Kamis, 20 Agu 2026 04:57 WIB

Musik Religi Jadi Sorotan di KMI 2025, Didorong Jadi Pilar Spiritual dan Ekonomi

  • Penulis : Yasin
  • | Sabtu, 11 Okt 2025 10:39 WIB

selalu.id – Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 menyoroti peran strategis musik religi sebagai pilar spiritual dan budaya dalam industri kreatif nasional. Pada hari ketiga konferensi yang berlangsung di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta, Sabtu (11/10/2025), sesi bertema “Musik Religi dan Serba-serbi Potensinya” menjadi pusat perhatian.

 

Musisi sekaligus rohaniwan Sidney Mohede membuka sesi dengan menegaskan bahwa musik religi bukan sekadar rangkaian nada dan lirik, melainkan sarana spiritual yang menjembatani nilai iman dengan kehidupan sehari-hari. “Musik religi mampu menembus hati manusia karena membawa pesan spiritual yang universal,” ujarnya.

 

Diskusi dipandu oleh moderator Hery Budiawan dari Universitas Negeri Jakarta dan menghadirkan penyanyi religi Sulis. Lewat pengalamannya bersama grup Cinta Rasul, Sulis menilai musik religi berpotensi menjadi ruang ekspresi lintas agama dan budaya. “Indonesia sangat beruntung karena memiliki masyarakat yang heterogen dan toleran. Prinsip Pancasila menjadi fondasi yang kuat bagi inklusivitas musik religi,” katanya.

 

Aktivis pelayanan musik rohani Alberd Tanoni turut menjelaskan konsep IMPACT sebagai panduan bagi pelaku musik rohani agar karya mereka membawa nilai spiritual sekaligus berdampak sosial. Menurutnya, musik religi seharusnya tidak berhenti pada momen keagamaan, tetapi juga hadir sebagai kekuatan yang membangun nilai kemanusiaan.

 

Perwakilan Langit Musik, Pascal Lesmana, menyoroti potensi ekonomi dari musik religi yang selama ini belum tergarap maksimal. “Banyak yang mengira musik religi tidak menguntungkan. Padahal, bila dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber ekonomi berkelanjutan bagi musisi, label, bahkan daerah asalnya,” katanya.

 

Pascal menjelaskan bahwa Langit Musik tengah mengupayakan agar lagu-lagu religi bisa diputar sepanjang tahun, tidak hanya saat Ramadhan atau Natal. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pembagian royalti dengan sistem sharing economy.

 

Rizqi Angga dari Langit Musik menambahkan, kontribusi musik religi di platform digital masih rendah. “Dari seluruh katalog musik, hanya sekitar 29,6 persen konten religi yang didistribusikan ulang di layanan streaming. Ini menunjukkan potensi besar yang belum tergarap,” ujarnya.

 

Ia mengajak pelaku industri untuk memperkuat ekosistem musik religi agar tetap hidup sepanjang tahun. “Konten religi jangan hanya tampil musiman. Harus ada karya yang bertahan lama dan memperkuat hubungan spiritual masyarakat,” katanya.

 

Kementerian Kebudayaan sebagai penyelenggara KMI 2025 menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem musik nasional yang inklusif. Dalam pernyataannya, kementerian menyebut musik religi memiliki peran penting dalam memperkuat spiritualitas sekaligus menjadi perekat sosial di tengah keragaman budaya Indonesia.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Soal Foto Armuji Tak Dipasang di Poster Soekarno Cup 2026, Begini Jawaban Halus Panitia

Sebelumnya, Kader PDIP Surabaya Ahmad Hidayat mengaku sempat dihujani pertanyaan dari sesama kader terkait absennya wajah Armuji di poster Soekarno Cup 2026.

Kebakaran Hutan di Gunung Arjuno-Welirang, Jalur Pendakian Ditutup

Dampak dari insiden kebakaran ini, akses pendakian Gunung Arjuno-Welirang resmi ditutup total mulai Rabu (19/8) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Waspada! Ini Tanda Kenapa Batuk Tak Kunjung Sembuh, Jangan Disepelekan

Apabila Anda mengalami batuk persisten yang tak kunjung membaik, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Bareskrim Bongkar Kasus Kekerasan Seksual dan Pengantin Pesanan, Amankan Pelatih hingga Tokoh Agama

Melalui program Rise and Speak, Polri mengajak masyarakat berani bersuara dan melaporkan segala bentuk kekerasan di sekitarnya.

Sentuhan Teknologi Digital NIC, Kunci PLN Nusantara Power Amankan Listrik Kemerdekaan RI

PLN NP terus berkomitmen mendukung transisi energi hijau menuju Net Zero Emission melalui target pengembangan lebih dari 6,3 GW energi baru terbarukan (EBT).

Tegaskan Arsip Bukan Cuma Administrasi, Ning Ita Minta OPD Kota Mojokerto Genjot Kinerja

Pemkot Mojokerto menargetkan peningkatan kualitas kearsipan secara berkelanjutan. Target dalam RPJMD 2027 ditetapkan mencapai 82, atau setara dengan predikat A.