Selasa, 21 Jul 2026 06:53 WIB

Keracunan di Berbagai Wilayah, DPRD Surabaya Minta MBG Tetap Lanjut

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 14 Sep 2025 10:53 WIB

Selalu.id– Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Partai Golkar, Arif Fathoni, menegaskan dukungannya agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan. 

Menurutnya, meski ada sejumlah kasus keracunan makanan di berbagai daerah, program ini sangat penting bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM) jangka panjang Indonesia.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Hal itu ia sampaikan merespons laporan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) yang mencatat ada 4.000 siswa mengalami keracunan akibat program MBG dalam delapan bulan terakhir. Indef bahkan mendorong agar program dihentikan sementara untuk evaluasi menyeluruh.

“Saya rasa program MBG ini sangat bagus untuk menghapus disparitas pemenuhan gizi anak bangsa. Karena program masih baru, wajar jika butuh penyempurnaan berkelanjutan,” ujar Toni, sapaan akrab Arif Fathoni, Minggu (14/9/2025).

Menurutnya, masukan dari berbagai pihak, termasuk Indef, seharusnya dijadikan bahan evaluasi, bukan alasan untuk menghentikan program. 

Ia menilai MBG tidak hanya menjamin gizi anak, tetapi juga membantu banyak orang tua yang sibuk bekerja karena anak mereka sudah mendapat makan siang di sekolah.

“Yang perlu disempurnakan adalah tata kelolanya. Mulai dari higienitas makanan, distribusi, hingga evaluasi pemerataan agar program tepat sasaran,” tegasnya.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Terkait wacana asuransi penerima manfaat, Toni menilai hal itu justru bisa membebani keuangan negara. Ia lebih mendorong peningkatan kolaborasi dengan pemerintah daerah agar implementasi program berjalan sukses.

Lebih jauh, mantan Ketua DPD Golkar Surabaya ini berharap program MBG juga bisa menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi di daerah. Salah satunya lewat keterlibatan aktif UMKM dan kantin sekolah. 

Namun, ia mengakui ada tantangan, terutama soal syarat dapur umum dengan luasan minimal 200 meter persegi.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

“Kalau aturan itu dipaksakan, UMKM bisa kesulitan, apalagi harga sewa tanah di Surabaya relatif tinggi,” ujarnya.

Soal maraknya kasus keracunan di sejumlah daerah, Toni memastikan hingga kini belum ada laporan di Surabaya. Hal itu berkat peran Dinas Ketahanan Pangan dan OPD terkait yang menjaga ketat higienitas bahan pangan.

“Alhamdulillah, sejauh ini di Surabaya belum ada laporan keracunan. Mudah-mudahan tidak terjadi, karena pengawasan di sini cukup ketat,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.