Jumat, 25 Sep 2026 01:45 WIB

Lampu Kota Lama Surabaya Raib Dicuri, Wali Kota Eri: Itu Duit APBD

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 08 Okt 2025 11:48 WIB

selalu.id - Lampu-lampu dekorasi yang mempercantik kawasan Kota Lama Surabaya raib diduga dicuri orang tak bertanggung jawab. Aksi pencurian terjadi di Jalan Panggung, Kelurahan Nyamplungan, Kecamatan Pabean Cantikan.

 

Baca Juga: Karangan Bunga Bernada Satir Kepung Dinas Dinkopumdag Surabaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya langsung meningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan bersejarah tersebut.

 

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyesalkan pencurian fasilitas umum yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia mengajak warga ikut menjaga aset kota yang dibangun untuk kepentingan masyarakat.

 

“Kita terus edukasi masyarakat. Ini kan lampu duitnya dari APBD, buat masyarakat supaya bisa naikin PAD. Ya ayo dijogo (dijaga). Kalau masyarakat tahu siapa yang nyolong (mencuri), ayo rek cekel bareng (ayo ditangkap bareng),” tegas Eri, Selasa (7/10/2025).

 

Menurut Eri, lampu dekorasi di kawasan Kota Lama bukan sekadar hiasan, tapi juga penunjang keindahan kota dan daya tarik wisata. Jika banyak wisatawan datang, maka sektor ekonomi lokal ikut bergerak.

 

“Kalau banyak yang datang, hotel bergerak, rumah makan bergerak. Kalau semua bergerak, insyaallah PAD naik. Lah nek onok sing nyolong, ayo rek direwangi Jogo (kalau ada yang nyolong, ayo bantu jaga) Surabaya,” ujarnya.

 

Eri menyebut pencurian juga menimpa kabel fasilitas publik.

 

Baca Juga: Timbun Saluran Air Hampir 20 Tahun, Bangunan Liar di Pasar Bratang Surabaya Dibongkar

“Gak lampu tok (bukan cuma lampu), onok kabel barang sing ilang (ada kabel juga yang hilang). Nang ngisor got isok ilang (kabel di bawah saluran air juga bisa hilang),” ungkapnya.

 

Sebagai langkah pencegahan, Pemkot menyiagakan petugas untuk patroli rutin dan memperluas pemasangan CCTV di titik rawan pencurian.

 

“Kita terus lakukan patroli. Petugas berputar di lokasi dan kita pasang CCTV tambahan. Kita juga koordinasi dengan kepolisian untuk penindakan hukumnya,” jelas Eri.

 

Ia menekankan pengawasan pemerintah tidak akan cukup tanpa peran aktif warga.

Baca Juga: Influenza A Naik di Surabaya, Dinkes Minta Warga Tak Merespon Berlebihan

 

“Saya nuwun (minta tolong) warga Surabaya, ayo jogoen (dijaga) bareng-bareng. Ini barangnya sampean (anda sendiri). Kalau dijaga, Kota Lama makin bagus, makin banyak yang datang, hotel makin laris,” ujarnya.

 

Eri menambahkan peningkatan kunjungan wisata ke kawasan Kota Lama akan berdampak langsung terhadap perekonomian kota.

 

“Hotel semakin laris, rumah makan makin banyak yang beli. Kalau itu semua bergerak, PAD naik. Kalau PAD naik, sekolah bisa gratis, pendidikan dan kesehatan juga bisa gratis,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jalan Karangbong Sidoarjo Dalam Ancaman Banjir dan Kerusakan, DPRD Bilang Begini

Selain infrastruktur fisik, ulah kendaraan bertonase besar yang melintas tidak sesuai jam operasional turut memicu kerusakan.

Momen Siswa SMP Labschool Unesa 3 Surabaya dan Mahasiswa Asing Belajar Bahasa hingga Kuliner Tradisional

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen nyata SMP Labschool Unesa 3 dalam mencetak generasi muda yang berwawasan global tanpa melupakan akar budaya.

Kapasitas Pelabuhan Meningkat, Pakar UGM: Integrasi Logistik Darat jangan Diabaikan!

Prof. Kuncoro Harto Widodo, mengatakan pertumbuhan arus peti kemas perlu diimbangi dengan penguatan seluruh simpul dalam ekosistem logistik. 

6,1 Juta Batang Rokok dan Ribuan Liter Miras di Pasuruan Dimusnahkan

Gus Shobih menyebut tindakan ini juga bagian dari transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) hasil operasi penindakan.

Polda Jatim Bongkar Penipuan Kripto dan Saham Jaringan Internasional, Sita Uang Rp81,5 M

Atas ungkap ini, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto pun mewanti-wanti masyarakat agar tidak gampang tergiur iming-iming investasi berimbal hasil tidak wajar.

7 Jam Geledah BPN Jatim, Ini Barang Bukti yang Disita KPK

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut perkara dugaan korupsi yang sebelumnya diungkap tim lembaga antirasuah di BPN Kota Mojokerto.