Sosialisasi AJP 2025, PGN Perkenalkan Layanan BBG ke Jurnalis Jatimbalinus
- Penulis : Rahmat Hidayat
- | Sabtu, 20 Sep 2025 15:07 WIB
selalu.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengajak jurnalis menjajal taksi berbahan bakar gas (BBG) menuju SPBG Ngagel dalam rangka sosialisasi Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2025 di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus). Kegiatan berlangsung di Surabaya, Kamis (18/9/2025).
Baca Juga: Dukung Operasional 24 Jam, PGN Pastikan Pasokan Gas ke RSUP Dr. Sardjito
Layanan BBG dengan merek Gasku di Surabaya dikelola anak usaha PGN, PT Gagas Energi Indonesia (Gagas). SPBG Ngagel memiliki kapasitas 4.000–4.500 liter setara premium (LSP) per hari, melayani kendaraan pribadi dan transportasi umum. Harga BBG dipatok Rp4.500 per LSP.
Pengguna Gasku dapat menghemat biaya energi hingga 30–55 persen dibandingkan BBM. Pembakaran mesin juga lebih bersih karena nilai oktan BBG tinggi.
“Layanan BBG menunjukkan komitmen PGN mendukung program konversi BBM ke BBG agar masyarakat beralih ke bahan bakar ramah lingkungan,” ujar Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman.
Baca Juga: Libur Nataru 2026, BPH Migas dan PGN Jamin Keandalan Gas Bumi di Jatim
General Manager PGN Sales and Operation Region III (SOR III) Hedi Hedianto menambahkan, BBG melengkapi layanan gas bumi PGN di wilayah SOR III. Selain lewat jaringan pipa, distribusi juga dilakukan melalui skema nonpipa oleh Gagas, termasuk untuk sektor transportasi.
Hedi menjelaskan, kendaraan dapat menggunakan BBG dengan memasang converter kit, sehingga berfungsi dengan sistem bahan bakar ganda (dual fuel). Sistem ini menambah kapasitas bahan bakar dan jarak tempuh kendaraan.
Baca Juga: Infrastruktur Offtake Tandes Perkuat Layanan Gas Bumi Surabaya
Dalam kesempatan itu, PGN menyampaikan wilayah SOR III melayani 206.299 pelanggan dengan volume distribusi gas bumi 244,87 BBTUD melalui jaringan pipa sepanjang 6.745 kilometer.
“Layanan gas bumi untuk masyarakat SOR III terus dikembangkan agar memberi manfaat nyata, baik untuk ketahanan energi maupun dekarbonisasi menuju target NZE 2060,” kata Hedi.
Editor : Ading
