Selasa, 20 Okt 2026 23:01 WIB

Tim DVI Polda Jatim Identifikasi Lagi 8 Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo

selalu.id – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur kembali berhasil mengidentifikasi delapan jenazah korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo. Identifikasi dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan forensik oleh tim gabungan yang melibatkan berbagai instansi.

 

Baca Juga: Angin Kencang di Surabaya, Pohon Tumbang Timpa Ojol dan Penumpang

Kabiddokkes Polda Jatim Kombespol M. Khusnan Marzuki menjelaskan, proses identifikasi menggunakan metode pemeriksaan gigi, medis, DNA, serta properti milik korban.

 

"Kerja sama dengan berbagai instansi terkait, termasuk para ahli dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia, sangat membantu dalam mempercepat proses identifikasi ini," ujarnya dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Surabaya, Kamis (9/10/2025).

 

Kedelapan jenazah yang teridentifikasi adalah:

 

1. Moch. Adam Fidiansyah, laki-laki, 12 tahun, alamat Masangan Kulon, Sukodono, Sidoarjo. Teridentifikasi melalui gigi, medis, dan properti.

 

 

2. Muhammad Raihan Jamil, laki-laki, 14 tahun, alamat Krembangan Jaya Selatan, Kemayoran, Krembangan, Surabaya. Teridentifikasi melalui DNA, medis, dan properti.

 

 

3. Mohammad Abdul Rohman Nafis, laki-laki, 15 tahun, alamat Pulungan, Sedati, Sidoarjo. Teridentifikasi melalui DNA dan medis.

 

 

4. M Ghifari Chasbi, laki-laki, 15 tahun, alamat Taman Sari, Wonorejo, Pasuruan. Teridentifikasi melalui DNA, medis, dan properti.

 

 

Baca Juga: Atap Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk, Satu Santri Tewas dan Belasan Luka

5. Moh Toni Afandi, laki-laki, 14 tahun, alamat Sidotopo Jaya, Semampir, Surabaya. Teridentifikasi melalui DNA dan medis.

 

 

6. Ach. Ramzi Fariki, laki-laki, 15 tahun, alamat Kp. Padurenan, Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Teridentifikasi melalui DNA dan medis.

 

 

7. Abdullah As Syadid, laki-laki, 16 tahun, alamat Kmp. Nangger, Alas Kokon, Modung, Bangkalan. Teridentifikasi melalui medis dan properti.

 

 

8. Arif Afandi, laki-laki, 15 tahun, alamat Wonorejo, Tegalsari, Surabaya. Teridentifikasi melalui DNA dan medis.

Baca Juga: Hari Santri 2025, Said Abdullah: Santri Penjaga Islam Moderat dan Perdamaian Dunia

 

 

 

Dengan tambahan delapan jenazah tersebut, total korban yang sudah teridentifikasi mencapai 48 dari 67 kantong jenazah yang diterima tim DVI.

 

"Kami terus melakukan pendalaman data antemortem (AM) dan postmortem (PM) untuk mempercepat proses identifikasi," tambah Kombespol Khusnan.

 

Polda Jatim mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar segera melapor dan menyerahkan data yang dibutuhkan kepada tim DVI untuk mempercepat proses identifikasi.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi sejumlah kantor pelayanan secara terpisah.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.