Senin, 02 Feb 2026 03:46 WIB

Musik Religi Jadi Sorotan di KMI 2025, Didorong Jadi Pilar Spiritual dan Ekonomi

  • Penulis : Yasin
  • | Sabtu, 11 Okt 2025 10:39 WIB

selalu.id – Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 menyoroti peran strategis musik religi sebagai pilar spiritual dan budaya dalam industri kreatif nasional. Pada hari ketiga konferensi yang berlangsung di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta, Sabtu (11/10/2025), sesi bertema “Musik Religi dan Serba-serbi Potensinya” menjadi pusat perhatian.

 

Musisi sekaligus rohaniwan Sidney Mohede membuka sesi dengan menegaskan bahwa musik religi bukan sekadar rangkaian nada dan lirik, melainkan sarana spiritual yang menjembatani nilai iman dengan kehidupan sehari-hari. “Musik religi mampu menembus hati manusia karena membawa pesan spiritual yang universal,” ujarnya.

 

Diskusi dipandu oleh moderator Hery Budiawan dari Universitas Negeri Jakarta dan menghadirkan penyanyi religi Sulis. Lewat pengalamannya bersama grup Cinta Rasul, Sulis menilai musik religi berpotensi menjadi ruang ekspresi lintas agama dan budaya. “Indonesia sangat beruntung karena memiliki masyarakat yang heterogen dan toleran. Prinsip Pancasila menjadi fondasi yang kuat bagi inklusivitas musik religi,” katanya.

 

Aktivis pelayanan musik rohani Alberd Tanoni turut menjelaskan konsep IMPACT sebagai panduan bagi pelaku musik rohani agar karya mereka membawa nilai spiritual sekaligus berdampak sosial. Menurutnya, musik religi seharusnya tidak berhenti pada momen keagamaan, tetapi juga hadir sebagai kekuatan yang membangun nilai kemanusiaan.

 

Perwakilan Langit Musik, Pascal Lesmana, menyoroti potensi ekonomi dari musik religi yang selama ini belum tergarap maksimal. “Banyak yang mengira musik religi tidak menguntungkan. Padahal, bila dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber ekonomi berkelanjutan bagi musisi, label, bahkan daerah asalnya,” katanya.

 

Pascal menjelaskan bahwa Langit Musik tengah mengupayakan agar lagu-lagu religi bisa diputar sepanjang tahun, tidak hanya saat Ramadhan atau Natal. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pembagian royalti dengan sistem sharing economy.

 

Rizqi Angga dari Langit Musik menambahkan, kontribusi musik religi di platform digital masih rendah. “Dari seluruh katalog musik, hanya sekitar 29,6 persen konten religi yang didistribusikan ulang di layanan streaming. Ini menunjukkan potensi besar yang belum tergarap,” ujarnya.

 

Ia mengajak pelaku industri untuk memperkuat ekosistem musik religi agar tetap hidup sepanjang tahun. “Konten religi jangan hanya tampil musiman. Harus ada karya yang bertahan lama dan memperkuat hubungan spiritual masyarakat,” katanya.

 

Kementerian Kebudayaan sebagai penyelenggara KMI 2025 menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem musik nasional yang inklusif. Dalam pernyataannya, kementerian menyebut musik religi memiliki peran penting dalam memperkuat spiritualitas sekaligus menjadi perekat sosial di tengah keragaman budaya Indonesia.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.