Minggu, 18 Okt 2026 23:01 WIB

Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan, Mufti Ajak Publik Perkuat Toleransi

Mufti Anam saat memberi paparan dalam sosialisasi yang digelar pada 23 Februari 2026 di Kabupaten Pasuruan.
Mufti Anam saat memberi paparan dalam sosialisasi yang digelar pada 23 Februari 2026 di Kabupaten Pasuruan.

selalu.id - Anggota MPR RI, Mufti Anam, mengajak masyarakat untuk terus memperkuat pemahaman dan penerapan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar pada 23 Februari 2026 di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dan dihadiri warga dari berbagai kalangan.

Dalam paparannya, Mufti menilai Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Ia menyinggung sejumlah isu global seperti dinamika geopolitik, persoalan ketahanan pangan, hingga tekanan ekonomi dan sosial yang turut dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah. Menurutnya, kondisi tersebut membuat nilai-nilai kebangsaan tetap relevan sebagai pedoman bersama dalam menjaga arah pembangunan bangsa.

Baca Juga: Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Ia menambahkan bahwa situasi ekonomi yang tidak selalu stabil membutuhkan solidaritas sosial yang lebih kuat. Dalam pandangannya, Empat Pilar Kebangsaan dapat menjadi fondasi penting untuk mempererat persatuan nasional sekaligus menjaga keseimbangan sosial di tengah perubahan yang terus terjadi.

Mufti juga menjelaskan bahwa istilah Empat Pilar Kebangsaan mulai diperkenalkan secara luas pada masa kepemimpinan almarhum Taufiq Kiemas ketika menjabat sebagai Ketua MPR RI periode 2009–2014. Konsep tersebut mencakup empat unsur utama, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga: Mahasiswa asal Pasuruan Tewas Terlindas Truk di Surabaya

Menurutnya, Pancasila merupakan landasan utama negara sekaligus pedoman nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia mengingatkan bahwa gagasan tersebut digali oleh Soekarno dari kekayaan budaya Nusantara dan disampaikan kepada publik melalui pidato bersejarah pada 1 Juni 1945.

Selain membahas nilai kebangsaan, Mufti juga mendorong masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong serta meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar. Ia menilai perhatian terhadap kondisi tetangga maupun warga sekitar merupakan langkah sederhana yang dapat memperkuat ketahanan sosial, terutama saat masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.

Baca Juga: Usut Dugaan Penyerobotan Lahan 13 Tahun di Pasuruan, Bareskrim Temukan Bukti Khusus

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama serta saling menghormati di tengah keberagaman suku, budaya, dan latar belakang masyarakat Indonesia. Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang harus terus dijaga demi memastikan stabilitas dan keberlanjutan pembangunan nasional.

“Keberagaman adalah kekuatan yang mempersatukan bangsa. Jika persatuan tetap terjaga, berbagai tujuan pembangunan akan lebih mudah diwujudkan,” ujar Mufti.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.