Jumat, 23 Okt 2026 20:01 WIB

Gara-gara Vaksin Booster Kader Kesehatan Desak Kepala Puskesmas Pegirian Dicopot

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 31 Jan 2022 23:45 WIB
Anas Karno saat melakukan mediasi dengan kader kesehatan kelurahan Pegirian
Anas Karno saat melakukan mediasi dengan kader kesehatan kelurahan Pegirian

selalu.id - Hubungan kader kesehatan dengan Kepala Puskesmas Pegirian Surabaya memanas hingga berujung tuntutan pencopotan kepala puskesmas. Hal ini dipicu dari perintah vaksin booster.

Disebutkan Kepala Puskesmas Pegirian dr Evi mewajibkan para kader kesehatan di lingkungan tersebut untuk melakukan vaksin booster. Namun ada beberapa yang mengaku sakti dan sedang berada di luar kota. Mereka menolak atau menunda vaksin booster yang digelar pada 24 Januari 2022 lalu.

Baca Juga: Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

"Kalau kader tidak mau divaksin bikin surat pernyataan dan dilaporkan ke wali kota. Namun, kalau tidak vaksin hari ini, honor Bulan Januari tidak di tanda tanganin sama Kepala Puskesmas," kata Koordinator Kader Kesehatan Kelurahan Pegirian, Andre, Senin (31/1/2022).

Atas pernyataan Kepala puskesmas yang mengancam tidak mennandatangani honor tersebut, sejumlah kader kesehatan marah hingga ancaman mogok memberikan layanan kesehatan jika Kepala Puskesmas Pegirian tidak diganti.

Baca Juga: Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

"Kalau memang dilaporkan Wali Kota tidak apa apa, kader tetap bersikukuh kalau di pimpin Dokter Evi, mereka tidak akan menjalankan kegiatan apapun seperti Posyandu, cek jentik nyamuk," jelasnya.

Diinformasikan, kelurahan setempat turun tangan untuk menengahi permasalahan ini, namun tidak mendapatkan titik temu. Kader Kesehatan bersikeras agar Kepala Puskesmas Pegirian diganti.

Baca Juga: Operasi Patuh Semeru 2026 Dua Pekan Kedepan, ETLE Tetap Berjalan Tilang Manual Berlaku Awal November

Tepisah, Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDIP, Anas Karno mencoba menjembatani permasalahan yang tejadi antara kader kesehatan dan Kepala Puskesmas Pegirian. Menurut Anas perlu dilakukan mediasi lagi dengan kepala dingin.

"Pastinya akan ada pertemuan guna membahas kejadian ini. Supaya ada titik temu atau solusi kedepannya. Karena sangat disesalkan Kepala Puskesmas Arogan, Tidak komunikatif, Intimidasi," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Mahasiswa yang Bawa Brass Knuckle saat Demo di Surabaya Ditetapkan Tersangka

Saat ini, polisi masih mendalami tujuh orang yang diperiksa intensif. Sementara tiga lainnya sudah dipulangkan.

Gandeng PMI dan Unair, Yayasan Amway Peduli Edukasi Pentingnya Gut Health

Menjaga kondisi tubuh membutuhkan pendekatan menyeluruh melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.

Parah! Gerobak Sampah Dicuri di Surabaya, Pelaku Terekam CCTV

Kehilangan sarana itu sempat mengancam kelancaran pengangkutan sampah dari rumah warga ke Tempat Penampungan Sementara.

Ngaku Imam Mahdi, Pria di Bangkalan Tipu Korban Miliaran Modus Jual Tiket Surga dan Top Up Umur

Hingga saat ini sudah ada empat orang korban yang melapor ke polisi.