Selasa, 21 Jul 2026 23:01 WIB

Polisi Identifikasi 50 Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo, 14 Kantong Masih Diperiksa

selalu.id – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur terus melanjutkan proses identifikasi korban tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo. Hingga Jumat (10/10/2025) malam, sebanyak 50 jenazah dari total 67 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi.

 

Baca Juga: Angin Kencang di Surabaya, Pohon Tumbang Timpa Ojol dan Penumpang

Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol Dr. dr. M. Khusnan Marzuki, selaku Komandan DVI, menyampaikan tiga korban tambahan berhasil teridentifikasi melalui metode medis, odontologi (gigi), dan DNA. Mereka adalah Moh. Alfin Mutawakkilalallah (17) asal Bangkalan, Muhammad Iklil Ibrahim Al Aqil (15) asal Jember, dan Mochammad Haikal Ridwan (14) asal Bangkalan, yang sebelumnya telah teridentifikasi sebagian.

 

“Dengan tambahan ini, tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 50 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima,” ujar Kombes Pol Khusnan.

 

Ia menjelaskan, sebanyak 14 kantong jenazah lainnya masih dalam proses pemeriksaan. Proses ini memerlukan waktu karena kondisi jenazah tidak seluruhnya utuh. Keluarga korban yang telah teridentifikasi juga sudah dihubungi untuk proses penyerahan jenazah.

 

Kabid DVI Pusdokkes Polri, Kombes Pol Wahyu Hidayati, menambahkan bahwa proses identifikasi memasuki tahap yang lebih sulit. “Kami terus berupaya, meskipun sampel DNA yang tersisa kualitasnya tidak sebagus sebelumnya,” tuturnya.

Baca Juga: Usai Tragedi Tewaskan 63 Santri, Ponpes Al-Khoziny Kembali Aktifkan Kegiatan Belajar

 

Menurutnya, jumlah korban yang dilaporkan hilang adalah 63 orang, sementara jumlah kantong jenazah mencapai 67 karena satu korban bisa terdiri dari beberapa bagian tubuh.

 

“Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, di RS Bhayangkara Surabaya.

 

Baca Juga: Polda Jatim Tutup Operasi DVI, 63 Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo Teridentifikasi

Polda Jawa Timur bersama Pusdokkes Polri terus melibatkan ahli forensik dan laboratorium DNA dalam proses identifikasi. Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan identifikasi seluruh korban agar setiap keluarga mendapatkan kepastian.

 

“Kami memahami betapa beratnya situasi ini bagi keluarga korban. Kami akan terus bekerja keras untuk memberikan hasil yang terbaik,” pungkas Kombes Pol Abast.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.