Rabu, 22 Jul 2026 00:28 WIB

Identifikasi 8 Jenazah Ponpes Ambruk Sidoarjo, DVI Polri Kumpulkan DNA di RS Bhayangkara

selalu.id – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri diterjunkan ke Jawa Timur untuk membantu proses identifikasi jenazah korban reruntuhan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny. Tim ditempatkan di RS Bhayangkara Polda Jatim guna mempercepat proses identifikasi mengingat kondisi jenazah yang terus memburuk.

 

Baca Juga: Angin Kencang di Surabaya, Pohon Tumbang Timpa Ojol dan Penumpang

Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol Wahyu Hidajati menyatakan timnya hadir memberikan asistensi dan dukungan kepada Polda Jatim. “Kami yakin Polda Jatim mampu melaksanakan tugas ini dengan baik, mengingat fasilitas dan sumber daya manusia yang dikerahkan sangat memadai. Namun, kami dari Mabes tetap memberikan dukungan moral, peralatan, serta berbagi ilmu,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).

 

Saat ini terdapat delapan jenazah di RS Bhayangkara yang belum teridentifikasi. Proses pengumpulan DNA dan data pembanding masih berlangsung. “Kami sedang mengumpulkan DNA dan data-data pembanding. Kami juga berharap ada foto-foto khas dari anak-anak yang dilaporkan hilang. Kami mohon keluarga untuk bersabar,” tambahnya.

 

Hidajati menjelaskan, langkah terakhir yang akan ditempuh adalah pengambilan sampel DNA dari keluarga dan jenazah. “Jika hasil DNA cocok, maka identifikasi tidak terbantahkan lagi. Kami terus berkejaran dengan waktu karena kondisi jenazah yang semakin membusuk,” tegasnya.

 

Data posko mencatat 62 laporan orang hilang. Sementara pihak ponpes menyebutkan 66 santri dilaporkan hilang. Kepolisian masih menunggu kepastian laporan tersebut.

Baca Juga: Atap Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk, Satu Santri Tewas dan Belasan Luka

 

Delapan jenazah yang berada di RS Bhayangkara diperkirakan berusia 12 hingga 15 tahun. Identifikasi melalui sidik jari sulit dilakukan karena jari sudah rusak akibat pembusukan. Pertumbuhan gigi yang relatif sama pada rentang usia tersebut juga menyulitkan identifikasi melalui gigi.

 

“Dari segi pakaian, karena ini anak pondok, seragamnya putih semua saat salat asar. Mereka juga memakai sarung. Tidak ada identitas khusus seperti nama di baju,” jelas Hidajati.

 

Baca Juga: Hari Santri 2025, Said Abdullah: Santri Penjaga Islam Moderat dan Perdamaian Dunia

Ciri khusus seperti tahi lalat, tato, tanda lahir, atau cacat belum dilaporkan pihak keluarga maupun ditemukan pada jenazah. Tim DVI terus mengumpulkan informasi dan data pembanding untuk mempercepat identifikasi. Hingga Jumat (3/10) petang, delapan jenazah sudah berada di RS Bhayangkara Surabaya.

 

Pihak kepolisian mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya segera melapor dan memberikan informasi detail mengenai ciri-ciri khusus yang dapat membantu proses identifikasi.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.