Jumat, 23 Okt 2026 04:22 WIB

Bukan Peleburan Emas, Camat Benowo Sebut Bau Menyengat di Kandangan dari Pembakaran Sampah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 14 Sep 2025 18:36 WIB
Perangkat daerah dan warga di lokasi PT Suka Jadi Logam
Perangkat daerah dan warga di lokasi PT Suka Jadi Logam

selalu.id - Warga Wisma Tengger, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya kembali digegerkan dengan bau menyengat yang muncul pada Jumat (12/9/2025) malam.

Mereka mencium bau menyengat saat menggelar rapat rutin di balai RT, warga RT 04 RW 06 mencium aroma tak sedap dan langsung berbondong-bondong menuju lokasi PT Suka Jadi Logam yang sebelumnya diprotes karena aktivitas peleburan emas.

Baca Juga: Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya

Bau tersebut bahkan membuat sebagian warga sesak napas dan batuk. Kecurigaan pun muncul, bahwa perusahaan kembali beroperasi meski sebelumnya sudah disegel.

Menanggapi itu, Camat Benowo Denny Christupel Tupamahu memastikan pihak PT Suka Jadi Logam tidak melakukan kegiatan operasional saat kejadian.

“Pihak PT menyampaikan bahwa mereka tidak beroperasi. Bau menyengat itu diduga berasal dari bakar-bakaran di ujung tikungan dekat lokasi, bukan dari peleburan emas,” jelas Denny, saat dihubungi selalu.id, Minggu (14/9/2025).

Denny menambahkan, sehari setelah kejadian itu, besoknya, ia bersama lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satpol Kecamatan kembali mendatangi PT Suka Jadi Logam.

Ia juga menegaskan agar perusahaan benar-benar menghentikan aktivitas sampai melengkapi hasil uji emisi cerobong.

“Mulai Sabtu malam, pengamanan sudah ditempatkan di depan area PT Suka Jadi Logam oleh Satpol Kecamatan, Projopati, Polsek Benowo, hingga Polrestabes. Tujuannya agar warga tetap tenang,” imbuhnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Ia mengingatkan, sejak 23 Juli 2025 pihak kecamatan juga telah bersurat ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur untuk meminta sanksi tegas. Namun langkah selanjutnya masih menunggu hasil pengawasan DLH yang dilakukan 17 Juni lalu.

“Akan dirapatkan kembali minggu depan untuk minta tindaklanjut Pengawasan DLH Prop Jatim kepada PT.Suka Jadi Logam (karena menurut warga diduga menimbulkan pencemaran). Karena dugaan pencemaran tetap harus dibuktikan lewat hasil resmi,” tegas Denny,” pungkasnya.

Sebelumnya, aksi warga Benowo terekam video berdurasi 11 detik yang beredar, terlihat warga berbondong-bondong mendatangi lokasi tempat peleburan emas yang berada di pemukiman warga tersebut.

Berdasar keterangan warga, kejadian ini bermula saat warga RT 04 RW 06 Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya menggelar pertemuan rutin di balai RT.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Warga kembali mencium bau menyengat dan berasumsi bahwa bau tersebut berasal dari tempat peleburan emas PT Suka Jadi Logam yang sebelumnya sudah diprotes. Sekitar pukul 22.00 WIB, warga memutuskan untuk mendatangi lokasi dan berniat untuk memprotes kegiatan yang dianggap menimbulkan polusi bau tersebut.

Disebutkan, bau menyengat tersebut sempat membuat sebagian warga batuk dan sesak nafas.

"Ayo kita viralkan video ini supaya bisa sampai ke Pak Prabowo," teriak salah satu warga.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.