Kamis, 04 Jun 2026 13:35 WIB

Bukan Peleburan Emas, Camat Benowo Sebut Bau Menyengat di Kandangan dari Pembakaran Sampah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 14 Sep 2025 18:36 WIB
Perangkat daerah dan warga di lokasi PT Suka Jadi Logam
Perangkat daerah dan warga di lokasi PT Suka Jadi Logam

selalu.id - Warga Wisma Tengger, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya kembali digegerkan dengan bau menyengat yang muncul pada Jumat (12/9/2025) malam.

Mereka mencium bau menyengat saat menggelar rapat rutin di balai RT, warga RT 04 RW 06 mencium aroma tak sedap dan langsung berbondong-bondong menuju lokasi PT Suka Jadi Logam yang sebelumnya diprotes karena aktivitas peleburan emas.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Bau tersebut bahkan membuat sebagian warga sesak napas dan batuk. Kecurigaan pun muncul, bahwa perusahaan kembali beroperasi meski sebelumnya sudah disegel.

Menanggapi itu, Camat Benowo Denny Christupel Tupamahu memastikan pihak PT Suka Jadi Logam tidak melakukan kegiatan operasional saat kejadian.

“Pihak PT menyampaikan bahwa mereka tidak beroperasi. Bau menyengat itu diduga berasal dari bakar-bakaran di ujung tikungan dekat lokasi, bukan dari peleburan emas,” jelas Denny, saat dihubungi selalu.id, Minggu (14/9/2025).

Denny menambahkan, sehari setelah kejadian itu, besoknya, ia bersama lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satpol Kecamatan kembali mendatangi PT Suka Jadi Logam.

Ia juga menegaskan agar perusahaan benar-benar menghentikan aktivitas sampai melengkapi hasil uji emisi cerobong.

“Mulai Sabtu malam, pengamanan sudah ditempatkan di depan area PT Suka Jadi Logam oleh Satpol Kecamatan, Projopati, Polsek Benowo, hingga Polrestabes. Tujuannya agar warga tetap tenang,” imbuhnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Ia mengingatkan, sejak 23 Juli 2025 pihak kecamatan juga telah bersurat ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur untuk meminta sanksi tegas. Namun langkah selanjutnya masih menunggu hasil pengawasan DLH yang dilakukan 17 Juni lalu.

“Akan dirapatkan kembali minggu depan untuk minta tindaklanjut Pengawasan DLH Prop Jatim kepada PT.Suka Jadi Logam (karena menurut warga diduga menimbulkan pencemaran). Karena dugaan pencemaran tetap harus dibuktikan lewat hasil resmi,” tegas Denny,” pungkasnya.

Sebelumnya, aksi warga Benowo terekam video berdurasi 11 detik yang beredar, terlihat warga berbondong-bondong mendatangi lokasi tempat peleburan emas yang berada di pemukiman warga tersebut.

Berdasar keterangan warga, kejadian ini bermula saat warga RT 04 RW 06 Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya menggelar pertemuan rutin di balai RT.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Warga kembali mencium bau menyengat dan berasumsi bahwa bau tersebut berasal dari tempat peleburan emas PT Suka Jadi Logam yang sebelumnya sudah diprotes. Sekitar pukul 22.00 WIB, warga memutuskan untuk mendatangi lokasi dan berniat untuk memprotes kegiatan yang dianggap menimbulkan polusi bau tersebut.

Disebutkan, bau menyengat tersebut sempat membuat sebagian warga batuk dan sesak nafas.

"Ayo kita viralkan video ini supaya bisa sampai ke Pak Prabowo," teriak salah satu warga.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.