Selasa, 08 Sep 2026 01:51 WIB

Bukan Peleburan Emas, Camat Benowo Sebut Bau Menyengat di Kandangan dari Pembakaran Sampah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 14 Sep 2025 18:36 WIB
Perangkat daerah dan warga di lokasi PT Suka Jadi Logam
Perangkat daerah dan warga di lokasi PT Suka Jadi Logam

selalu.id - Warga Wisma Tengger, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya kembali digegerkan dengan bau menyengat yang muncul pada Jumat (12/9/2025) malam.

Mereka mencium bau menyengat saat menggelar rapat rutin di balai RT, warga RT 04 RW 06 mencium aroma tak sedap dan langsung berbondong-bondong menuju lokasi PT Suka Jadi Logam yang sebelumnya diprotes karena aktivitas peleburan emas.

Baca Juga: Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

Bau tersebut bahkan membuat sebagian warga sesak napas dan batuk. Kecurigaan pun muncul, bahwa perusahaan kembali beroperasi meski sebelumnya sudah disegel.

Menanggapi itu, Camat Benowo Denny Christupel Tupamahu memastikan pihak PT Suka Jadi Logam tidak melakukan kegiatan operasional saat kejadian.

“Pihak PT menyampaikan bahwa mereka tidak beroperasi. Bau menyengat itu diduga berasal dari bakar-bakaran di ujung tikungan dekat lokasi, bukan dari peleburan emas,” jelas Denny, saat dihubungi selalu.id, Minggu (14/9/2025).

Denny menambahkan, sehari setelah kejadian itu, besoknya, ia bersama lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satpol Kecamatan kembali mendatangi PT Suka Jadi Logam.

Ia juga menegaskan agar perusahaan benar-benar menghentikan aktivitas sampai melengkapi hasil uji emisi cerobong.

“Mulai Sabtu malam, pengamanan sudah ditempatkan di depan area PT Suka Jadi Logam oleh Satpol Kecamatan, Projopati, Polsek Benowo, hingga Polrestabes. Tujuannya agar warga tetap tenang,” imbuhnya.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Ia mengingatkan, sejak 23 Juli 2025 pihak kecamatan juga telah bersurat ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur untuk meminta sanksi tegas. Namun langkah selanjutnya masih menunggu hasil pengawasan DLH yang dilakukan 17 Juni lalu.

“Akan dirapatkan kembali minggu depan untuk minta tindaklanjut Pengawasan DLH Prop Jatim kepada PT.Suka Jadi Logam (karena menurut warga diduga menimbulkan pencemaran). Karena dugaan pencemaran tetap harus dibuktikan lewat hasil resmi,” tegas Denny,” pungkasnya.

Sebelumnya, aksi warga Benowo terekam video berdurasi 11 detik yang beredar, terlihat warga berbondong-bondong mendatangi lokasi tempat peleburan emas yang berada di pemukiman warga tersebut.

Berdasar keterangan warga, kejadian ini bermula saat warga RT 04 RW 06 Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya menggelar pertemuan rutin di balai RT.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Warga kembali mencium bau menyengat dan berasumsi bahwa bau tersebut berasal dari tempat peleburan emas PT Suka Jadi Logam yang sebelumnya sudah diprotes. Sekitar pukul 22.00 WIB, warga memutuskan untuk mendatangi lokasi dan berniat untuk memprotes kegiatan yang dianggap menimbulkan polusi bau tersebut.

Disebutkan, bau menyengat tersebut sempat membuat sebagian warga batuk dan sesak nafas.

"Ayo kita viralkan video ini supaya bisa sampai ke Pak Prabowo," teriak salah satu warga.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

DPRD Surabaya mengatakan bahwa penindakan terhadap oknum yang terlibat dinilai tidak cukup tanpa adanya pembenahan sistem secara menyeluruh.

Dinilai Cacat Prosedur, PN Mojokerto Dilaporkan ke Bawas MA Usai Eksekusi Rumah di Trowulan

PUMI mendesak Bawas MA RI segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan sanksi tegas kepada oknum pejabat pengadilan yang terlibat.