Rabu, 30 Sep 2026 02:37 WIB

Empat Pilar Kebangsaan Dibutuhkan Bangsa untuk Hadapi Tantangan Zaman  

Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam
Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam

selalu.id - Tokoh nasional almarhum Taufiq Kiemas saat beliau menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2009-2014 menginisiasi penyusunan nilai-nilai dalam “Empat Pilar Kebangsaan” Indonesia. Empat pilar kebangsaan tersebut adalah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Baca Juga: Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan, Mufti Ajak Publik Perkuat Toleransi

Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam menyebut, nilai-nilai dalam empat pilar kebangsaan tersebut saat ini menjadi panduan untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa. Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat untuk terus membumikan penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam “Empat Pilar Kebangsaan”.

 

Mufti Anam menyampaikan substansi tersebut dalam sosialisasi “Empat Pilar Kebangsaan” yang digelar di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada 16 Mei 2025. Sosialisasi tersebut diikuti perwakilan beragam komunitas dan elemen masyarakat, mulai dari santri, anak muda, kelompok perempuan, dan komunitas dunia usaha.

 

Mufti menututkan, nilai-nilai dalam empat pilar kebangsaan bisa menjadi pedoman untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang bisa terus bergerak maju. “Kiita bisa melewati beragam tantangan serta dinamika zaman dengan empat pilar kebangsaan ini, sebagaimana tantangan zaman seperti pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu yang kita lewati dengan gotong royong bersama,” kata mantan ketua HIPMI Jawa Timur tersebut.

Baca Juga: Sosialisasi Empat Pilar di Pasuruan, Mufti: Nilai Kebangsaan Harus Dihidupkan

 

“Empat pilar kebangsaan tersebut selaras dengan karakter dan kepribadian bangsa, karena memang keempat pilar itu bersumber dan tidak tercerabut dari kepribadian serta kearifan lokal rakyat Indonesia,” imbuh pengurus GP Ansor tersebut.

 

Baca Juga: Mufti Anam Dorong Warga Hidupkan Semangat Kolektif Berlandaskan Empat Pilar Kebangsaan

Mantan aktivis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) itu mencontohkan Pancasila yang merupakan satu dari empat pilar tersebut. Pancasila, papar Mufti, adalah ideologi bangsa, falsafah hidup, dan dasar negara, yang digali Bung Karno dari kebudayaan dan kearifan lokal bangsa Indonesia. Pancasila pertama kali dicetuskan oleh Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945.

 

“Pancasila bersumber dan digali dari rakyat Indonesia sendiri, dari tradisi dan kearifan warga Indonesia. Sehingga ini relevan bagi kehidupan bangsa kita. Misalnya bagaimana anak muda kita membangun gotong royong dan kepedulian. Coba tengok tetangga kanan dan kiri, jangan sampai ada yang kesusahan, atau bahkan tak bisa makan. Mari saling bantu sesuai nilai yang ada di Pancasila,” jelasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sederet Fakta Baru Kasus Sengketa Lahan Kalisari Surabaya

Persoalan muncul karena terdapat klaim atas Persil Nomor 473 atas nama Asifah dengan luas 2.310 meter persegi yang disebut berada di lokasi lahan Pujiono.

Prabowo dan Megawati Janjian Makan Nasi Goreng, Mau Bahas Apa Ya?

Sajian nasi goreng Megawati sendiri punya rekam jejak historis dalam hubungan kedua tokoh nasional ini.

Awas! Ratusan Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia, Kenali Ciri-cirinya

Dari total pemetaan nasional, tercatat sedikitnya 1.221 lokasi PETI emas yang beroperasi tanpa menyetor rupiah sedikit pun ke kas negara.

Proyek Revitalisasi Sekolah di Jember Gerakkan Ekonomi Warga, Jadi Berkah dan Bahagia

Dari proyek tersebut, sekitar 5.160 tenaga kerja terlibat, dengan rincian 2.000 tukang dan 3.160 asisten tukang. Juga gerakkan ekonomi warga lainnya.

Soal Seragam Sekolah, DPRD Surabaya Minta Pemkot Kaji Pembiayaan Batik Lewat BOPDA

Ajeng mengatakan usulan terkait pengadaan seragam batik secara terpusat masih perlu dibahas lebih lanjut bersama Dispendik agar tak jadi persoalan baru.

Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Menurutnya, Kota Mojokerto memiliki posisi strategis dalam penanganan TB karena selama ini turut memberikan layanan pengobatan bagi pasien dari luar wilayah.