Sabtu, 05 Sep 2026 16:20 WIB

Tim DVI Polda Jatim Identifikasi Lagi 8 Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo

selalu.id – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur kembali berhasil mengidentifikasi delapan jenazah korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo. Identifikasi dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan forensik oleh tim gabungan yang melibatkan berbagai instansi.

 

Baca Juga: Angin Kencang di Surabaya, Pohon Tumbang Timpa Ojol dan Penumpang

Kabiddokkes Polda Jatim Kombespol M. Khusnan Marzuki menjelaskan, proses identifikasi menggunakan metode pemeriksaan gigi, medis, DNA, serta properti milik korban.

 

"Kerja sama dengan berbagai instansi terkait, termasuk para ahli dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia, sangat membantu dalam mempercepat proses identifikasi ini," ujarnya dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Surabaya, Kamis (9/10/2025).

 

Kedelapan jenazah yang teridentifikasi adalah:

 

1. Moch. Adam Fidiansyah, laki-laki, 12 tahun, alamat Masangan Kulon, Sukodono, Sidoarjo. Teridentifikasi melalui gigi, medis, dan properti.

 

 

2. Muhammad Raihan Jamil, laki-laki, 14 tahun, alamat Krembangan Jaya Selatan, Kemayoran, Krembangan, Surabaya. Teridentifikasi melalui DNA, medis, dan properti.

 

 

3. Mohammad Abdul Rohman Nafis, laki-laki, 15 tahun, alamat Pulungan, Sedati, Sidoarjo. Teridentifikasi melalui DNA dan medis.

 

 

4. M Ghifari Chasbi, laki-laki, 15 tahun, alamat Taman Sari, Wonorejo, Pasuruan. Teridentifikasi melalui DNA, medis, dan properti.

 

 

Baca Juga: Atap Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk, Satu Santri Tewas dan Belasan Luka

5. Moh Toni Afandi, laki-laki, 14 tahun, alamat Sidotopo Jaya, Semampir, Surabaya. Teridentifikasi melalui DNA dan medis.

 

 

6. Ach. Ramzi Fariki, laki-laki, 15 tahun, alamat Kp. Padurenan, Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Teridentifikasi melalui DNA dan medis.

 

 

7. Abdullah As Syadid, laki-laki, 16 tahun, alamat Kmp. Nangger, Alas Kokon, Modung, Bangkalan. Teridentifikasi melalui medis dan properti.

 

 

8. Arif Afandi, laki-laki, 15 tahun, alamat Wonorejo, Tegalsari, Surabaya. Teridentifikasi melalui DNA dan medis.

Baca Juga: Hari Santri 2025, Said Abdullah: Santri Penjaga Islam Moderat dan Perdamaian Dunia

 

 

 

Dengan tambahan delapan jenazah tersebut, total korban yang sudah teridentifikasi mencapai 48 dari 67 kantong jenazah yang diterima tim DVI.

 

"Kami terus melakukan pendalaman data antemortem (AM) dan postmortem (PM) untuk mempercepat proses identifikasi," tambah Kombespol Khusnan.

 

Polda Jatim mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar segera melapor dan menyerahkan data yang dibutuhkan kepada tim DVI untuk mempercepat proses identifikasi.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.