Kamis, 22 Okt 2026 23:54 WIB

Ricuh Aksi Tolak UU TNI di Surabaya: 25 Demonstran Ditangkap, 15 Polisi Terluka

Massa aksi di Grahadi
Massa aksi di Grahadi

selalu.id – Aksi demonstrasi menolak Undang-Undang TNI di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (24/3), berakhir ricuh. Bentrokan antara demonstran dan aparat kepolisian menyebabkan 25 demonstran ditangkap, sementara 15 polisi mengalami luka-luka. Lima di antaranya dirawat intensif di rumah sakit, sedangkan sepuluh lainnya menjalani perawatan jalan.

Kericuhan terjadi sekitar pukul 17.00 hingga 20.00 WIB di sepanjang Jalan Pemuda. Berdasarkan keterangan saksi mata dan pantauan media, polisi—baik berseragam maupun tidak—menangkap sejumlah demonstran yang diduga sebagai provokator. Awak media sempat dilarang meliput dan mendokumentasikan penangkapan tersebut.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Luthfie Sulistiawan, membenarkan adanya penangkapan. Ia menyatakan bahwa pada Senin (24/3) malam, polisi tengah memeriksa para demonstran untuk menentukan keterlibatan mereka dalam tindak pidana. Luthfie juga menyebut pihaknya sedang menyelidiki penyebab luka-luka yang dialami anggotanya. "Ada pelemparan, tetapi insiden tersebut tidak terlalu krusial," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Kontras Surabaya, Fatkhul Khoir, menyatakan 25 demonstran ditahan di Mapolrestabes Surabaya. Namun, Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina, menyebut jumlah demonstran yang diamankan sekitar 20 orang. "Benar, ada sekitar 20 orang yang kami amankan," kata Rina kepada selalu.id, Selasa (25/3).

Selain korban luka, kericuhan juga menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas umum. Tembok di sepanjang Jalan Gubernur Suryo hingga Jalan Pemuda dicorat-coret, serta sebuah mobil Toyota Agya berpelat hitam mengalami kerusakan. Polisi masih menyelidiki perusakan tersebut dan berjanji menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Baca Juga: Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.

Kabar Gembira, Jalan Rusak di Pace-Tanjunganom Nganjuk Segera Diperbaiki

Perbaikan jalan ini tak sekedar untuk akses kendaraan, namun juga mampu melejitkan denyut perekonomian warga di sekitar jalur Pace-Tanjunganom, Nganjuk