Minggu, 19 Jul 2026 20:41 WIB

Kasus Kader PDIP Surabaya Berujung Laporan Polisi, Begini Curhatan Istrinya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 13 Okt 2025 17:23 WIB
Screenshoot Instagram Cindy Callista Saconk
Screenshoot Instagram Cindy Callista Saconk

selalu.id - Kasus rumah tangga dokter gigi drg. Cindy Callista Saconk dengan suaminya yang disebut sebagai kader PDIP Surabaya, Hadrean Renanda, kini berlanjut ke ranah hukum.

Cindy resmi melaporkan suaminya ke Polda Jawa Timur setelah unggahannya viral di media sosial.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @drg.cindysaconk, Cindy menyampaikan bahwa ia telah menyerahkan laporan resmi ke kepolisian.

“Terkait hal ini saya sudah memasukkan laporan kembali ke Polda,” kata Cindy, saat dihubungi selalu.id, melalui pesan WhatsApp, Senin (13/10/2025).

Unggahan Cindy yang disertai pesan terbuka kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan DPC PDIP Surabaya lainnya, tersebut langsung menyita perhatian publik.

Dalam unggahan itu, Cindy meminta keadilan dan menuntut agar sejumlah dokumen pribadinya segera dikembalikan.

“Saya hanya memohonkan dikembalikannya sertifikat saya, beserta STR dokter, SIP, serta ijazah saya yang diambil secara paksa,” tulisnya dalam keterangan video.

Cindy menegaskan, langkahnya bukan untuk mencari sensasi, melainkan memperjuangkan hak sebagai perempuan dan ibu.

“Saya rakyat kecil memohonkan kebijakan Bapak dan Ibu yang terhormat. Salam hormat saya,” tulisnya.

Sebelumnya, Plt Ketua DPC PDIP Surabaya, Yordan M Batara-Goa, memastikan pihaknya telah menindaklanjuti dan memeriksa kedua belah pihak.

Kami sangat peduli dan sudah berupaya bertindak cepat. Kami sudah mendengar penjelasan kedua belah pihak, termasuk data pendukung yang ada,” ujar Yordan saat dikonfirmasi Selalu.id, Jumat (11/10/2025).

Yordan menyebut, hingga kini masih ada perbedaan versi cerita antara Cindy dan suaminya. Karena itu, DPC PDIP Surabaya berencana menggelar pertemuan lanjutan dalam waktu dekat.

“Masih akan ada pertemuan lanjutan untuk menyelesaikan permasalahan ini,” tegasnya.

Unggahan Cindy telah disukai lebih dari 21 ribu pengguna Instagram. Banyak warganet memberikan dukungan dan simpati atas keberaniannya membawa persoalan ini ke ranah hukum.

Dalam unggahan panjangnya, Cindy juga menceritakan bahwa permasalahan rumah tangganya sudah terjadi sejak awal pernikahan tahun 2012. Ia mengaku sempat kabur dari rumah karena dugaan perselingkuhan.

Meski sempat rujuk, Cindy menyebut perilaku suaminya tak berubah hingga setelah kelahiran anak ketiga.

“Sampai sudah lahir tiga anak, tabiat laki-laki jika sudah sekali nakal dan tahu enak, jangan harap insaf,” tulisnya.

Kini, Cindy berharap laporannya di Polda Jawa Timur bisa menjadi titik terang untuk mendapatkan keadilan dan hak atas dokumen pribadinya.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

- Kasus rumah tangga dokter gigi drg. Cindy Callista Saconk dengan suaminya yang disebut sebagai kader PDIP Surabaya, Hadrean Renanda, kini berlanjut ke ranah hukum.

Cindy resmi melaporkan suaminya ke Polda Jawa Timur setelah unggahannya viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @drg.cindysaconk, Cindy menyampaikan bahwa ia telah menyerahkan laporan resmi ke kepolisian.

“Terkait hal ini saya sudah memasukkan laporan kembali ke Polda,” kata Cindy, saat dihubungi selalu.id, melalui pesan WhatsApp, Senin (13/10/2025).

Unggahan Cindy yang disertai pesan terbuka kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan DPC PDIP Surabaya lainnya, tersebut langsung menyita perhatian publik.

Dalam unggahan itu, Cindy meminta keadilan dan menuntut agar sejumlah dokumen pribadinya segera dikembalikan.

“Saya hanya memohonkan dikembalikannya sertifikat saya, beserta STR dokter, SIP, serta ijazah saya yang diambil secara paksa,” tulisnya dalam keterangan video.

Cindy menegaskan, langkahnya bukan untuk mencari sensasi, melainkan memperjuangkan hak sebagai perempuan dan ibu.

“Saya rakyat kecil memohonkan kebijakan Bapak dan Ibu yang terhormat. Salam hormat saya,” tulisnya.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Sebelumnya, Plt Ketua DPC PDIP Surabaya, Yordan M Batara-Goa, memastikan pihaknya telah menindaklanjuti dan memeriksa kedua belah pihak.

Kami sangat peduli dan sudah berupaya bertindak cepat. Kami sudah mendengar penjelasan kedua belah pihak, termasuk data pendukung yang ada,” ujar Yordan saat dikonfirmasi Selalu.id, Jumat (11/10/2025).

Yordan menyebut, hingga kini masih ada perbedaan versi cerita antara Cindy dan suaminya. Karena itu, DPC PDIP Surabaya berencana menggelar pertemuan lanjutan dalam waktu dekat.

“Masih akan ada pertemuan lanjutan untuk menyelesaikan permasalahan ini,” tegasnya.

Unggahan Cindy telah disukai lebih dari 21 ribu pengguna Instagram. Banyak warganet memberikan dukungan dan simpati atas keberaniannya membawa persoalan ini ke ranah hukum.

Dalam unggahan panjangnya, Cindy juga menceritakan bahwa permasalahan rumah tangganya sudah terjadi sejak awal pernikahan tahun 2012. Ia mengaku sempat kabur dari rumah karena dugaan perselingkuhan.

Meski sempat rujuk, Cindy menyebut perilaku suaminya tak berubah hingga setelah kelahiran anak ketiga.

“Sampai sudah lahir tiga anak, tabiat laki-laki jika sudah sekali nakal dan tahu enak, jangan harap insaf,” tulisnya.

Kini, Cindy berharap laporannya di Polda Jawa Timur bisa menjadi titik terang untuk mendapatkan keadilan dan hak atas dokumen pribadinya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.