Kamis, 04 Jun 2026 04:51 WIB

Ricuh Aksi Tolak UU TNI di Surabaya: 25 Demonstran Ditangkap, 15 Polisi Terluka

Massa aksi di Grahadi
Massa aksi di Grahadi

selalu.id – Aksi demonstrasi menolak Undang-Undang TNI di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (24/3), berakhir ricuh. Bentrokan antara demonstran dan aparat kepolisian menyebabkan 25 demonstran ditangkap, sementara 15 polisi mengalami luka-luka. Lima di antaranya dirawat intensif di rumah sakit, sedangkan sepuluh lainnya menjalani perawatan jalan.

Kericuhan terjadi sekitar pukul 17.00 hingga 20.00 WIB di sepanjang Jalan Pemuda. Berdasarkan keterangan saksi mata dan pantauan media, polisi—baik berseragam maupun tidak—menangkap sejumlah demonstran yang diduga sebagai provokator. Awak media sempat dilarang meliput dan mendokumentasikan penangkapan tersebut.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Luthfie Sulistiawan, membenarkan adanya penangkapan. Ia menyatakan bahwa pada Senin (24/3) malam, polisi tengah memeriksa para demonstran untuk menentukan keterlibatan mereka dalam tindak pidana. Luthfie juga menyebut pihaknya sedang menyelidiki penyebab luka-luka yang dialami anggotanya. "Ada pelemparan, tetapi insiden tersebut tidak terlalu krusial," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Kontras Surabaya, Fatkhul Khoir, menyatakan 25 demonstran ditahan di Mapolrestabes Surabaya. Namun, Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina, menyebut jumlah demonstran yang diamankan sekitar 20 orang. "Benar, ada sekitar 20 orang yang kami amankan," kata Rina kepada selalu.id, Selasa (25/3).

Selain korban luka, kericuhan juga menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas umum. Tembok di sepanjang Jalan Gubernur Suryo hingga Jalan Pemuda dicorat-coret, serta sebuah mobil Toyota Agya berpelat hitam mengalami kerusakan. Polisi masih menyelidiki perusakan tersebut dan berjanji menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Baca Juga: Jaga Seleksi Calon Direktur Perumahan Tirta Argopuro, Ribuan Warga Probolibggo Akan Turun Jalan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.