Senin, 02 Feb 2026 07:48 WIB

Bukan Peleburan Emas, Camat Benowo Sebut Bau Menyengat di Kandangan dari Pembakaran Sampah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 14 Sep 2025 18:36 WIB
Perangkat daerah dan warga di lokasi PT Suka Jadi Logam
Perangkat daerah dan warga di lokasi PT Suka Jadi Logam

selalu.id - Warga Wisma Tengger, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya kembali digegerkan dengan bau menyengat yang muncul pada Jumat (12/9/2025) malam.

Mereka mencium bau menyengat saat menggelar rapat rutin di balai RT, warga RT 04 RW 06 mencium aroma tak sedap dan langsung berbondong-bondong menuju lokasi PT Suka Jadi Logam yang sebelumnya diprotes karena aktivitas peleburan emas.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Bau tersebut bahkan membuat sebagian warga sesak napas dan batuk. Kecurigaan pun muncul, bahwa perusahaan kembali beroperasi meski sebelumnya sudah disegel.

Menanggapi itu, Camat Benowo Denny Christupel Tupamahu memastikan pihak PT Suka Jadi Logam tidak melakukan kegiatan operasional saat kejadian.

“Pihak PT menyampaikan bahwa mereka tidak beroperasi. Bau menyengat itu diduga berasal dari bakar-bakaran di ujung tikungan dekat lokasi, bukan dari peleburan emas,” jelas Denny, saat dihubungi selalu.id, Minggu (14/9/2025).

Denny menambahkan, sehari setelah kejadian itu, besoknya, ia bersama lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satpol Kecamatan kembali mendatangi PT Suka Jadi Logam.

Ia juga menegaskan agar perusahaan benar-benar menghentikan aktivitas sampai melengkapi hasil uji emisi cerobong.

“Mulai Sabtu malam, pengamanan sudah ditempatkan di depan area PT Suka Jadi Logam oleh Satpol Kecamatan, Projopati, Polsek Benowo, hingga Polrestabes. Tujuannya agar warga tetap tenang,” imbuhnya.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Ia mengingatkan, sejak 23 Juli 2025 pihak kecamatan juga telah bersurat ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur untuk meminta sanksi tegas. Namun langkah selanjutnya masih menunggu hasil pengawasan DLH yang dilakukan 17 Juni lalu.

“Akan dirapatkan kembali minggu depan untuk minta tindaklanjut Pengawasan DLH Prop Jatim kepada PT.Suka Jadi Logam (karena menurut warga diduga menimbulkan pencemaran). Karena dugaan pencemaran tetap harus dibuktikan lewat hasil resmi,” tegas Denny,” pungkasnya.

Sebelumnya, aksi warga Benowo terekam video berdurasi 11 detik yang beredar, terlihat warga berbondong-bondong mendatangi lokasi tempat peleburan emas yang berada di pemukiman warga tersebut.

Berdasar keterangan warga, kejadian ini bermula saat warga RT 04 RW 06 Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya menggelar pertemuan rutin di balai RT.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Warga kembali mencium bau menyengat dan berasumsi bahwa bau tersebut berasal dari tempat peleburan emas PT Suka Jadi Logam yang sebelumnya sudah diprotes. Sekitar pukul 22.00 WIB, warga memutuskan untuk mendatangi lokasi dan berniat untuk memprotes kegiatan yang dianggap menimbulkan polusi bau tersebut.

Disebutkan, bau menyengat tersebut sempat membuat sebagian warga batuk dan sesak nafas.

"Ayo kita viralkan video ini supaya bisa sampai ke Pak Prabowo," teriak salah satu warga.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.