Rabu, 21 Okt 2026 01:19 WIB

Polisi Identifikasi 50 Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo, 14 Kantong Masih Diperiksa

selalu.id – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur terus melanjutkan proses identifikasi korban tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo. Hingga Jumat (10/10/2025) malam, sebanyak 50 jenazah dari total 67 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi.

 

Baca Juga: Angin Kencang di Surabaya, Pohon Tumbang Timpa Ojol dan Penumpang

Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol Dr. dr. M. Khusnan Marzuki, selaku Komandan DVI, menyampaikan tiga korban tambahan berhasil teridentifikasi melalui metode medis, odontologi (gigi), dan DNA. Mereka adalah Moh. Alfin Mutawakkilalallah (17) asal Bangkalan, Muhammad Iklil Ibrahim Al Aqil (15) asal Jember, dan Mochammad Haikal Ridwan (14) asal Bangkalan, yang sebelumnya telah teridentifikasi sebagian.

 

“Dengan tambahan ini, tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 50 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima,” ujar Kombes Pol Khusnan.

 

Ia menjelaskan, sebanyak 14 kantong jenazah lainnya masih dalam proses pemeriksaan. Proses ini memerlukan waktu karena kondisi jenazah tidak seluruhnya utuh. Keluarga korban yang telah teridentifikasi juga sudah dihubungi untuk proses penyerahan jenazah.

 

Kabid DVI Pusdokkes Polri, Kombes Pol Wahyu Hidayati, menambahkan bahwa proses identifikasi memasuki tahap yang lebih sulit. “Kami terus berupaya, meskipun sampel DNA yang tersisa kualitasnya tidak sebagus sebelumnya,” tuturnya.

Baca Juga: Usai Tragedi Tewaskan 63 Santri, Ponpes Al-Khoziny Kembali Aktifkan Kegiatan Belajar

 

Menurutnya, jumlah korban yang dilaporkan hilang adalah 63 orang, sementara jumlah kantong jenazah mencapai 67 karena satu korban bisa terdiri dari beberapa bagian tubuh.

 

“Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, di RS Bhayangkara Surabaya.

 

Baca Juga: Polda Jatim Tutup Operasi DVI, 63 Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo Teridentifikasi

Polda Jawa Timur bersama Pusdokkes Polri terus melibatkan ahli forensik dan laboratorium DNA dalam proses identifikasi. Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan identifikasi seluruh korban agar setiap keluarga mendapatkan kepastian.

 

“Kami memahami betapa beratnya situasi ini bagi keluarga korban. Kami akan terus bekerja keras untuk memberikan hasil yang terbaik,” pungkas Kombes Pol Abast.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi sejumlah kantor pelayanan secara terpisah.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.