Rabu, 22 Jul 2026 18:18 WIB

Bukan Peleburan Emas, Camat Benowo Sebut Bau Menyengat di Kandangan dari Pembakaran Sampah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 14 Sep 2025 18:36 WIB
Perangkat daerah dan warga di lokasi PT Suka Jadi Logam
Perangkat daerah dan warga di lokasi PT Suka Jadi Logam

selalu.id - Warga Wisma Tengger, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya kembali digegerkan dengan bau menyengat yang muncul pada Jumat (12/9/2025) malam.

Mereka mencium bau menyengat saat menggelar rapat rutin di balai RT, warga RT 04 RW 06 mencium aroma tak sedap dan langsung berbondong-bondong menuju lokasi PT Suka Jadi Logam yang sebelumnya diprotes karena aktivitas peleburan emas.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Bau tersebut bahkan membuat sebagian warga sesak napas dan batuk. Kecurigaan pun muncul, bahwa perusahaan kembali beroperasi meski sebelumnya sudah disegel.

Menanggapi itu, Camat Benowo Denny Christupel Tupamahu memastikan pihak PT Suka Jadi Logam tidak melakukan kegiatan operasional saat kejadian.

“Pihak PT menyampaikan bahwa mereka tidak beroperasi. Bau menyengat itu diduga berasal dari bakar-bakaran di ujung tikungan dekat lokasi, bukan dari peleburan emas,” jelas Denny, saat dihubungi selalu.id, Minggu (14/9/2025).

Denny menambahkan, sehari setelah kejadian itu, besoknya, ia bersama lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satpol Kecamatan kembali mendatangi PT Suka Jadi Logam.

Ia juga menegaskan agar perusahaan benar-benar menghentikan aktivitas sampai melengkapi hasil uji emisi cerobong.

“Mulai Sabtu malam, pengamanan sudah ditempatkan di depan area PT Suka Jadi Logam oleh Satpol Kecamatan, Projopati, Polsek Benowo, hingga Polrestabes. Tujuannya agar warga tetap tenang,” imbuhnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Ia mengingatkan, sejak 23 Juli 2025 pihak kecamatan juga telah bersurat ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur untuk meminta sanksi tegas. Namun langkah selanjutnya masih menunggu hasil pengawasan DLH yang dilakukan 17 Juni lalu.

“Akan dirapatkan kembali minggu depan untuk minta tindaklanjut Pengawasan DLH Prop Jatim kepada PT.Suka Jadi Logam (karena menurut warga diduga menimbulkan pencemaran). Karena dugaan pencemaran tetap harus dibuktikan lewat hasil resmi,” tegas Denny,” pungkasnya.

Sebelumnya, aksi warga Benowo terekam video berdurasi 11 detik yang beredar, terlihat warga berbondong-bondong mendatangi lokasi tempat peleburan emas yang berada di pemukiman warga tersebut.

Berdasar keterangan warga, kejadian ini bermula saat warga RT 04 RW 06 Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya menggelar pertemuan rutin di balai RT.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Warga kembali mencium bau menyengat dan berasumsi bahwa bau tersebut berasal dari tempat peleburan emas PT Suka Jadi Logam yang sebelumnya sudah diprotes. Sekitar pukul 22.00 WIB, warga memutuskan untuk mendatangi lokasi dan berniat untuk memprotes kegiatan yang dianggap menimbulkan polusi bau tersebut.

Disebutkan, bau menyengat tersebut sempat membuat sebagian warga batuk dan sesak nafas.

"Ayo kita viralkan video ini supaya bisa sampai ke Pak Prabowo," teriak salah satu warga.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.