Kamis, 04 Jun 2026 23:58 WIB

Pesantren Kilat SMP Labschool Unesa Diwarnai Belajar Merawat Jenazah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 07 Mar 2026 16:06 WIB
Praktek Perawatan jenazah siswa Labshool Unesa Surabaya. (Dok.Ade/Selalu.id)
Praktek Perawatan jenazah siswa Labshool Unesa Surabaya. (Dok.Ade/Selalu.id)

selalu.id - SMP Labschool Unesa 3 Surabaya menggelar kegiatan pesantren kilat selama Ramadan dengan berbagai materi keagamaan, salah satunya praktik perawatan jenazah mulai dari memandikan hingga mengkafani.

Kegiatan yang diikuti 33 siswa ini berlangsung selama tiga hari dua malam di lingkungan sekolah. Program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus memberikan bekal keterampilan sosial kepada siswa.

Baca Juga: Sempat Vakum, Campus League Surabaya Kembali Dorong Ekosistem Basket Kampus

Koordinator Kegiatan Ramadan Labschool 3 Unesa Surabaya, Abdul Manafsyaroni, mengatakan kegiatan Ramadan di sekolahnya melibatkan seluruh siswa dengan pendekatan sesuai agama masing-masing.

“Untuk siswa Muslim ada pondok Ramadan, untuk siswa Kristen ada Pondok Kasih, dan siswa Hindu mengikuti Pondok Dharma. Kegiatan ini dilakukan dari pagi sampai siang,” kata Abdul Manafsyaroni, Sabtu (7/3/2026).

Selain kegiatan harian, sekolah juga menggelar pesantren kilat di mana siswa menginap selama tiga hari dua malam. Dalam kegiatan tersebut para peserta mengikuti pengajian kitab, khataman kitab, hingga praktik pengurusan jenazah.

“Di pesantren kilat ini anak-anak belajar mengaji kitab, menghatamkan dua kitab dalam dua hari, lalu juga ada praktik tata cara merawat jenazah seperti mengkafani,” ujarnya.

Menurutnya, materi tersebut sengaja diberikan karena tidak diajarkan secara detail dalam pembelajaran formal di sekolah.

“Tahun lalu materi praktiknya memandikan jenazah. Tahun ini lebih ke tata cara mengkafani. Harapannya ketika mereka terjun di masyarakat, mereka sudah mengetahui tata caranya,” jelasnya.

Baca Juga: Pengamat: Soekarno Cup U-17 Berpotensi Dongkrak Elektabilitas Eri Cahyadi

Selain kegiatan keagamaan, sekolah juga menggelar berbagai aksi sosial selama Ramadan. Di antaranya santunan kepada 100 anak yatim yang dananya berasal dari sedekah subuh para siswa.

“Sedekah subuh siswa terkumpul sekitar Rp15 juta dan itu kita gunakan untuk santunan anak yatim,” katanya.

Tak hanya itu, sekolah bersama wali murid juga menyalurkan sekitar 140 paket sembako senilai Rp175 ribu per paket yang berisi 12 kebutuhan pokok bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Kepala SMP Labschool Unesa 3 Surabaya, Dian Hijrah Saputra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang bertujuan menanamkan nilai kepedulian sosial kepada siswa.

Baca Juga: Waspadai Lonjakan Arus Balik, Polri Imbau Manfaatkan WFA Pasca Idul Fitri 1447 H 

“Ini kegiatan rutin setiap tahun, mulai dari pesantren kilat, buka puasa bersama, santunan anak yatim hingga pembagian sembako. Harapannya sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga tempat menumbuhkan kepedulian dan kebaikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada tahun ini pesantren kilat diikuti 33 siswa meski kuota awal hanya 30 peserta.

“Alhamdulillah antusiasme siswa meningkat. Mudah-mudahan ke depan pesertanya bisa lebih banyak lagi,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.