Tak Ingin Pusing Soal Varian, Dinkes Jatim Anggap Kasus Positif Adalah Omicron
- Penulis : Ade Resty
- | Jumat, 28 Jan 2022 16:56 WIB
selalu.id - Dinas Kesehatan Jawa Timur menyatakan bahwa Omicron secara teknis diagnsotiknya tergantung Whole Genome Sequencing (WGS). Institute of Tropical Disease (ITD) Unair pada dua periode per tanggal 14-22 Januari mencatat bahwa 90 persen pasien Covid-19 dinyatakan hampir semua terkena varian omicron.
"Data Ketua ITD, prof Inge bahwa 90 persen kasus Covid-19 ini sudah mengarah pada Omicron. Daripada kita sibuk memikirkan varian, mulai sekarang kita anggap semua pasien yang positif kemungkinan Omicron," kata Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono, Jumat (27/1/2022).
Baca Juga: Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan
Erwin menyampaikan bahwa Covid-19 varian delta masih ada, tercatat tanggal 22 Januari 2022 masih tiga kasus, sehingga varian delta yang terdekteksi WGS total sekitar 12 pasien.
Sedangkan yang Omicron ada tambahan 18 sehingga menjadi 26 pasien. Erwin juga menyebut data tanggal 22 Januari itu, karena pemeriksaan WGS nya tidak bisa dikerjakan setiap hari.
Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
"kami tetap menunggu hasil pemeriksaan dari ITD. Meskipun ini perkiraan kami, reagen dari WGS kan enggak sebanyak PCR. Sehingga kita menerapkan standar terbaik, begitu ketemu pasien dengan swab PCR positif, ayo kita maksimalkan Tracing, testing, dan treatment,"tuturnya.
Erwin menambahkan, tracing dan testing harus dimaksimalkan, sehingga pihaknya tidak terjebak dengan Covid-19 varian Omicron atau non-Omicron.
Baca Juga: 6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau
"Itu isu yang lebih sederhana, sehingga kita bisa lebih prefentif, lebih aware, dengan peningkatan kasusnya,"terangnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi