Minggu, 01 Nov 2026 11:44 WIB

Unesa Dukung Kasus Dugaan Pelecehan Mahasiswi oleh Dosen Dibawa ke Ranah Hukum

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 15 Jan 2022 09:41 WIB
Konferensi pers Unesa
Konferensi pers Unesa

selalu.id - Tim satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sedang mengumpulkan data terkait aduan pelecehan yang menghubungi hotline tim mereka. Aduan tersebut akan dipilah dengan di proses dan diberikan Feedback sesuai SOP.

Humas Unesa, Vinda Maya Setianingrum menyampaikan, rekomendasi hasil investigasi terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa mahasiswinya bakal terbit pekan depan ini.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

"Kami masih (menjalankan) investigasi. Kan kemarin dikasih waktu 7 hari dari pimpinan (untuk menyelesaikan proses invetigasi)," kata Vinda saat dikonfirmasi, Jumat (14/1/2022).

Melalui proses tersebut, kata dia, nantinya akan memunculkan hasil rekomendasi yang akan diserahkan kepada jajaran pimpinan Unesa.

"Terus nanti rekomendasi ini diserahkan ke pimpinan, Targetnya minggu depan, awal pekan," ujarnya.

Selain itu, Vinda pun mengaku, saat ini tim Satgas PPKS Unesa masih melakukan proses kajian dan analisis sebagai langkah investigasi dugaan kasus tersebut.

Selain itu, pihaknya pun telah melibatkan sejumlah pihak, seperti seperti psikolog, sosiolog, ahli hukum hingga dokter.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

"Rekomendasinya nanti akan diserahkan ke pimpinan, untuk intervensi kepada korban saat ini akan terus dilakukan,"terangnya.

Unesa pun menegaskan, pihaknya pro terhadap korban dan telah menyediakan psikolog bagi mereka. Ia menyebut pihaknya secata intensif melakukan komunikasi dan pendampingan.

Bahkan, pihaknya juga mempersilahkan untuk para korban bisa mengambil langkah pelaporan kasus tersebut ke pihak berwajib.

"Kemarin sudah menyampaikan juga bahwa itu merupakan delik aduan kan, kalau memang mau dibawa ke ranah hukum kami akan mendukung," ujarnya.

Baca Juga: Cekcok Berujung Pembacokan di Surabaya, 1 Pelaku Belum Ditemukan usai Lompat Sungai

Lebih lanjut Vanda menyampaikan, proses investigasi di Unesa tetap berjalan sesuai SOP Satgas (PPKS) dan ada tahapan yang harus dilakukan.

Diketahui, terduga pelaku pelecehan seksual yang merupakan oknum dosen jurusan Hukum telah diberhentikan dari jabatannya. Penonaktifan itu merupakan hasil dari keputusan rapat koordinasi.

"Terduga pelaku dinonaktifkan per 10 Januari 2022," kata Vinda saat konferensi pers pada Senin (10/1/2022) lalu. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Pada titik ini perlu dibuat batas yang tegas. Tidak sahnya Surat Keterangan tersebut tidak otomatis berarti Gibran berhenti sebagai Wakil Presiden.

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.