Jumat, 06 Mar 2026 14:27 WIB

Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan, Mufti Ajak Publik Perkuat Toleransi

Mufti Anam saat memberi paparan dalam sosialisasi yang digelar pada 23 Februari 2026 di Kabupaten Pasuruan.
Mufti Anam saat memberi paparan dalam sosialisasi yang digelar pada 23 Februari 2026 di Kabupaten Pasuruan.

selalu.id - Anggota MPR RI, Mufti Anam, mengajak masyarakat untuk terus memperkuat pemahaman dan penerapan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar pada 23 Februari 2026 di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dan dihadiri warga dari berbagai kalangan.

Dalam paparannya, Mufti menilai Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Ia menyinggung sejumlah isu global seperti dinamika geopolitik, persoalan ketahanan pangan, hingga tekanan ekonomi dan sosial yang turut dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah. Menurutnya, kondisi tersebut membuat nilai-nilai kebangsaan tetap relevan sebagai pedoman bersama dalam menjaga arah pembangunan bangsa.

Baca Juga: Polda Jatim Bekuk Komplotan Preman Pemeras Petani hingga Ratusan Juta di Pasuruan

Ia menambahkan bahwa situasi ekonomi yang tidak selalu stabil membutuhkan solidaritas sosial yang lebih kuat. Dalam pandangannya, Empat Pilar Kebangsaan dapat menjadi fondasi penting untuk mempererat persatuan nasional sekaligus menjaga keseimbangan sosial di tengah perubahan yang terus terjadi.

Mufti juga menjelaskan bahwa istilah Empat Pilar Kebangsaan mulai diperkenalkan secara luas pada masa kepemimpinan almarhum Taufiq Kiemas ketika menjabat sebagai Ketua MPR RI periode 2009–2014. Konsep tersebut mencakup empat unsur utama, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga: Momen DPR RI Dini Rahmania Belanja Bareng Kader NasDem di Pasar Maron Probolinggo

Menurutnya, Pancasila merupakan landasan utama negara sekaligus pedoman nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia mengingatkan bahwa gagasan tersebut digali oleh Soekarno dari kekayaan budaya Nusantara dan disampaikan kepada publik melalui pidato bersejarah pada 1 Juni 1945.

Selain membahas nilai kebangsaan, Mufti juga mendorong masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong serta meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar. Ia menilai perhatian terhadap kondisi tetangga maupun warga sekitar merupakan langkah sederhana yang dapat memperkuat ketahanan sosial, terutama saat masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.

Baca Juga: Sosialisasi Empat Pilar di Pasuruan, Mufti: Nilai Kebangsaan Harus Dihidupkan

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama serta saling menghormati di tengah keberagaman suku, budaya, dan latar belakang masyarakat Indonesia. Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang harus terus dijaga demi memastikan stabilitas dan keberlanjutan pembangunan nasional.

“Keberagaman adalah kekuatan yang mempersatukan bangsa. Jika persatuan tetap terjaga, berbagai tujuan pembangunan akan lebih mudah diwujudkan,” ujar Mufti.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Mojokerto Geger, Pemuda Ditemukan Tewas Tinggal Kerangka di Dalam Rumah

Temuan itu pun menggegerkan warga. Polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan.

Arus Logistik Jelang Lebaran Meningkat, Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan

Volume arus logistik Lebaran bakal meningkat 80 persen. Apalagi Surabaya selama ini kerap menjadi jalur transit ke wilayah Timur.

Cerita Mencekam WNI Surabaya saat Konflik Timur Tengah: Dari Hujan Rudal, Lalu Tertahan di Tengah Laut

Dimas adalah kru kapal asal Indonesia. Tepatnya sebagai Chief Engineer. Dia bekerja di salah satu perusahaan pelayaran internasional.

Pelaku Penipuan dan Penggelapan Penginapan di Mojokerto Belum Ditahan, Kenapa?

Kasus penipuan penggelapan ini bergulir sejak pemilik penginapan melaporkan dugaan tipu gelap yang dilakukan oleh dua orang yang dipercaya untuk mengurus.

Momen Polda Jatim Bagikan 600 Paket Takjil pada Pengguna Jalan di Surabaya

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian memperingati bulan suci Ramadan sekaligus sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Pemkot Mojokerto Bersama Pos Indonesia Salurkan Bansos Bagi 1.077 Lansia Kurang Mampu

Banntuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian lebih, khususnya menjelang lebaran.