Kamis, 03 Sep 2026 16:29 WIB

Kepala SMPN 1 Surabaya Bantah Ada Pungutan Rp1,1 Juta untuk Wisuda

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 29 Apr 2025 12:04 WIB
Sidak dan konfirmasi adanya dugaan pungutan wisuda di SMPN 1 Surabaya
Sidak dan konfirmasi adanya dugaan pungutan wisuda di SMPN 1 Surabaya

selalu.id – Dugaan adanya pungutan biaya wisuda di sebuah SMP favorit di tengah Kota Surabaya ramai diperbincangkan. Sekolah yang dimaksud diduga adalah SMP Negeri 1 Surabaya, setelah muncul kabar pungutan sebesar Rp1.150.000 kepada siswa kelas IX.

 

Baca Juga: Propam Polres Jember Sidak Samsat dr Soebandi, Pastikan Bebas Pungli dan Calo

Menanggapi hal itu, pihak SMPN 1 Surabaya membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa kegiatan pelepasan siswa dilaksanakan secara gratis tanpa memungut biaya sepeser pun.

 

Kepala SMPN 1 Surabaya, Eko Widayani, menegaskan bahwa sekolah tidak pernah mengadakan kegiatan wisuda berbayar.

 

“Kami klarifikasi, di SMPN 1 Surabaya tidak ada kegiatan wisuda. Yang ada adalah kegiatan rutin serah terima atau pelepasan siswa setelah menyelesaikan masa evaluasi. Acara ini digelar di aula sekolah, gratis, tanpa memungut biaya sepeser pun dari siswa maupun orang tua,” ujar Eko Widayani saat ditemui di sekolah, Senin (28/4/2025).

 

Eko menjelaskan, kegiatan pelepasan tersebut merupakan seremoni simbolis penyerahan kembali siswa kepada orang tua, disertai pelepasan atribut seragam seperti topi atau dasi. Karena kapasitas aula sekolah terbatas, acara ini hanya dihadiri oleh perwakilan orang tua siswa, tanpa unsur komersialisasi.

 

Ia menambahkan, siswa kelas VII dan VIII biasanya memberikan apresiasi kepada kakak kelas dalam bentuk penampilan seni sederhana. “Tidak ada cinderamata dalam bentuk barang apa pun. Hanya apresiasi seni seperti tari atau musik dari adik-adik kepada kakak kelasnya,” jelas Eko.

 

Menanggapi isu pungutan Rp1,1 juta hingga Rp1,5 juta yang beredar, Eko dengan tegas membantah. “Dari pihak sekolah tidak ada penarikan dana apa pun. Kalau ada apresiasi dari orang tua melalui komite, itu murni inisiatif mereka, bukan kegiatan sekolah,” imbuhnya.

 

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Ratakan 21 Lapak di Eks Lokalisasi Krengseng, Penataan Kawasan Berlanjut

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Abdul Ghoni, yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMPN 1 Surabaya, menyatakan tidak ditemukan adanya pungutan resmi dari sekolah terkait wisuda.

 

“Kami sudah bertemu dengan kepala sekolah, Dewan Pendidikan Jatim, dan pihak lainnya. Intinya, dari sekolah tidak ada pungutan biaya. Apresiasi yang muncul berasal dari inisiatif wali murid,” ujar Ghoni.

 

Ia mengimbau agar ke depan, komunikasi antara sekolah dan orang tua diperbaiki agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat mencoreng nama baik sekolah. “SMPN 1 adalah sekolah unggulan. Jangan sampai ada miskomunikasi yang menimbulkan kesan negatif,” tambahnya.

 

Sementara itu, Ali Yusa dari Dewan Pendidikan Jawa Timur mengakui adanya aduan dari wali murid yang merasa terbebani biaya sekitar Rp1.150.000 untuk acara wisuda. Menurutnya, biaya tersebut mencakup beberapa kegiatan seperti doa bersama, pentas seni, dan buku kenangan.

Baca Juga: Perketat Peredaran Miras, Pemkab Sidoarjo Libatkan Seluruh Camat dalam Operasi Gabungan

 

Namun, setelah klarifikasi dilakukan, diketahui bahwa pungutan tersebut bukan berasal dari pihak sekolah, melainkan murni gotong royong antarorang tua siswa. Ali Yusa menilai, persoalan ini muncul akibat komunikasi yang kurang terbuka antara koordinator kelas (korlas), sekolah, dan wali murid.

 

“Gotong royong harus dikedepankan, tetapi harus disampaikan dengan jelas dari awal supaya tidak menimbulkan tekanan ekonomi kepada orang tua yang kurang mampu,” ujarnya.

 

Ia berharap ke depan semua satuan pendidikan di Surabaya, mulai PAUD hingga SMA, mengemas acara kelulusan dengan lebih sederhana, tidak memberatkan siswa, dan mengedepankan nilai edukasi, bukan konsumtif.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.