Senin, 02 Feb 2026 18:31 WIB

Tim DVI Polda Jatim Identifikasi Lagi 8 Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo

selalu.id – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur kembali berhasil mengidentifikasi delapan jenazah korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo. Identifikasi dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan forensik oleh tim gabungan yang melibatkan berbagai instansi.

 

Baca Juga: Angin Kencang di Surabaya, Pohon Tumbang Timpa Ojol dan Penumpang

Kabiddokkes Polda Jatim Kombespol M. Khusnan Marzuki menjelaskan, proses identifikasi menggunakan metode pemeriksaan gigi, medis, DNA, serta properti milik korban.

 

"Kerja sama dengan berbagai instansi terkait, termasuk para ahli dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia, sangat membantu dalam mempercepat proses identifikasi ini," ujarnya dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Surabaya, Kamis (9/10/2025).

 

Kedelapan jenazah yang teridentifikasi adalah:

 

1. Moch. Adam Fidiansyah, laki-laki, 12 tahun, alamat Masangan Kulon, Sukodono, Sidoarjo. Teridentifikasi melalui gigi, medis, dan properti.

 

 

2. Muhammad Raihan Jamil, laki-laki, 14 tahun, alamat Krembangan Jaya Selatan, Kemayoran, Krembangan, Surabaya. Teridentifikasi melalui DNA, medis, dan properti.

 

 

3. Mohammad Abdul Rohman Nafis, laki-laki, 15 tahun, alamat Pulungan, Sedati, Sidoarjo. Teridentifikasi melalui DNA dan medis.

 

 

4. M Ghifari Chasbi, laki-laki, 15 tahun, alamat Taman Sari, Wonorejo, Pasuruan. Teridentifikasi melalui DNA, medis, dan properti.

 

 

Baca Juga: Atap Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk, Satu Santri Tewas dan Belasan Luka

5. Moh Toni Afandi, laki-laki, 14 tahun, alamat Sidotopo Jaya, Semampir, Surabaya. Teridentifikasi melalui DNA dan medis.

 

 

6. Ach. Ramzi Fariki, laki-laki, 15 tahun, alamat Kp. Padurenan, Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Teridentifikasi melalui DNA dan medis.

 

 

7. Abdullah As Syadid, laki-laki, 16 tahun, alamat Kmp. Nangger, Alas Kokon, Modung, Bangkalan. Teridentifikasi melalui medis dan properti.

 

 

8. Arif Afandi, laki-laki, 15 tahun, alamat Wonorejo, Tegalsari, Surabaya. Teridentifikasi melalui DNA dan medis.

Baca Juga: Hari Santri 2025, Said Abdullah: Santri Penjaga Islam Moderat dan Perdamaian Dunia

 

 

 

Dengan tambahan delapan jenazah tersebut, total korban yang sudah teridentifikasi mencapai 48 dari 67 kantong jenazah yang diterima tim DVI.

 

"Kami terus melakukan pendalaman data antemortem (AM) dan postmortem (PM) untuk mempercepat proses identifikasi," tambah Kombespol Khusnan.

 

Polda Jatim mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar segera melapor dan menyerahkan data yang dibutuhkan kepada tim DVI untuk mempercepat proses identifikasi.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.