Selasa, 06 Okt 2026 08:59 WIB

Musik Religi Jadi Sorotan di KMI 2025, Didorong Jadi Pilar Spiritual dan Ekonomi

  • Penulis : Yasin
  • | Sabtu, 11 Okt 2025 10:39 WIB

selalu.id – Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 menyoroti peran strategis musik religi sebagai pilar spiritual dan budaya dalam industri kreatif nasional. Pada hari ketiga konferensi yang berlangsung di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta, Sabtu (11/10/2025), sesi bertema “Musik Religi dan Serba-serbi Potensinya” menjadi pusat perhatian.

 

Musisi sekaligus rohaniwan Sidney Mohede membuka sesi dengan menegaskan bahwa musik religi bukan sekadar rangkaian nada dan lirik, melainkan sarana spiritual yang menjembatani nilai iman dengan kehidupan sehari-hari. “Musik religi mampu menembus hati manusia karena membawa pesan spiritual yang universal,” ujarnya.

 

Diskusi dipandu oleh moderator Hery Budiawan dari Universitas Negeri Jakarta dan menghadirkan penyanyi religi Sulis. Lewat pengalamannya bersama grup Cinta Rasul, Sulis menilai musik religi berpotensi menjadi ruang ekspresi lintas agama dan budaya. “Indonesia sangat beruntung karena memiliki masyarakat yang heterogen dan toleran. Prinsip Pancasila menjadi fondasi yang kuat bagi inklusivitas musik religi,” katanya.

 

Aktivis pelayanan musik rohani Alberd Tanoni turut menjelaskan konsep IMPACT sebagai panduan bagi pelaku musik rohani agar karya mereka membawa nilai spiritual sekaligus berdampak sosial. Menurutnya, musik religi seharusnya tidak berhenti pada momen keagamaan, tetapi juga hadir sebagai kekuatan yang membangun nilai kemanusiaan.

 

Perwakilan Langit Musik, Pascal Lesmana, menyoroti potensi ekonomi dari musik religi yang selama ini belum tergarap maksimal. “Banyak yang mengira musik religi tidak menguntungkan. Padahal, bila dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber ekonomi berkelanjutan bagi musisi, label, bahkan daerah asalnya,” katanya.

 

Pascal menjelaskan bahwa Langit Musik tengah mengupayakan agar lagu-lagu religi bisa diputar sepanjang tahun, tidak hanya saat Ramadhan atau Natal. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pembagian royalti dengan sistem sharing economy.

 

Rizqi Angga dari Langit Musik menambahkan, kontribusi musik religi di platform digital masih rendah. “Dari seluruh katalog musik, hanya sekitar 29,6 persen konten religi yang didistribusikan ulang di layanan streaming. Ini menunjukkan potensi besar yang belum tergarap,” ujarnya.

 

Ia mengajak pelaku industri untuk memperkuat ekosistem musik religi agar tetap hidup sepanjang tahun. “Konten religi jangan hanya tampil musiman. Harus ada karya yang bertahan lama dan memperkuat hubungan spiritual masyarakat,” katanya.

 

Kementerian Kebudayaan sebagai penyelenggara KMI 2025 menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem musik nasional yang inklusif. Dalam pernyataannya, kementerian menyebut musik religi memiliki peran penting dalam memperkuat spiritualitas sekaligus menjadi perekat sosial di tengah keragaman budaya Indonesia.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Emil Audero jadi Pahlawan!

Kemenangan bersejarah Indonesia akhirnya dikunci oleh aksi gemilang Emil Audero yang menepis sepakan penalti Sayriya.

Densus 88 Antiteror Polri Sergap 11 Teroris di Indonesia saat Latihan Militansi

Saat ini, Densus 88 masih terus mendalami seluruh barang bukti yang disita untuk membongkar kemungkinan adanya keterlibatan pihak atau jaringan teror lain.

Sidang Kasus Pengeroyokan Maut Oknum Pesilat Nganjuk, Kuasa Hukum Ajukan Eksepsi

Kendati mengajukan keberatan, Asmijan menegaskan pihak penasihat hukum tetap mendukung jalannya penegakan hukum secara adil dan rasional.

HUT TNI ke-81 di Jember: Ojol hingga Mahasiswa Melebur, Bukti Kemanunggalan Rakyat

Menurut Abdus Salam, konsep peringatan yang digelar sederhana justru memperlihatkan kedekatan TNI dengan masyarakat secara nyata.

Makin Mudah, Posisi dan Jadwal Trans Jatim serta Suroboyo Bus Kini Bisa Dipantau Lewat HP

Kadishub Jatim, Nyono, menyatakan integrasi ini merupakan langkah pengembangan layanan agar masyarakat memperoleh kepastian saat menggunakan angkutan umum.

Kafe Tanpa IPAL Buang Limbah Lemak Sembarangan di Saluran Air Tunjungan Surabaya

Atas temuan ini, Hidayat mengimbau pelaku usaha di kawasan perkotaan agar tidak langsung membuang limbah yang mengandung minyak atau lemak ke saluran umum.