Jumat, 05 Jun 2026 08:22 WIB

Evakuasi Buaya Muara 2 Meter di Surabaya Ditunda, Kandang BKSDA Belum Siap

Evakuasi buaya di Surabaya
Evakuasi buaya di Surabaya

selalu.id – Evakuasi seekor buaya muara sepanjang dua meter dari rumah warga di Jalan Manyar Sabrangan, Surabaya, ditunda pada Senin (9/6/2025) sore. Penundaan dilakukan karena fasilitas penangkaran milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur belum siap menampung satwa tersebut.

 

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Buaya tersebut telah dipelihara Zainudin selama tujuh tahun. Ia menemukan buaya itu saat memancing di Sungai Jagir saat masih kecil, kemudian memeliharanya di rumah.

 

“Awalnya saya nemu dia pas lagi mancing di Sungai Jagir, tujuh tahun lalu. Dulu masih kecil, saya kasih makan kepala ayam satu kilo sehari. Sekarang sudah besar banget, makannya juga tambah banyak, saya nggak sanggup lagi ngerawatnya,” ujar Zainudin kepada selalu.id.

 

Karena tidak sanggup lagi merawat, Zainudin menghubungi layanan darurat 112 Pemerintah Kota Surabaya. Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya langsung menuju lokasi.

 

Namun, setibanya di lokasi, tim tidak dapat mengevakuasi buaya karena belum adanya kepastian tempat penampungan dari BKSDA.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

 

“Evakuasi ditunda sampai besok karena kandang penangkaran di BKSDA belum siap. Kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak BKSDA,” kata Danru III Tim Rescue DPKP Surabaya, Hanggar Fradiyanto.

 

Hanggar menjelaskan, dalam proses evakuasi nantinya, petugas akan menjerat mulut buaya dan menutup matanya untuk mencegah perlawanan serta menjaga keselamatan tim. Buaya kemudian akan diserahkan ke BKSDA untuk dikembalikan ke habitat alaminya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

 

Evakuasi dijadwalkan ulang setelah BKSDA memastikan kesiapan fasilitas. Kasus ini menyoroti pentingnya koordinasi lintas instansi dalam penanganan satwa liar yang berada di permukiman.

 

“Sementara itu, buaya masih berada di rumah Zainudin hingga waktu evakuasi yang ditentukan,” ujar Hanggar.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.