Kamis, 04 Jun 2026 08:30 WIB

Haru! Dua Bocah SD Surabaya Pecah Celengan Sapi demi Beli Hewan Kurban  

Raizel dan Yuki membeli domba kurban
Raizel dan Yuki membeli domba kurban

selalu.id – Iduladha 2025 terasa istimewa bagi Raizel dan Yuki, dua sahabat yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) di Surabaya. Tak sekadar merayakan, mereka juga turut berkurban!

 

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Uniknya, hewan kurban yang mereka beli berasal dari hasil tabungan uang saku yang dikumpulkan selama dua tahun—dan disimpan dalam celengan tanah liat berbentuk sapi mungil.

 

Dengan penuh semangat, Raizel dan Yuki, yang sama-sama berusia 9 tahun, datang ke lapak penjual hewan kurban di Jalan Medokan Semampir, Sukolilo, Surabaya. Mereka didampingi kedua ibu mereka, Qinanti dan Gianina.

 

 

Di hadapan penjual, celengan mereka dipecahkan. Uang di dalamnya digunakan untuk membeli dua ekor domba.

 

“Senang banget bisa kurban tahun ini, Bu!” seru Raizel sambil tersenyum lebar.

 

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Yuki menimpali, “Tadinya kami mau beli sepeda, tapi akhirnya uangnya buat beli domba saja. Lebih senang!”

 

 

Kedua ibu mereka tak kuasa menahan haru melihat semangat dan niat mulia anak-anaknya.

 

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

“Kami sangat bangga dan mendukung keinginan mereka. Ini mengajarkan arti berbagi dan berkurban sejak dini,” ujar Qinanti.

 

“Mereka sangat disiplin menabung. Kami hanya membimbing dan mendukung,” tambah Gianina.

 

Rencananya, kedua domba tersebut akan diserahkan ke masjid terdekat untuk dikurbankan. Kisah Raizel dan Yuki menjadi inspirasi bahwa berkurban tak harus menunggu dewasa atau punya banyak harta—cukup dengan niat tulus dan semangat berbagi.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.