Minggu, 01 Feb 2026 22:42 WIB

Peduli Altet, YKDKsj Beri Bantuan Mantan Petinju Asal Flores Johanes Leonard Moa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 05 Feb 2022 16:55 WIB
Petinju nasional Johanes Leonard Moa (48 tahun) asal Maumere, Flores.
Petinju nasional Johanes Leonard Moa (48 tahun) asal Maumere, Flores.

selalu.id - Apresiasi kepada mantan olahragawan kembali diberikan oleh Yayasan Kesetiakawanan dan Kepedulian (YKDKsj) yang berpusat di Jakarta. Kali ini apresiasi diberikan kepada mantan petinju nasional Johanes Leonard Moa (48 tahun) asal Maumere, Flores yang saat ini tinggal di Tangerang dan bekerja sebagai security di sebuah gereja di Rempoa, Ciputat, Tangerang.

Apresiasi diberikan oleh Sekretaris Umum YKDKsj Setiawan Ambardy dan Mastur Mahesa secara virtual pada pertengahan Januari 2022 dengan memberikan sejumlah dana yang ditransfer ke rekening Johanes Leonard Moa.

Baca Juga: Polri Percepat Pemulihan Infrastruktur dan Kebutuhan Dasar Pascabencana  

Johanes Leonard Moa memulai karir tinjunya pada tahun 1989 di Sulawesi Selatan dengan bergabung di sasana tinju PEBABRI dan mulai mengikuti kejuaran tinju amatir Tingkat Kabupaten, Walikota Cup serta Pekan Olahraga Wilayah dengan meraih Juara 1.

Tahun 1991 karir tinju Johanes beranjak ke dunia tinju professional dengan mengikuti Kejuaraan Nasional di Kelas Terbang Junior 49 Kg dengan prestasi 19 kali tanding hanya 2 kali mengalami kekalahan.

Johanes Leonard Moa merasa bersyukur dan terbantu dengan apresiasi yang diberikan oleh YKDKsj. Dana apresiasi yang diterima sebagaimana yang disampaikan oleh Johanes Leonard Moa akan digunakan untuk membayar hutang rumah dan pulang kampung ke Maumere, Flores setelah 18 tahun merantau dan belum berkesempatan pulang kampung karena kendala biaya.

Baca Juga: Malam Natal di Surabaya, Warga dan Gereja Himpun Bantuan Rp11 Miliar

Johanes Leonard Moa dengan bangga menunjukkan sabuk Kejuaraaan Nasional yang pernah diraihnya dan tetap setia menyimpannya selama 30 tahun meskipun selama ini tidak cukup mendapatkan apresiasi dari prestasi-prestasi yang telah diraih.

Yayasan Kesetiakawanan dan Kepedulian (YKDKsj) yang berpusat di Jakarta adalah salah satu lembaga social yang memberikan perhatian khusus dan apresiasi kepada mantan olahragawan dan seniman yang berprestasi dan mengharumkan bangsa Indonesia.

Baca Juga: Wabup Probolinggo Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Krucil–Tiris

YKDKsj sudah berdiri selama 13 tahun dan telah banyak mantan olahragawan dan seniman yang telah menerima apresiasi dari YKDKsj diantaranya almarhumah artis Julia Perez saat masih sakit, mantan pemain legendaris Persebaya Budi Santoso yang hanya tinggal di rumah petak dan mantan atlet pencak silat dunia Bruno yang saat ini sedang menderita sakit gagal ginjal.

YKDKsj yang diwakili Setiawan Ambardy berharap apresiasi yang diberikan oleh YKDKsj dapat bermanfaat dan menjadi angin segar bagi para mantan atlet dan seniman yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.