Jumat, 04 Sep 2026 12:21 WIB

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

  • Penulis : Ariyanto
  • | Senin, 20 Jul 2026 21:35 WIB
Bupati Jember Muhammad Fawait usai memberi arahan kepada warga Desa Pakusari. (Foto: Nurul/selalu.id).
Bupati Jember Muhammad Fawait usai memberi arahan kepada warga Desa Pakusari. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) kembali digelar Pemerintah Kabupaten Jember di sejumlah desa di Kecamatan Pakusari, Senin (20/7/2026). 

Melalui kegiatan ini, Bupati Jember Muhammad Fawait turun langsung menemui masyarakat untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkenalkan berbagai program unggulan pemerintah daerah.

Baca Juga: Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Fawait menegaskan bahwa program Bunga Desaku menjadi wujud komitmen pemerintah agar pelayanan dan informasi tidak hanya berpusat di kantor pemerintahan, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat hingga ke pelosok desa.

"Melalui Bunga Desaku, kami ingin memastikan pemerintah hadir di tengah masyarakat. Masih banyak warga, terutama di wilayah pinggiran, yang belum mengetahui berbagai program prioritas Pemkab Jember," jelasnya.

Fawait mengatakan bahwa untuk memperluas penyebaran informasi, Pemkab Jember tidak hanya mengandalkan media massa maupun media sosial. 

Pemerintah juga menggandeng pelaku usaha kecil, mulai dari pedagang kaki lima (PKL), pelaku UMKM, hingga pedagang keliling atau mlicjo, agar ikut mengenalkan berbagai layanan dan program pemerintah kepada masyarakat.

"Media massa, media online, dan media sosial sudah banyak membantu. Namun masih ada masyarakat yang belum terjangkau informasi. Karena itu kami melibatkan PKL, UMKM, terutama para mlicjo, agar mereka ikut menyampaikan informasi tentang program-program Pemkab Jember," paparnya.

Selain memperluas sosialisasi, pemerintah daerah juga terus memberikan perhatian kepada sektor ekonomi kerakyatan. 

Baca Juga: Pemkab Jember Fokuskan APBD 2026 untuk Kesehatan hingga Pendidikan 

Salah satunya melalui penyaluran bantuan gerobak usaha bagi pedagang kaki lima dan pedagang keliling untuk meningkatkan produktivitas usaha mereka.

Fawait mengungkapkan, mayoritas penerima bantuan mengaku terbantu dengan program tersebut. Ia menilai selama ini pedagang sektor informal, khususnya pedagang keliling, belum banyak memperoleh dukungan dari pemerintah daerah.

Terkait adanya informasi mengenai bantuan gerobak yang diperjualbelikan melalui marketplace, Bupati menilai kasus tersebut hanya terjadi pada sebagian kecil penerima. 

Meski demikian, Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Baca Juga: Cerita Manis Riezda Indo Dairy, Berdayakan Warga Lokal Lewat Peternakan Sapi Perah

Dalam kesempatan itu, Fawait juga mengungkapkan rencana investasi berskala besar yang akan masuk ke Kecamatan Pakusari. Nilai investasi tersebut diperkirakan mencapai Rp1,5 hingga Rp2 triliun dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

Ia menegaskan, keberhasilan investasi tersebut juga harus didukung dengan kesiapan daerah, termasuk pengelolaan sampah organik dan anorganik yang lebih baik. 

Karena itu, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kesadaran menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya menyambut perkembangan investasi di wilayah Pakusari.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Cerita Pemuda Lamongan Sulap Kamar di Sambikerep Surabaya jadi Gudang Transit Sabu

Kini, langkah BN terhenti. Pemuda Lamongan itu harus menukar kamar kontrakannya di Sambikerep dengan dinginnya sel tahanan Polrestabes Surabaya.

Taman Dayu Rayakan Anniversary Lewat Turnamen Golf Bernuansa Bali

General Manager Taman Dayu Golf Club & Resort Brendan Sentosa mengatakan perayaan anniversary ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada komunitas.

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.