Minggu, 19 Jul 2026 19:34 WIB

Sempat Vakum, Campus League Surabaya Kembali Dorong Ekosistem Basket Kampus

Kompetisi Campus League Basketball Regional Surabaya Ubaya (merah) vs Uncen (putih) 
Kompetisi Campus League Basketball Regional Surabaya Ubaya (merah) vs Uncen (putih) 

selalu.id - Kompetisi Campus League Basketball Regional Surabaya dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekosistem olahraga kampus dengan meningkatnya kualitas tim dan partisipasi perguruan tinggi dari berbagai daerah. 

CEO Campus League Ryan Gozali menyampaikan bahwa kehadiran kompetisi antar perguruan tinggi ini menjadi pemicu kebangkitan olahraga kampus, khususnya bola basket, setelah sempat mengalami kekosongan dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: Buka Turnamen Sepak Bola Antar RW Sukodono, Subandi Ajak Warga Junjung Sportivitas

“Kami harapkan dengan adanya Campus League ini, ekosistem olahraga kampus jadi termotivasi. Ada pergerakan baru, karena sebelumnya sempat ada kekosongan yang cukup lama,” kata Ryan, Rabu (29/4/2026). 

Ia menjelaskan bahwa peta kekuatan tim kampus mulai mengalami perubahan dengan munculnya sejumlah perguruan tinggi yang semakin kompetitif. Tidak hanya dari Jawa Timur, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Indonesia.

Menurutnya, perkembangan tim dari luar daerah seperti Papua menunjukkan kemajuan signifikan meskipun masih membutuhkan waktu untuk menyamai pengalaman tim-tim besar.

“Kami sudah melihat progres, termasuk dari wilayah lain. Jadi tidak bisa dianggap remeh, karena perkembangan mereka cukup signifikan,” ucapnya.

Ryan menambahkan, Campus League tahun ini digelar di lima kota sebagai tahap awal pengenalan kompetisi. Selain bola basket, ajang ini juga akan mempertandingkan cabang olahraga lain seperti bulu tangkis, futsal, hingga Uni Games dengan berbagai nomor pertandingan.

“Setelah basket akan ada bulu tangkis, futsal, hingga Uni Games dengan beberapa cabang seperti taekwondo, jujitsu, kempo, biliar, dan sepak bola wanita,” tuturnya.

Ia juga menyebutkan bahwa tim juara kategori putra akan mewakili Indonesia dalam ajang Asian University Basketball League melawan negara-negara di Asia dan Australia.

Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Negeri Surabaya Dwi Cahyo Kartiko mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya sebagai tuan rumah seri pertama Campus League cabang basket.

Baca Juga: Desak Evaluasi Program MBG, Ratusan Mahasiswa Gelar Demonstrasi di Gedung DPRD Surabaya

“Kami berterima kasih kepada Campus League karena Unesa dipercaya sebagai tuan rumah. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk meningkatkan prestasi ke depan,” katanya.

Ia menuturkan capaian tim basket Unesa yang meraih peringkat ketiga menjadi motivasi untuk melakukan persiapan lebih matang pada kompetisi berikutnya.

Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa, terutama dalam menanamkan nilai sportivitas, rasa hormat, dan kerja sama tim.

“Olahraga adalah pembentukan karakter yang paling lengkap, mulai dari sportivitas, rasa hormat, hingga kerja sama tim,” ucapnya.

Pada partai final putra, Universitas Surabaya berhasil mengalahkan Universitas Cenderawasih Jayapura dengan skor 84-48 dan meraih gelar juara Basketball Campus League Season 1 Regional Surabaya.

Baca Juga: Keindahan Laut dan Pelajaran Tentang Keselamatan

Sementara pada perebutan tempat ketiga, Universitas Negeri Surabaya menundukkan Universitas Negeri Malang dengan skor tipis 55-51.

Di sektor putri, Universitas Surabaya juga tampil dominan dengan mengalahkan Universitas Ciputra Makassar dengan skor 95-28 dalam partai final yang digelar di GOR Basket Unesa.

Adapun posisi ketiga diraih Universitas Airlangga setelah mengalahkan Universitas Brawijaya Malang dengan skor 55-38.

Dengan hasil tersebut, kompetisi Campus League di Surabaya diharapkan menjadi wadah pengembangan atlet muda sekaligus mendukung pembinaan olahraga menuju visi Indonesia Emas 2045.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Langkah itu juga menjadi bentuk pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di kalangan atlet yang tengah dipersiapkan menghadapi Porprov Jatim 2027.