan kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) hingga puluhan miliar rupiah. Padahal, pemasukan dari tambang yang legal hanya sekitar Rp 20 miliar.
“Mari dilegalkan. Kalau ilegal sangat merugikan, menyengsarakan masyarakat. Kami meminta agar penegak hukum segera menindak tambang ilegal,” kata Kiai Asep, Jumat (7/11/2025).
Baca Juga: Pesan Khusus Ning Ita pada Insan Pers Dalam Perayaan HPN ke-80 di Mojokerto
Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah itu juga menyayangkan adanya pihak yang mencatut nama lembaganya untuk kepentingan penambangan ilegal. Ia menegaskan tidak memiliki hubungan apa pun dengan Koperasi Amanatul Ummah yang beroperasi di kawasan Ngoro.
“Saya dirugikan karena menggunakan nama Amanatul Ummah. Ini nama besar, nama agung. Kemudian dicoreng oleh koperasi yang menambang ilegal, ini bahaya sekali,” ujarnya.
Baca Juga: Sate 'Nggarai Tangi' di Pinggiran Sawah Mojokerto, Begini Khasiatnya untuk Pria Dewasa
Kiai Asep meminta koperasi tersebut mengganti nama karena dinilai merusak reputasi lembaga pendidikan yang diasuhnya.
“Kami merasa dirugikan, mohon ditertibkan. Kami nyatakan itu tidak ada kaitannya dengan Koperasi Amanatul Ummah. Nama koperasi itu harus diganti,” pungkasnya.
Editor : Ading