Selasa, 21 Jul 2026 18:16 WIB

Kebijakan Pendidikan Jatim Tuai Kontroversi, Begini Kata Dewan Pendidikan Jatim

SMA-SMK
SMA-SMK

selalu.id - Program pendidikan gratis di Jawa Timur yang dicanangkan beberapa tahun lalu justru memicu kontroversi.  Alih-alih meringankan beban masyarakat, kebijakan ini malah menambah beban biaya pendidikan bagi orang tua siswa SMA/SMK negeri. 

Temuan ini terungkap dari sejumlah kejanggalan dalam pengelolaan anggaran pendidikan di beberapa sekolah.  Rencana Kebutuhan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dan Rancangan Analisis Kebutuhan Pembiayaan Pendidikan (RAKPP) menunjukkan adanya biaya tambahan yang dibebankan kepada siswa.

Dewan Pendidikan Jatim, Ali Yusa mengungkapkan, bahwa sistem ini dinilai menciptakan ketidakadilan, karena membebankan biaya besar kepada orang tua,  padahal pendidikan seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.  Delapan capaian mutu pendidikan yang seharusnya menjadi tolok ukur kualitas sekolah, ternyata sangat bergantung pada biaya yang dikeluarkan orang tua.

"Jadi, ketidakmampuan sekolah dalam mengelola anggaran secara efisien, bisa menyebabkan orang tua harus ikut menanggung biaya operasional sekolah," terang Ali Yusa kepada selalu.id saat diwawancarai via seluler, Selasa (18/3/2025).

Kendati demikian, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, harus menghadapi dilema.  Janji politiknya tentang pendidikan gratis berbenturan dengan realita buruknya pengelolaan anggaran sekolah.  Terdapat inefisiensi dan potensi penyimpangan anggaran yang signifikan. 

Seperti yang diberitakan selalu.id sebelumnya, perbandingan anggaran pendidikan di perguruan tinggi dan SMA/SMK menunjukkan perbedaan yang mencolok.  Anggaran 3,5 miliar rupiah di perguruan tinggi dapat menjangkau 300-400 mahasiswa, sementara di beberapa SMA/SMK di Jawa Timur, anggaran yang hampir sama hanya untuk 170 siswa.

"Kondisi ini memberatkan ekonomi keluarga.  Orang tua harus menanggung biaya tambahan hingga Rp 300.000 per bulan per anak,  di luar BOS dan BOPDA yang rata-rata Rp 200.000 per bulan," paparnya.

"Seperti misalnya di Lumajang, dengan UMR Rp 2.000.000, keluarga dengan dua anak SMA/SMK harus menanggung beban hingga Rp 600.000 per bulan untuk biaya pendidikan, belum termasuk biaya hidup lainnya.  Hal ini memprihatinkan mengingat IPM kita (Provinsi Jawa Timur) masih berada di peringkat 15, dan itu faktanya," ucapnya.

Ali Yusa juga menyoroti rendahnya IPM Jatim tersebut, dimana berdasarkan beberapa data menunjukkan rendahnya kualitas hidup masyarakat, termasuk akses pendidikan yang layak.  "Peningkatan IPM masih didominasi oleh daerah-daerah besar seperti Surabaya, Malang, dan Gresik, sementara daerah lain masih tertinggal," cetusnya.

Dewan Pendidikan Jatim sendiri juga menyoroti ketidakjelasan anggaran,  kurangnya kerjasama dengan perusahaan melalui CSR, dan keanehan dalam angka minimal penyelenggaraan pendidikan serta capaian pendidikan di berbagai daerah yang ada di Jawa Timur. 

Baca Juga: Kejati Jatim Serahkan Aduan Dugaan Pemborosan APBD Surabaya 2025 ke Inspektorat

Editor : Ading
Berita Terbaru

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Kebaikan Menghampiri, Baik untuk Pekerjaan hingga Cinta

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan. Cek segera, banyak kebaikan datang.

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.