Senin, 02 Feb 2026 03:11 WIB

Polresta Banyuwangi dan ASDP Salurkan Bantuan untuk Keluarga Korban KMP Tunu Pratama

Pemberian bantuan dari Kepolisian Resor Banyuwangi (Polresta Banyuwangi) dan PT ASDP Indonesia Ferry (ASDP) Ketapang
Pemberian bantuan dari Kepolisian Resor Banyuwangi (Polresta Banyuwangi) dan PT ASDP Indonesia Ferry (ASDP) Ketapang

selalu.id – Kepolisian Resor Banyuwangi (Polresta Banyuwangi) dan PT ASDP Indonesia Ferry (ASDP) Ketapang memberikan bantuan kemanusiaan kepada keluarga korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali.  

 

Baca Juga: Polri Percepat Pemulihan Infrastruktur dan Kebutuhan Dasar Pascabencana  

Bantuan berupa ratusan selimut dan matras diserahkan langsung oleh Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rama Samtama Putra, dan General Manager (GM) ASDP Ketapang, Yannes Kurniawan, di Posko Terpadu Pelabuhan ASDP Ketapang, Jumat (4/7) malam.

 

Penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk empati dan dukungan moral bagi keluarga korban yang telah beberapa hari menunggu kabar di pelabuhan. Posko terpadu yang didirikan di area tunggu pelabuhan menjadi tempat penampungan sementara bagi para keluarga.  

 

"Kami memahami kondisi psikologis keluarga korban, dan bantuan ini adalah bentuk tanggung jawab moral kami," ucap Kombes Pol. Rama Samtama Putra.

 

Senada dengan Kombes Pol Rama, Yannes Kurniawan yang menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan ASDP dalam situasi darurat ini untuk memastikan keluarga korban merasa diperhatikan.

 

Baca Juga: Malam Natal di Surabaya, Warga dan Gereja Himpun Bantuan Rp11 Miliar

Sebelumnya, Polda Jatim telah mendirikan Posko Informasi di Pelabuhan Ketapang untuk mempercepat distribusi bantuan dan penyampaian informasi terkini terkait proses pencarian dan evakuasi korban yang dilakukan tim SAR gabungan. Proses pencarian masih terus dilakukan dengan prioritas menemukan korban yang belum ditemukan dan memberikan layanan psikososial kepada keluarga.

 

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyampaikan bahwa enam jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga pada Kamis (3/7) malam oleh Menteri Perhubungan didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto.  

 

Kombes Pol Abast menegaskan pencarian dan evakuasi akan terus dilakukan hingga seluruh penumpang ditemukan. "Petugas gabungan akan terus melakukan pencarian dengan koordinasi penuh bersama Basarnas, TNI, Polri, ASDP, dan pemerintah daerah," tegasnya.

Baca Juga: Wabup Probolinggo Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Krucil–Tiris

 

KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam pada Rabu (2/7) pukul 23.35 WIB di koordinat 8° 9'32.35"S 114°25'6.38"E saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk. Berdasarkan manifest, kapal tersebut mengangkut 53 penumpang, 12 ABK, dan 22 unit kendaraan.  

 

Kehadiran dan bantuan dari Polresta Banyuwangi, Polda Jatim, dan ASDP mendapat apresiasi dari masyarakat sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah di tengah duka. Upaya pencarian dan penanganan pasca-tragedi akan terus berlanjut hingga seluruh proses evakuasi dan pemulihan selesai.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.