Selasa, 20 Okt 2026 02:48 WIB

Kebijakan Pendidikan Jatim Tuai Kontroversi, Begini Kata Dewan Pendidikan Jatim

SMA-SMK
SMA-SMK

selalu.id - Program pendidikan gratis di Jawa Timur yang dicanangkan beberapa tahun lalu justru memicu kontroversi.  Alih-alih meringankan beban masyarakat, kebijakan ini malah menambah beban biaya pendidikan bagi orang tua siswa SMA/SMK negeri. 

Temuan ini terungkap dari sejumlah kejanggalan dalam pengelolaan anggaran pendidikan di beberapa sekolah.  Rencana Kebutuhan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dan Rancangan Analisis Kebutuhan Pembiayaan Pendidikan (RAKPP) menunjukkan adanya biaya tambahan yang dibebankan kepada siswa.

Dewan Pendidikan Jatim, Ali Yusa mengungkapkan, bahwa sistem ini dinilai menciptakan ketidakadilan, karena membebankan biaya besar kepada orang tua,  padahal pendidikan seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.  Delapan capaian mutu pendidikan yang seharusnya menjadi tolok ukur kualitas sekolah, ternyata sangat bergantung pada biaya yang dikeluarkan orang tua.

"Jadi, ketidakmampuan sekolah dalam mengelola anggaran secara efisien, bisa menyebabkan orang tua harus ikut menanggung biaya operasional sekolah," terang Ali Yusa kepada selalu.id saat diwawancarai via seluler, Selasa (18/3/2025).

Kendati demikian, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, harus menghadapi dilema.  Janji politiknya tentang pendidikan gratis berbenturan dengan realita buruknya pengelolaan anggaran sekolah.  Terdapat inefisiensi dan potensi penyimpangan anggaran yang signifikan. 

Seperti yang diberitakan selalu.id sebelumnya, perbandingan anggaran pendidikan di perguruan tinggi dan SMA/SMK menunjukkan perbedaan yang mencolok.  Anggaran 3,5 miliar rupiah di perguruan tinggi dapat menjangkau 300-400 mahasiswa, sementara di beberapa SMA/SMK di Jawa Timur, anggaran yang hampir sama hanya untuk 170 siswa.

"Kondisi ini memberatkan ekonomi keluarga.  Orang tua harus menanggung biaya tambahan hingga Rp 300.000 per bulan per anak,  di luar BOS dan BOPDA yang rata-rata Rp 200.000 per bulan," paparnya.

"Seperti misalnya di Lumajang, dengan UMR Rp 2.000.000, keluarga dengan dua anak SMA/SMK harus menanggung beban hingga Rp 600.000 per bulan untuk biaya pendidikan, belum termasuk biaya hidup lainnya.  Hal ini memprihatinkan mengingat IPM kita (Provinsi Jawa Timur) masih berada di peringkat 15, dan itu faktanya," ucapnya.

Ali Yusa juga menyoroti rendahnya IPM Jatim tersebut, dimana berdasarkan beberapa data menunjukkan rendahnya kualitas hidup masyarakat, termasuk akses pendidikan yang layak.  "Peningkatan IPM masih didominasi oleh daerah-daerah besar seperti Surabaya, Malang, dan Gresik, sementara daerah lain masih tertinggal," cetusnya.

Dewan Pendidikan Jatim sendiri juga menyoroti ketidakjelasan anggaran,  kurangnya kerjasama dengan perusahaan melalui CSR, dan keanehan dalam angka minimal penyelenggaraan pendidikan serta capaian pendidikan di berbagai daerah yang ada di Jawa Timur. 

Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Sekolah Bentuk Posko Pengaduan Selama MPLS, Cegah Perundungan Sejak Hari Pertama

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).