Rabu, 22 Jul 2026 21:13 WIB

Wali Kota Eri Tegaskan Isbat Nikah Massal Rp6,8 Miliar Tak Gunakan APBD

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 28 Agu 2025 12:37 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar Isbat Nikah Massal yang kini memasuki tahun kelima. Sebanyak 285 pasangan dikukuhkan dalam acara di Ballroom The Empire Palace, Rabu (27/8/2025).

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Dari jumlah itu, 279 pasangan sebelumnya menikah siri, sementara 6 pasangan melangsungkan pernikahan baru. Program ini merupakan kolaborasi Pemkot Surabaya, Kementerian Agama, dan Pengadilan Agama untuk memberikan kepastian hukum serta perlindungan sosial bagi warga.

 

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan kegiatan yang menghabiskan biaya sekitar Rp6,8 miliar itu sepenuhnya ditanggung pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

 

“Surabaya ini tidak bisa dibangun hanya dengan kekuatan wali kota atau pemerintah. Banyak elemen ikut membantu, salah satunya Malik Entertainment dan vendor lainnya. Mereka membantu warga yang tidak mampu agar bisa menikah secara resmi,” kata Eri.

 

Eri menekankan pernikahan resmi penting demi melindungi perempuan dan anak. Ia berharap program ini dapat menekan praktik nikah siri di Surabaya.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

“Kami akan terus gelar acara ini sampai tidak ada lagi nikah siri. Saya minta camat juga mengimbau masyarakat untuk menikah secara resmi di KUA,” ujarnya.

 

Kepala Dispendukcapil Surabaya, Eddy Christijanto, menyampaikan acara ini terlaksana berkat gotong royong paguyuban pengusaha wedding dan MUA. Para pasangan langsung menerima dokumen kependudukan, mulai buku nikah, KK, KTP, hingga akta kelahiran anak.

 

“Mereka juga mendapat pendampingan psikologis dari DP3APPKB sebelum pelaksanaan,” jelas Eddy.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

 

Dirjen Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya. Menurutnya, program ini bukan sekadar penetapan pengadilan, melainkan juga memastikan akses layanan publik bagi keluarga.

 

“Pola seperti ini bisa ditiru daerah lain. Apalagi tanpa APBD, tapi didukung CSR. Ini menunjukkan tata kelola pemerintahan yang baik,” kata Teguh.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.