Kamis, 04 Jun 2026 07:04 WIB

Duh, Tiket KBS Bakal Naik Jadi Rp 25 Ribu, Apa Rencana Pihak Pengelola?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 20 Jul 2025 13:35 WIB

Selalu.id – Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) tengah mematangkan rencana kenaikan tarif masuk dari Rp 15 ribu menjadi Rp 25 ribu. Kenaikan ini disebut sebagai langkah untuk meningkatkan daya saing serta kenyamanan pengunjung.

Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) PDTS KBS, Nahroni, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang menyelesaikan studi kelayakan atau feasibility study sebagai dasar pengajuan resmi ke Pemerintah Kota Surabaya.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

“Harapannya di bulan Agustus ini sudah bisa kami presentasikan ke Pemkot untuk ditindaklanjuti,” ujar Nahroni, Minggu (20/7/2025).

Menurutnya, penyesuaian tarif dilakukan berdasarkan kebutuhan operasional dan pengembangan destinasi wisata selama 2024 hingga 2025. Dengan harga baru, pihaknya menargetkan bisa memberi pengalaman yang lebih maksimal bagi pengunjung, sekaligus tetap terjangkau.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

“Kami ingin menambah wahana baru. Saat ini yang sudah ada Rainbow Park dan bioskop 7D. Ini bentuk peningkatan fasilitas untuk kenyamanan pengunjung,” jelasnya.

Selain dari sisi fasilitas, kata dia, PDTS KBS juga gencar melakukan promosi di media sosial, yang disebut efektif mendongkrak jumlah pengunjung. Apalagi kini akses masuk ke KBS juga makin nyaman berkat dukungan jalur transportasi terintegrasi (TIJ).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Pameran Cross Musea Pertiwi 2026, Hadirkan Pengalaman Berbasis AI

“Ada pergeseran pintu masuk, tidak lagi hanya dari sisi utara, tapi juga dibuka dari sisi selatan. Sekarang komposisinya 50:50, jadi pengunjung bisa lebih nyaman dan tidak menumpuk di satu titik,” pungkasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Tersangka merupakan spesialis pembobol rumah kosong. Tersangka juga tercatat sebagai residivis dalam kasus serupa.