Rabu, 21 Okt 2026 21:23 WIB

Identifikasi 8 Jenazah Ponpes Ambruk Sidoarjo, DVI Polri Kumpulkan DNA di RS Bhayangkara

selalu.id – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri diterjunkan ke Jawa Timur untuk membantu proses identifikasi jenazah korban reruntuhan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny. Tim ditempatkan di RS Bhayangkara Polda Jatim guna mempercepat proses identifikasi mengingat kondisi jenazah yang terus memburuk.

 

Baca Juga: Angin Kencang di Surabaya, Pohon Tumbang Timpa Ojol dan Penumpang

Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol Wahyu Hidajati menyatakan timnya hadir memberikan asistensi dan dukungan kepada Polda Jatim. “Kami yakin Polda Jatim mampu melaksanakan tugas ini dengan baik, mengingat fasilitas dan sumber daya manusia yang dikerahkan sangat memadai. Namun, kami dari Mabes tetap memberikan dukungan moral, peralatan, serta berbagi ilmu,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).

 

Saat ini terdapat delapan jenazah di RS Bhayangkara yang belum teridentifikasi. Proses pengumpulan DNA dan data pembanding masih berlangsung. “Kami sedang mengumpulkan DNA dan data-data pembanding. Kami juga berharap ada foto-foto khas dari anak-anak yang dilaporkan hilang. Kami mohon keluarga untuk bersabar,” tambahnya.

 

Hidajati menjelaskan, langkah terakhir yang akan ditempuh adalah pengambilan sampel DNA dari keluarga dan jenazah. “Jika hasil DNA cocok, maka identifikasi tidak terbantahkan lagi. Kami terus berkejaran dengan waktu karena kondisi jenazah yang semakin membusuk,” tegasnya.

 

Data posko mencatat 62 laporan orang hilang. Sementara pihak ponpes menyebutkan 66 santri dilaporkan hilang. Kepolisian masih menunggu kepastian laporan tersebut.

Baca Juga: Atap Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk, Satu Santri Tewas dan Belasan Luka

 

Delapan jenazah yang berada di RS Bhayangkara diperkirakan berusia 12 hingga 15 tahun. Identifikasi melalui sidik jari sulit dilakukan karena jari sudah rusak akibat pembusukan. Pertumbuhan gigi yang relatif sama pada rentang usia tersebut juga menyulitkan identifikasi melalui gigi.

 

“Dari segi pakaian, karena ini anak pondok, seragamnya putih semua saat salat asar. Mereka juga memakai sarung. Tidak ada identitas khusus seperti nama di baju,” jelas Hidajati.

 

Baca Juga: Hari Santri 2025, Said Abdullah: Santri Penjaga Islam Moderat dan Perdamaian Dunia

Ciri khusus seperti tahi lalat, tato, tanda lahir, atau cacat belum dilaporkan pihak keluarga maupun ditemukan pada jenazah. Tim DVI terus mengumpulkan informasi dan data pembanding untuk mempercepat identifikasi. Hingga Jumat (3/10) petang, delapan jenazah sudah berada di RS Bhayangkara Surabaya.

 

Pihak kepolisian mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya segera melapor dan memberikan informasi detail mengenai ciri-ciri khusus yang dapat membantu proses identifikasi.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).

Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Bukan hanya mengganggu pemandangan, kabel yang sudah tidak digunakan juga dinilai tak semestinya dibiarkan menggantung begitu saja, harus ditertibkan.

Aksi Motoran Santri Sidoarjo Kampanyekan Tertib Lalu Lintas Sambut HSN 2026

Tak sekadar konvoi, Motoran Santri membawa pesan “Motor Santun”, yakni ajakan berkendara secara aman, tertib, dan bertanggung jawab.