Kamis, 04 Jun 2026 04:53 WIB

Tiga SMP Baru Dibangun di Daerah Padat, Surabaya Fokus Atasi Kelebihan Siswa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 30 Jun 2025 16:45 WIB
Kepala Bappedalitbang Surabaya, Irvan Wahyudrajat
Kepala Bappedalitbang Surabaya, Irvan Wahyudrajat

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pembangunan tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) baru tetap berjalan pada 2025, meskipun dihadapkan pada keterbatasan lahan di kawasan padat penduduk.

 

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Langkah ini diambil untuk pemerataan akses pendidikan, khususnya di wilayah yang mengalami kelebihan jumlah siswa dan minim unit sekolah.

 

Kepala Bappedalitbang Surabaya, Irvan Wahyudrajat, mengatakan pembangunan sekolah baru telah melalui tahapan perencanaan dan kesepakatan dengan warga.

 

“Tahun ini ada tiga SMP baru yang akan dibangun, lokasinya di Medokan Ayu, Warugunung, dan Tambak Wedi. Ini sudah clear lahannya dan siap untuk dilanjutkan konstruksinya,” ujar Irvan, Senin (30/6/2025).

 

Ia mengakui bahwa pencarian lahan untuk sekolah baru menjadi tantangan tersendiri di Surabaya karena keterbatasan ruang terbuka.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

 

“Kebijakan kita, kalau memungkinkan dibangun sekolah baru, ya dibangun. Tapi kalau tidak ada lahannya, minimal Dispendik tambah rombel (ruang belajar) di sekolah yang sudah ada,” jelasnya.

 

Pembangunan tiga SMP tersebut dialokasikan anggaran sekitar Rp20 miliar. Dana tersebut telah dimasukkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun berjalan.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

 

Irvan menambahkan, pembangunan fisik sekolah hanya bagian dari ekosistem pendidikan. Pemkot juga menyiapkan tenaga pendidik dan fasilitas penunjang.

 

“Sekolah bisa dibangun, tapi tantangan berikutnya adalah menyediakan guru-guru dan peralatan sekolah yang memadai. Dinas Pendidikan akan menyiapkannya paralel dengan proses pembangunan,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.