Inilah Tokoh Kuat di Pilwali Surabaya, Pengamat Sebut Satu Paling Unggul
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 06 Okt 2025 18:13 WIB
selalu.id - Meski pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya masih beberapa tahun lagi, namun suhu politik di Kota Pahlawan mulai terasa hangat. Sejumlah nama tokoh potensial mulai muncul digadang-gadang bakal maju sebagai calon Wali Kota Surabaya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Selalu.id, ada beberapa tokoh laki-laki yang disebut-sebut tengah disiapkan untuk maju di Pilkada Surabaya. Di antaranya Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Ketua Gerindra Surabaya Cahyo Harjo Prakoso, Anggota DPRD Surabaya dari Fraksi Gerindra Yona Bagus Widyatmoko, serta mantan Ketua Golkar Surabaya Arif Fathoni.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
Keempat tokoh tersebut dinilai memiliki basis massa yang cukup kuat. Hal itu terlihat dari capaian suara mereka pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 lalu. Namun, masing-masing tokoh juga disebut masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan jika ingin mulus dalam pencalonan nanti.
Nama Armuji, misalnya, sempat tersorot publik usai terjadi gesekan internal di tubuh PDIP Surabaya. Kala itu, seorang kader bernama Ahmad Hidayat hampir melakukan aksi bakar diri di depan kantor DPC PDIP Surabaya karena permasalahan dengan Armuji. Konflik internal ini dinilai bisa berpengaruh terhadap soliditas partai dalam menghadapi Pilkada mendatang.
Sementara di tubuh Gerindra, muncul dua figur sekaligus, yakni Cahyo Harjo Prakoso dan Yona Bagus Widyatmoko. Keduanya sama-sama dikenal aktif di basis akar rumput, namun potensi persaingan internal juga bisa muncul jika partai tak segera memetakan arah dukungan.
Dari keempat nama tersebut, hanya satu tokoh yang dinilai relatif tidak memiliki resistensi, baik dari internal partai maupun masyarakat luas, yakni Arif Fathoni. Tokoh muda yang kini berusia di bawah 40 tahun ini dikenal memiliki karier politik yang cepat menanjak.
Fathoni, yang memulai kiprahnya dari dunia aktivisme dan sempat menekuni dunia jurnalistik, kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Surabaya serta pernah memimpin Partai Golkar Surabaya. Di masa kepemimpinannya, Golkar berhasil kembali menempati kursi pimpinan DPRD setelah sekian lama hanya menjadi anggota biasa.
Selain itu, sosok pengacara ini juga dikenal memiliki komunikasi lintas partai yang cair dan hubungan harmonis dengan sejumlah kepala daerah, termasuk Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Menanggapi mulai bermunculannya sejumlah nama tokoh yang digadang-gadang akan maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2029, pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Ken Bimo Sultoni menilai situasi politik di Kota Pahlawan masih sangat dinamis.
“Kalau kita melihat munculnya nama-nama seperti Armuji, Cahyo Harjo Prakoso, Bagus Yona Widyatmoko, dan Arif Fathoni, semuanya punya karakter politik dan basis dukungan yang berbeda. Namun secara realistis, Arif Fathoni memiliki peluang yang relatif lebih stabil,” ujarnya kepada selalu.id, Senin (6/10/2025).
Menurut Ken Bimo, stabilitas politik Arif Fathoni ditopang oleh modal sosial yang kuat, komunikasi lintas partai yang cair, serta citra publik yang positif tanpa beban konflik internal.
“Ini menjadi pembeda penting dibanding kandidat lain yang masih menghadapi dinamika internal partai,” katanya.
Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
Ia menyoroti potensi gesekan di tubuh PDIP pasca perbedaan sikap Armuji dengan sejumlah kader yang sempat mencuat ke publik. Menurutnya, disharmoni seperti itu dapat berdampak pada soliditas mesin partai di lapangan.
“Kalau PDIP tidak segera melakukan konsolidasi, efektivitas dukungan struktural pada Pilkada mendatang bisa menurun. Apalagi jika muncul figur alternatif yang lebih diterima masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, munculnya dua nama dari Partai Gerindra, yakni Cahyo Harjo Prakoso dan Bagus Yona Widyatmoko, dinilai sebagai fenomena dua sisi.
“Di satu sisi ini menunjukkan adanya regenerasi dan kompetisi sehat di internal partai. Tapi di sisi lain, jika tidak ada mekanisme penyaringan dan komunikasi politik yang baik, potensi fragmentasi suara juga bisa terjadi,” terangnya.
Ken Bimo menegaskan, konsolidasi internal partai menjadi faktor kunci apakah Gerindra mampu mengkapitalisasi dua figur tersebut atau justru terpecah.
Dalam konteks yang lebih luas, ia menilai koalisi lintas partai akan memainkan peran penting di Pilkada Surabaya mendatang.
Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
“Peta politik di kota besar seperti Surabaya itu cenderung cair dan pragmatis. Figur dengan kemampuan menjalin komunikasi lintas partai dan diterima banyak kalangan akan sangat diuntungkan,” ujarnya.
Soal kedekatan Arif Fathoni dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Ken Bimo menyebut hal itu bisa menjadi strategi membangun jembatan politik.
“Strategi ini efektif untuk membentuk kesan moderat dan kolaboratif. Tapi di sisi lain, juga berisiko memunculkan persepsi terlalu kompromis di kalangan pemilih yang menginginkan oposisi kuat. Bagaimana ia mengelola persepsi ini akan menentukan arah dukungan ke depan,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menilai kemunculan figur-figur muda seperti Arif Fathoni menandakan adanya pergeseran politik Surabaya menuju regenerasi kepemimpinan baru.
“Publik kini cenderung mencari sosok yang tidak hanya berpengalaman di partai, tapi juga adaptif dan punya kemampuan komunikasi publik yang baik. Ini bisa jadi momentum bagi lahirnya gaya politik baru yang lebih terbuka dan kolaboratif di tingkat lokal,” pungkas Ken Bimo.
Editor : Arif ArdiantoURL : https://selalu.id/news-11036-inilah-tokoh-kuat-di-pilwali-surabaya-pengamat-sebut-satu-paling-unggul
