Minggu, 01 Feb 2026 23:27 WIB

Gara-gara Vaksin Booster Kader Kesehatan Desak Kepala Puskesmas Pegirian Dicopot

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 31 Jan 2022 23:45 WIB
Anas Karno saat melakukan mediasi dengan kader kesehatan kelurahan Pegirian
Anas Karno saat melakukan mediasi dengan kader kesehatan kelurahan Pegirian

selalu.id - Hubungan kader kesehatan dengan Kepala Puskesmas Pegirian Surabaya memanas hingga berujung tuntutan pencopotan kepala puskesmas. Hal ini dipicu dari perintah vaksin booster.

Disebutkan Kepala Puskesmas Pegirian dr Evi mewajibkan para kader kesehatan di lingkungan tersebut untuk melakukan vaksin booster. Namun ada beberapa yang mengaku sakti dan sedang berada di luar kota. Mereka menolak atau menunda vaksin booster yang digelar pada 24 Januari 2022 lalu.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

"Kalau kader tidak mau divaksin bikin surat pernyataan dan dilaporkan ke wali kota. Namun, kalau tidak vaksin hari ini, honor Bulan Januari tidak di tanda tanganin sama Kepala Puskesmas," kata Koordinator Kader Kesehatan Kelurahan Pegirian, Andre, Senin (31/1/2022).

Atas pernyataan Kepala puskesmas yang mengancam tidak mennandatangani honor tersebut, sejumlah kader kesehatan marah hingga ancaman mogok memberikan layanan kesehatan jika Kepala Puskesmas Pegirian tidak diganti.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

"Kalau memang dilaporkan Wali Kota tidak apa apa, kader tetap bersikukuh kalau di pimpin Dokter Evi, mereka tidak akan menjalankan kegiatan apapun seperti Posyandu, cek jentik nyamuk," jelasnya.

Diinformasikan, kelurahan setempat turun tangan untuk menengahi permasalahan ini, namun tidak mendapatkan titik temu. Kader Kesehatan bersikeras agar Kepala Puskesmas Pegirian diganti.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Tepisah, Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDIP, Anas Karno mencoba menjembatani permasalahan yang tejadi antara kader kesehatan dan Kepala Puskesmas Pegirian. Menurut Anas perlu dilakukan mediasi lagi dengan kepala dingin.

"Pastinya akan ada pertemuan guna membahas kejadian ini. Supaya ada titik temu atau solusi kedepannya. Karena sangat disesalkan Kepala Puskesmas Arogan, Tidak komunikatif, Intimidasi," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.