Jumat, 05 Jun 2026 13:48 WIB

Identifikasi 8 Jenazah Ponpes Ambruk Sidoarjo, DVI Polri Kumpulkan DNA di RS Bhayangkara

selalu.id – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri diterjunkan ke Jawa Timur untuk membantu proses identifikasi jenazah korban reruntuhan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny. Tim ditempatkan di RS Bhayangkara Polda Jatim guna mempercepat proses identifikasi mengingat kondisi jenazah yang terus memburuk.

 

Baca Juga: Angin Kencang di Surabaya, Pohon Tumbang Timpa Ojol dan Penumpang

Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol Wahyu Hidajati menyatakan timnya hadir memberikan asistensi dan dukungan kepada Polda Jatim. “Kami yakin Polda Jatim mampu melaksanakan tugas ini dengan baik, mengingat fasilitas dan sumber daya manusia yang dikerahkan sangat memadai. Namun, kami dari Mabes tetap memberikan dukungan moral, peralatan, serta berbagi ilmu,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).

 

Saat ini terdapat delapan jenazah di RS Bhayangkara yang belum teridentifikasi. Proses pengumpulan DNA dan data pembanding masih berlangsung. “Kami sedang mengumpulkan DNA dan data-data pembanding. Kami juga berharap ada foto-foto khas dari anak-anak yang dilaporkan hilang. Kami mohon keluarga untuk bersabar,” tambahnya.

 

Hidajati menjelaskan, langkah terakhir yang akan ditempuh adalah pengambilan sampel DNA dari keluarga dan jenazah. “Jika hasil DNA cocok, maka identifikasi tidak terbantahkan lagi. Kami terus berkejaran dengan waktu karena kondisi jenazah yang semakin membusuk,” tegasnya.

 

Data posko mencatat 62 laporan orang hilang. Sementara pihak ponpes menyebutkan 66 santri dilaporkan hilang. Kepolisian masih menunggu kepastian laporan tersebut.

Baca Juga: Atap Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk, Satu Santri Tewas dan Belasan Luka

 

Delapan jenazah yang berada di RS Bhayangkara diperkirakan berusia 12 hingga 15 tahun. Identifikasi melalui sidik jari sulit dilakukan karena jari sudah rusak akibat pembusukan. Pertumbuhan gigi yang relatif sama pada rentang usia tersebut juga menyulitkan identifikasi melalui gigi.

 

“Dari segi pakaian, karena ini anak pondok, seragamnya putih semua saat salat asar. Mereka juga memakai sarung. Tidak ada identitas khusus seperti nama di baju,” jelas Hidajati.

 

Baca Juga: Hari Santri 2025, Said Abdullah: Santri Penjaga Islam Moderat dan Perdamaian Dunia

Ciri khusus seperti tahi lalat, tato, tanda lahir, atau cacat belum dilaporkan pihak keluarga maupun ditemukan pada jenazah. Tim DVI terus mengumpulkan informasi dan data pembanding untuk mempercepat identifikasi. Hingga Jumat (3/10) petang, delapan jenazah sudah berada di RS Bhayangkara Surabaya.

 

Pihak kepolisian mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya segera melapor dan memberikan informasi detail mengenai ciri-ciri khusus yang dapat membantu proses identifikasi.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.