Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

PGN Klaim Realisasi Penurunan Emisi Melebihi Komitmen 19,7 Persen

selalu.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mencatat penurunan emisi karbon mencapai 24.861 ton CO₂e hingga Agustus 2025. Angka tersebut melampaui target komitmen perusahaan sebesar 19,7 persen dan diproyeksikan terus meningkat hingga akhir tahun.

 

Baca Juga: Dukung Operasional 24 Jam, PGN Pastikan Pasokan Gas ke RSUP Dr. Sardjito

Realisasi penurunan emisi PGN menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, perusahaan menurunkan emisi sebesar 598,39 ton CO₂e. Angka itu naik menjadi 29.722 ton CO₂e pada 2024.

 

“Realisasi penurunan emisi PGN yang melampaui target menunjukkan bahwa langkah strategis perusahaan terbukti memberikan dampak langsung terhadap pencapaian dekarbonisasi Pertamina Group,” kata Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, Selasa (7/10/2025).

 

Penurunan emisi tersebut ditopang efisiensi operasional, optimalisasi pemanfaatan gas bumi, dan pengembangan inisiatif energi bersih. Gas bumi sebagai komoditas utama PGN berperan penting karena karakteristiknya lebih bersih dibandingkan energi fosil lain.

 

Baca Juga: Libur Nataru 2026, BPH Migas dan PGN Jamin Keandalan Gas Bumi di Jatim

PGN menjalankan sejumlah program untuk memperluas pemanfaatan energi transisi ini, seperti jaringan gas rumah tangga (jargas), bahan bakar gas (BBG), pengembangan infrastruktur beyond pipeline, serta produksi biomethane dari limbah organik.

 

“Proyek biomethane merupakan inisiatif strategis perusahaan dengan membangun sinergi transformasi energi, pangan, maupun air. Melalui proyek ini, PGN memanfaatkan limbah agrikultur seperti dari sawit, jerami, dan kotoran hewan, yang kemudian dijadikan biogas. Setelahnya, biomethane diinjeksi ke dalam jaringan pipa gas bumi eksisting,” ujar Mirza.

 

Baca Juga: Infrastruktur Offtake Tandes Perkuat Layanan Gas Bumi Surabaya

PGN menilai proyek biomethane berpotensi menekan emisi, mendukung ekonomi sirkular, dan memperkuat pengelolaan limbah organik. Program tersebut diharapkan dapat mendorong penyaluran energi bersih ke konsumen dan menjadi alternatif energi hijau.

 

Perusahaan berkomitmen melanjutkan inisiatif untuk mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 serta agenda keberlanjutan dalam kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG).

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.