Kamis, 03 Sep 2026 14:08 WIB

Sempat Vakum, Campus League Surabaya Kembali Dorong Ekosistem Basket Kampus

Kompetisi Campus League Basketball Regional Surabaya Ubaya (merah) vs Uncen (putih) 
Kompetisi Campus League Basketball Regional Surabaya Ubaya (merah) vs Uncen (putih) 

selalu.id - Kompetisi Campus League Basketball Regional Surabaya dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekosistem olahraga kampus dengan meningkatnya kualitas tim dan partisipasi perguruan tinggi dari berbagai daerah. 

CEO Campus League Ryan Gozali menyampaikan bahwa kehadiran kompetisi antar perguruan tinggi ini menjadi pemicu kebangkitan olahraga kampus, khususnya bola basket, setelah sempat mengalami kekosongan dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: FPTI Lamongan Punya Nahkoda Baru, Founder Apparel Allegiant M Harryanto jadi Ketum dengan Aklamasi

“Kami harapkan dengan adanya Campus League ini, ekosistem olahraga kampus jadi termotivasi. Ada pergerakan baru, karena sebelumnya sempat ada kekosongan yang cukup lama,” kata Ryan, Rabu (29/4/2026). 

Ia menjelaskan bahwa peta kekuatan tim kampus mulai mengalami perubahan dengan munculnya sejumlah perguruan tinggi yang semakin kompetitif. Tidak hanya dari Jawa Timur, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Indonesia.

Menurutnya, perkembangan tim dari luar daerah seperti Papua menunjukkan kemajuan signifikan meskipun masih membutuhkan waktu untuk menyamai pengalaman tim-tim besar.

“Kami sudah melihat progres, termasuk dari wilayah lain. Jadi tidak bisa dianggap remeh, karena perkembangan mereka cukup signifikan,” ucapnya.

Ryan menambahkan, Campus League tahun ini digelar di lima kota sebagai tahap awal pengenalan kompetisi. Selain bola basket, ajang ini juga akan mempertandingkan cabang olahraga lain seperti bulu tangkis, futsal, hingga Uni Games dengan berbagai nomor pertandingan.

“Setelah basket akan ada bulu tangkis, futsal, hingga Uni Games dengan beberapa cabang seperti taekwondo, jujitsu, kempo, biliar, dan sepak bola wanita,” tuturnya.

Ia juga menyebutkan bahwa tim juara kategori putra akan mewakili Indonesia dalam ajang Asian University Basketball League melawan negara-negara di Asia dan Australia.

Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Negeri Surabaya Dwi Cahyo Kartiko mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya sebagai tuan rumah seri pertama Campus League cabang basket.

Baca Juga: Pakar Hukum Ingatkan Pemkot Surabaya Cermat Terbitkan Izin Acara Besar Pasca-Kericuhan Konser SUBEC

“Kami berterima kasih kepada Campus League karena Unesa dipercaya sebagai tuan rumah. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk meningkatkan prestasi ke depan,” katanya.

Ia menuturkan capaian tim basket Unesa yang meraih peringkat ketiga menjadi motivasi untuk melakukan persiapan lebih matang pada kompetisi berikutnya.

Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa, terutama dalam menanamkan nilai sportivitas, rasa hormat, dan kerja sama tim.

“Olahraga adalah pembentukan karakter yang paling lengkap, mulai dari sportivitas, rasa hormat, hingga kerja sama tim,” ucapnya.

Pada partai final putra, Universitas Surabaya berhasil mengalahkan Universitas Cenderawasih Jayapura dengan skor 84-48 dan meraih gelar juara Basketball Campus League Season 1 Regional Surabaya.

Baca Juga: Porkab Sidoarjo Berakhir, Atlet Dijanjikan Bonus dan Prioritas Sekolah

Sementara pada perebutan tempat ketiga, Universitas Negeri Surabaya menundukkan Universitas Negeri Malang dengan skor tipis 55-51.

Di sektor putri, Universitas Surabaya juga tampil dominan dengan mengalahkan Universitas Ciputra Makassar dengan skor 95-28 dalam partai final yang digelar di GOR Basket Unesa.

Adapun posisi ketiga diraih Universitas Airlangga setelah mengalahkan Universitas Brawijaya Malang dengan skor 55-38.

Dengan hasil tersebut, kompetisi Campus League di Surabaya diharapkan menjadi wadah pengembangan atlet muda sekaligus mendukung pembinaan olahraga menuju visi Indonesia Emas 2045.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.