Jumat, 05 Jun 2026 01:12 WIB

Gara-gara Vaksin Booster Kader Kesehatan Desak Kepala Puskesmas Pegirian Dicopot

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 31 Jan 2022 23:45 WIB
Anas Karno saat melakukan mediasi dengan kader kesehatan kelurahan Pegirian
Anas Karno saat melakukan mediasi dengan kader kesehatan kelurahan Pegirian

selalu.id - Hubungan kader kesehatan dengan Kepala Puskesmas Pegirian Surabaya memanas hingga berujung tuntutan pencopotan kepala puskesmas. Hal ini dipicu dari perintah vaksin booster.

Disebutkan Kepala Puskesmas Pegirian dr Evi mewajibkan para kader kesehatan di lingkungan tersebut untuk melakukan vaksin booster. Namun ada beberapa yang mengaku sakti dan sedang berada di luar kota. Mereka menolak atau menunda vaksin booster yang digelar pada 24 Januari 2022 lalu.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

"Kalau kader tidak mau divaksin bikin surat pernyataan dan dilaporkan ke wali kota. Namun, kalau tidak vaksin hari ini, honor Bulan Januari tidak di tanda tanganin sama Kepala Puskesmas," kata Koordinator Kader Kesehatan Kelurahan Pegirian, Andre, Senin (31/1/2022).

Atas pernyataan Kepala puskesmas yang mengancam tidak mennandatangani honor tersebut, sejumlah kader kesehatan marah hingga ancaman mogok memberikan layanan kesehatan jika Kepala Puskesmas Pegirian tidak diganti.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

"Kalau memang dilaporkan Wali Kota tidak apa apa, kader tetap bersikukuh kalau di pimpin Dokter Evi, mereka tidak akan menjalankan kegiatan apapun seperti Posyandu, cek jentik nyamuk," jelasnya.

Diinformasikan, kelurahan setempat turun tangan untuk menengahi permasalahan ini, namun tidak mendapatkan titik temu. Kader Kesehatan bersikeras agar Kepala Puskesmas Pegirian diganti.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Tepisah, Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDIP, Anas Karno mencoba menjembatani permasalahan yang tejadi antara kader kesehatan dan Kepala Puskesmas Pegirian. Menurut Anas perlu dilakukan mediasi lagi dengan kepala dingin.

"Pastinya akan ada pertemuan guna membahas kejadian ini. Supaya ada titik temu atau solusi kedepannya. Karena sangat disesalkan Kepala Puskesmas Arogan, Tidak komunikatif, Intimidasi," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.