Jumat, 04 Sep 2026 17:52 WIB

Pengamat: Soekarno Cup U-17 Berpotensi Dongkrak Elektabilitas Eri Cahyadi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 30 Mar 2026 18:12 WIB
Flayer seleksi sepakbola untuk Soekarno Cup U-17 2026. (Dok. Instagram @pdipjatim).
Flayer seleksi sepakbola untuk Soekarno Cup U-17 2026. (Dok. Instagram @pdipjatim).

selalu.id - Pakar politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni menilai turnamen sepak bola Soekarno Cup U-17 2026 dinilai tidak hanya menjadi ajang pembinaan sepak bola usia muda, tetapi juga berpotensi menjadi sarana meningkatkan elektabilitas figur politik.

Menurut Ken Bimo, kegiatan olahraga seperti sepak bola memiliki daya jangkau sosial yang luas dan mampu menembus berbagai lapisan masyarakat, terutama kalangan pemuda.

Baca Juga: Ketika Foto Armuji Tak Dimasukkan dalam Poster Soekarno Cup 2026, Ada Apa dengan PDIP?

Kondisi ini menjadikannya medium efektif dalam membangun kedekatan emosional antara figur publik dan masyarakat akar rumput.

“Dalam kerangka marketing politik dan mobilisasi grassroots, kegiatan seperti ini efektif untuk membangun kedekatan secara kultural,” ungkapnya kepada selalu.id, Senin (30/3/2026).

Ken Bimo menambahkan, keterlibatan figur seperti Eri Cahyadi yang memiliki posisi di bidang kepemudaan dan olahraga partai, tidak bisa dilepaskan dari upaya pembentukan citra politik atau image building.

Dalam kajian politik elektoral, strategi tersebut dikenal sebagai soft campaign.

“Soft campaign ini merupakan cara membangun popularitas dan penerimaan publik melalui aktivitas non-kampanye formal,” jelasnya.

Meski demikian, Ken Bimo menekankan bahwa kegiatan seperti Soekarno Cup tetap memiliki nilai positif jika benar-benar fokus pada pembinaan talenta muda.

Namun dalam konteks politik yang kompetitif, hampir setiap aktivitas figur publik memiliki dimensi elektoral, baik disengaja maupun sebagai dampak dari tingginya eksposur publik.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memantau seleksi turnamen Soekarno Cup U-17. (Dok. Istimewa).Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memantau seleksi turnamen Soekarno Cup U-17. (Dok. Istimewa).

Baca Juga: Rp1 Triliun Disiapkan untuk Penanganan Genangan Surabaya, Sasar 200 Titik Lokasi

Ken Bimo menilai, meski masih terlalu dini untuk dikaitkan langsung dengan kontestasi politik 2029, kegiatan semacam ini berpotensi menjadi bagian dari akumulasi modal politik jangka panjang.

“Terutama dalam membangun name recognition dan kedekatan emosional dengan pemilih muda serta komunitas akar rumput,” paparnya.

Ken Bimo menyatakan Soekarno Cup U-17 tidak bisa dilihat secara dikotomis sebagai murni pembinaan olahraga atau politisasi.

Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai praktik hibrida antara kepentingan sosial-organisasi dan potensi implikasi elektoral yang berjalan bersamaan dalam dinamika politik lokal.

Soekarno Cup U-17 2026 sendiri digelar oleh Banteng Muda Indonesia dan akan berlangsung di Surabaya pada Juli mendatang, dengan melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Baca Juga: Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya, Wadah Pemersatu Talenta Muda Sepak Bola

Asisten Manajer tim Banteng Jatim sekaligus panitia turnamen, Eri Irawan, menyebut hingga penutupan pendaftaran diproyeksikan peserta menembus 1.500 orang.

“Awalnya kita targetkan 500 peserta, tapi sekarang sudah hampir tiga kali lipat. Ini menunjukkan potensi pemain muda di Jawa Timur sangat besar,” katanya kepada selalu.id, Sabtu (28/3/2026).

Dari total pendaftar, Surabaya menjadi penyumbang terbanyak dengan hampir 716 peserta. Disusul Malang sekitar 310 peserta, Blitar 300 peserta, serta Banyuwangi sekitar 216 peserta.

Seleksi digelar di lima kota dengan sistem regional untuk menjangkau seluruh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.