Minggu, 19 Jul 2026 19:20 WIB

Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan, Mufti Ajak Publik Perkuat Toleransi

Mufti Anam saat memberi paparan dalam sosialisasi yang digelar pada 23 Februari 2026 di Kabupaten Pasuruan.
Mufti Anam saat memberi paparan dalam sosialisasi yang digelar pada 23 Februari 2026 di Kabupaten Pasuruan.

selalu.id - Anggota MPR RI, Mufti Anam, mengajak masyarakat untuk terus memperkuat pemahaman dan penerapan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar pada 23 Februari 2026 di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dan dihadiri warga dari berbagai kalangan.

Dalam paparannya, Mufti menilai Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Ia menyinggung sejumlah isu global seperti dinamika geopolitik, persoalan ketahanan pangan, hingga tekanan ekonomi dan sosial yang turut dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah. Menurutnya, kondisi tersebut membuat nilai-nilai kebangsaan tetap relevan sebagai pedoman bersama dalam menjaga arah pembangunan bangsa.

Baca Juga: Tanggul Lumpur Lapindo Kritis, Ancam Keselamatan hingga Perekonomian

Ia menambahkan bahwa situasi ekonomi yang tidak selalu stabil membutuhkan solidaritas sosial yang lebih kuat. Dalam pandangannya, Empat Pilar Kebangsaan dapat menjadi fondasi penting untuk mempererat persatuan nasional sekaligus menjaga keseimbangan sosial di tengah perubahan yang terus terjadi.

Mufti juga menjelaskan bahwa istilah Empat Pilar Kebangsaan mulai diperkenalkan secara luas pada masa kepemimpinan almarhum Taufiq Kiemas ketika menjabat sebagai Ketua MPR RI periode 2009–2014. Konsep tersebut mencakup empat unsur utama, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga: Kabupaten Pasuruan jadi Nominator Lomba Wana Lestari Nasional 2026

Menurutnya, Pancasila merupakan landasan utama negara sekaligus pedoman nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia mengingatkan bahwa gagasan tersebut digali oleh Soekarno dari kekayaan budaya Nusantara dan disampaikan kepada publik melalui pidato bersejarah pada 1 Juni 1945.

Selain membahas nilai kebangsaan, Mufti juga mendorong masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong serta meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar. Ia menilai perhatian terhadap kondisi tetangga maupun warga sekitar merupakan langkah sederhana yang dapat memperkuat ketahanan sosial, terutama saat masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.

Baca Juga: Kontainer Tabrak Lima Motor di Pasuruan, 3 Orang Tewas

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama serta saling menghormati di tengah keberagaman suku, budaya, dan latar belakang masyarakat Indonesia. Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang harus terus dijaga demi memastikan stabilitas dan keberlanjutan pembangunan nasional.

“Keberagaman adalah kekuatan yang mempersatukan bangsa. Jika persatuan tetap terjaga, berbagai tujuan pembangunan akan lebih mudah diwujudkan,” ujar Mufti.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Langkah itu juga menjadi bentuk pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di kalangan atlet yang tengah dipersiapkan menghadapi Porprov Jatim 2027.