Minggu, 06 Sep 2026 22:58 WIB

Pesantren Kilat SMP Labschool Unesa Diwarnai Belajar Merawat Jenazah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 07 Mar 2026 16:06 WIB
Praktek Perawatan jenazah siswa Labshool Unesa Surabaya. (Dok.Ade/Selalu.id)
Praktek Perawatan jenazah siswa Labshool Unesa Surabaya. (Dok.Ade/Selalu.id)

selalu.id - SMP Labschool Unesa 3 Surabaya menggelar kegiatan pesantren kilat selama Ramadan dengan berbagai materi keagamaan, salah satunya praktik perawatan jenazah mulai dari memandikan hingga mengkafani.

Kegiatan yang diikuti 33 siswa ini berlangsung selama tiga hari dua malam di lingkungan sekolah. Program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus memberikan bekal keterampilan sosial kepada siswa.

Baca Juga: Pakar Hukum Ingatkan Pemkot Surabaya Cermat Terbitkan Izin Acara Besar Pasca-Kericuhan Konser SUBEC

Koordinator Kegiatan Ramadan Labschool 3 Unesa Surabaya, Abdul Manafsyaroni, mengatakan kegiatan Ramadan di sekolahnya melibatkan seluruh siswa dengan pendekatan sesuai agama masing-masing.

“Untuk siswa Muslim ada pondok Ramadan, untuk siswa Kristen ada Pondok Kasih, dan siswa Hindu mengikuti Pondok Dharma. Kegiatan ini dilakukan dari pagi sampai siang,” kata Abdul Manafsyaroni, Sabtu (7/3/2026).

Selain kegiatan harian, sekolah juga menggelar pesantren kilat di mana siswa menginap selama tiga hari dua malam. Dalam kegiatan tersebut para peserta mengikuti pengajian kitab, khataman kitab, hingga praktik pengurusan jenazah.

“Di pesantren kilat ini anak-anak belajar mengaji kitab, menghatamkan dua kitab dalam dua hari, lalu juga ada praktik tata cara merawat jenazah seperti mengkafani,” ujarnya.

Menurutnya, materi tersebut sengaja diberikan karena tidak diajarkan secara detail dalam pembelajaran formal di sekolah.

“Tahun lalu materi praktiknya memandikan jenazah. Tahun ini lebih ke tata cara mengkafani. Harapannya ketika mereka terjun di masyarakat, mereka sudah mengetahui tata caranya,” jelasnya.

Baca Juga: Gelar Karya Siswa, Keseriusan SMP Labschool Unesa 3 Surabaya dalam Majukan Dunia Pendidikan

Selain kegiatan keagamaan, sekolah juga menggelar berbagai aksi sosial selama Ramadan. Di antaranya santunan kepada 100 anak yatim yang dananya berasal dari sedekah subuh para siswa.

“Sedekah subuh siswa terkumpul sekitar Rp15 juta dan itu kita gunakan untuk santunan anak yatim,” katanya.

Tak hanya itu, sekolah bersama wali murid juga menyalurkan sekitar 140 paket sembako senilai Rp175 ribu per paket yang berisi 12 kebutuhan pokok bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Kepala SMP Labschool Unesa 3 Surabaya, Dian Hijrah Saputra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang bertujuan menanamkan nilai kepedulian sosial kepada siswa.

Baca Juga: Sempat Vakum, Campus League Surabaya Kembali Dorong Ekosistem Basket Kampus

“Ini kegiatan rutin setiap tahun, mulai dari pesantren kilat, buka puasa bersama, santunan anak yatim hingga pembagian sembako. Harapannya sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga tempat menumbuhkan kepedulian dan kebaikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada tahun ini pesantren kilat diikuti 33 siswa meski kuota awal hanya 30 peserta.

“Alhamdulillah antusiasme siswa meningkat. Mudah-mudahan ke depan pesertanya bisa lebih banyak lagi,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.