Senin, 02 Feb 2026 08:09 WIB

Cegah Kenakalan Remaja, Surabaya Terapkan Kampung Pancasila di Setiap RW

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 06 Jul 2025 17:26 WIB

Selalu.id– Pemerintah Kota Surabaya meluncurkan program Kampung Pancasila sebagai upaya membangun ketahanan sosial dari tingkat keluarga dan lingkungan. Program ini dirancang untuk menjawab berbagai persoalan sosial yang kian kompleks, seperti kenakalan remaja, pengangguran, dan kemerosotan moral.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Kampung Pancasila bukan sekadar simbol, tetapi gerakan nyata untuk menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari warga kota. 

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Ia menyampaikan arahannya kepada seluruh kepala perangkat daerah, camat, lurah, hingga ketua RT dan RW melalui pertemuan daring pada Jumat (4/7/2025).

“Saya ingin Surabaya seperti kota-kota maju di luar negeri yang menjalankan Pancasila bukan hanya diucapkan, tapi dilaksanakan. Ini sejalan dengan ajaran agama, yaitu tolong-menolong dalam kebaikan,” kata Eri.

Ia mengaku prihatin dengan tingginya angka kenakalan remaja dan persoalan moral di tengah masyarakat. Menurutnya, hampir seluruh masalah yang melibatkan anak-anak dan remaja berakar pada kondisi keluarga yang tidak harmonis atau kurang memberikan perhatian.

“Anak-anak itu tumbuh dari apa yang mereka lihat di rumah. Kalau orang tuanya tidak rukun dan kurang perhatian, anak juga akan kehilangan arah,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal itu, Pemkot Surabaya membentuk Satgas Kampung Pancasila di setiap RW dan RT. Satgas ini bertugas membina generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam aktivitas negatif, seperti geng motor atau keluyuran malam tanpa tujuan. Mereka juga akan bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam menjaga ketertiban sosial.

Di sisi lain, Satgas juga didorong untuk menumbuhkan kebiasaan positif di lingkungan warga, seperti memilah sampah langsung dari rumah. 

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Gerakan ini diharapkan mampu menghemat anggaran pengelolaan sampah yang kemudian bisa dialihkan untuk pendidikan gratis atau bantuan modal usaha bagi warga.

Selain itu, Satgas akan menggali potensi kampung untuk menciptakan program produktif yang bisa menjadi peluang kerja bagi anak-anak muda setelah lulus sekolah. 

Wali Kota Eri mencontohkan, kampung bisa menyuplai kebutuhan hotel, restoran, atau pabrik yang ada di sekitar.

Pengawasan terhadap rumah kos juga menjadi bagian penting dari tugas Satgas. Hal ini dilakukan untuk memastikan lingkungan kos tidak memberikan pengaruh buruk bagi remaja dan tetap menjaga keamanan lingkungan secara keseluruhan.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Program ini akan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari Kader Surabaya Hebat, Bunda PAUD, LPMK, komunitas warga, hingga perguruan tinggi.

Sebagai Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Eri menegaskan bahwa membangun kota tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Ia mengajak seluruh warga untuk berpartisipasi aktif menjaga lingkungan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila.

“Kesejahteraan kota ada pada ridho Tuhan, dan ridho Tuhan hadir dari perbuatan baik antar manusia. Rezeki yang kita punya bukan milik sendiri, tapi titipan yang juga menjadi hak orang lain,” pungkasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.