Rabu, 22 Jul 2026 18:18 WIB

Ricuh Aksi Tolak UU TNI di Surabaya: 25 Demonstran Ditangkap, 15 Polisi Terluka

Massa aksi di Grahadi
Massa aksi di Grahadi

selalu.id – Aksi demonstrasi menolak Undang-Undang TNI di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (24/3), berakhir ricuh. Bentrokan antara demonstran dan aparat kepolisian menyebabkan 25 demonstran ditangkap, sementara 15 polisi mengalami luka-luka. Lima di antaranya dirawat intensif di rumah sakit, sedangkan sepuluh lainnya menjalani perawatan jalan.

Kericuhan terjadi sekitar pukul 17.00 hingga 20.00 WIB di sepanjang Jalan Pemuda. Berdasarkan keterangan saksi mata dan pantauan media, polisi—baik berseragam maupun tidak—menangkap sejumlah demonstran yang diduga sebagai provokator. Awak media sempat dilarang meliput dan mendokumentasikan penangkapan tersebut.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Luthfie Sulistiawan, membenarkan adanya penangkapan. Ia menyatakan bahwa pada Senin (24/3) malam, polisi tengah memeriksa para demonstran untuk menentukan keterlibatan mereka dalam tindak pidana. Luthfie juga menyebut pihaknya sedang menyelidiki penyebab luka-luka yang dialami anggotanya. "Ada pelemparan, tetapi insiden tersebut tidak terlalu krusial," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Kontras Surabaya, Fatkhul Khoir, menyatakan 25 demonstran ditahan di Mapolrestabes Surabaya. Namun, Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina, menyebut jumlah demonstran yang diamankan sekitar 20 orang. "Benar, ada sekitar 20 orang yang kami amankan," kata Rina kepada selalu.id, Selasa (25/3).

Selain korban luka, kericuhan juga menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas umum. Tembok di sepanjang Jalan Gubernur Suryo hingga Jalan Pemuda dicorat-coret, serta sebuah mobil Toyota Agya berpelat hitam mengalami kerusakan. Polisi masih menyelidiki perusakan tersebut dan berjanji menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Baca Juga: KontraS Sebut Ada Dua Mahasiswa yang Diamankan saat Demo Ricuh di Grahadi Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.