Selasa, 03 Feb 2026 19:03 WIB

Kepala SMPN 1 Surabaya Bantah Ada Pungutan Rp1,1 Juta untuk Wisuda

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 29 Apr 2025 12:04 WIB
Sidak dan konfirmasi adanya dugaan pungutan wisuda di SMPN 1 Surabaya
Sidak dan konfirmasi adanya dugaan pungutan wisuda di SMPN 1 Surabaya

selalu.id – Dugaan adanya pungutan biaya wisuda di sebuah SMP favorit di tengah Kota Surabaya ramai diperbincangkan. Sekolah yang dimaksud diduga adalah SMP Negeri 1 Surabaya, setelah muncul kabar pungutan sebesar Rp1.150.000 kepada siswa kelas IX.

 

Baca Juga: Khawatir Keamanan dan Banjir, Warga Protes Rencana Pembangunan Jembatan Sukolilo

Menanggapi hal itu, pihak SMPN 1 Surabaya membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa kegiatan pelepasan siswa dilaksanakan secara gratis tanpa memungut biaya sepeser pun.

 

Kepala SMPN 1 Surabaya, Eko Widayani, menegaskan bahwa sekolah tidak pernah mengadakan kegiatan wisuda berbayar.

 

“Kami klarifikasi, di SMPN 1 Surabaya tidak ada kegiatan wisuda. Yang ada adalah kegiatan rutin serah terima atau pelepasan siswa setelah menyelesaikan masa evaluasi. Acara ini digelar di aula sekolah, gratis, tanpa memungut biaya sepeser pun dari siswa maupun orang tua,” ujar Eko Widayani saat ditemui di sekolah, Senin (28/4/2025).

 

Eko menjelaskan, kegiatan pelepasan tersebut merupakan seremoni simbolis penyerahan kembali siswa kepada orang tua, disertai pelepasan atribut seragam seperti topi atau dasi. Karena kapasitas aula sekolah terbatas, acara ini hanya dihadiri oleh perwakilan orang tua siswa, tanpa unsur komersialisasi.

 

Ia menambahkan, siswa kelas VII dan VIII biasanya memberikan apresiasi kepada kakak kelas dalam bentuk penampilan seni sederhana. “Tidak ada cinderamata dalam bentuk barang apa pun. Hanya apresiasi seni seperti tari atau musik dari adik-adik kepada kakak kelasnya,” jelas Eko.

 

Menanggapi isu pungutan Rp1,1 juta hingga Rp1,5 juta yang beredar, Eko dengan tegas membantah. “Dari pihak sekolah tidak ada penarikan dana apa pun. Kalau ada apresiasi dari orang tua melalui komite, itu murni inisiatif mereka, bukan kegiatan sekolah,” imbuhnya.

 

Baca Juga: Sopir Bus di Terminal Patria Blitar Positif Sabu, Kabur Saat Sidak BNN

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Abdul Ghoni, yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMPN 1 Surabaya, menyatakan tidak ditemukan adanya pungutan resmi dari sekolah terkait wisuda.

 

“Kami sudah bertemu dengan kepala sekolah, Dewan Pendidikan Jatim, dan pihak lainnya. Intinya, dari sekolah tidak ada pungutan biaya. Apresiasi yang muncul berasal dari inisiatif wali murid,” ujar Ghoni.

 

Ia mengimbau agar ke depan, komunikasi antara sekolah dan orang tua diperbaiki agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat mencoreng nama baik sekolah. “SMPN 1 adalah sekolah unggulan. Jangan sampai ada miskomunikasi yang menimbulkan kesan negatif,” tambahnya.

 

Sementara itu, Ali Yusa dari Dewan Pendidikan Jawa Timur mengakui adanya aduan dari wali murid yang merasa terbebani biaya sekitar Rp1.150.000 untuk acara wisuda. Menurutnya, biaya tersebut mencakup beberapa kegiatan seperti doa bersama, pentas seni, dan buku kenangan.

Baca Juga: Komisi C Surabaya Desak Sanksi Kontraktor yang Langgar RKS Rumah Pompa

 

Namun, setelah klarifikasi dilakukan, diketahui bahwa pungutan tersebut bukan berasal dari pihak sekolah, melainkan murni gotong royong antarorang tua siswa. Ali Yusa menilai, persoalan ini muncul akibat komunikasi yang kurang terbuka antara koordinator kelas (korlas), sekolah, dan wali murid.

 

“Gotong royong harus dikedepankan, tetapi harus disampaikan dengan jelas dari awal supaya tidak menimbulkan tekanan ekonomi kepada orang tua yang kurang mampu,” ujarnya.

 

Ia berharap ke depan semua satuan pendidikan di Surabaya, mulai PAUD hingga SMA, mengemas acara kelulusan dengan lebih sederhana, tidak memberatkan siswa, dan mengedepankan nilai edukasi, bukan konsumtif.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.