Senin, 20 Jul 2026 09:38 WIB

Pagar Tergembok dan Tak Ada Dokter, DPRD Soroti Layanan 24 Puskesmas, Begini Tanggapan Kadinkes Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Feb 2025 11:46 WIB
Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina
Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina

selalu.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya berjanji akan mengevaluasi sistem layanan 24 jam di puskesmas setelah adanya temuan dari DPRD yang menyoroti berbagai kendala di lapangan.

Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi internal untuk meningkatkan kualitas layanan.

“Kami akan evaluasi diri juga, nanti kami lakukan secara khusus dengan tim. Harapannya, masukan-masukan ini bisa memberikan dampak perbaikan sehingga pelayanan ke masyarakat benar-benar optimal,” ujarnya.

Komisi D DPRD Surabaya sebelumnya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa puskesmas dan menemukan sejumlah masalah, mulai dari puskesmas yang tidak benar-benar buka 24 jam, minimnya tenaga medis, hingga fasilitas yang kurang memadai.

Anggota Komisi D, Imam Syafi’i, mengungkapkan bahwa saat sidak di Puskesmas Sidotopo Wetan, timnya menemukan tenaga medis yang terbatas hingga sopir ambulans merangkap sebagai petugas penerima pasien. Bahkan, ruang Unit Gawat Darurat (UGD) dinilai kurang standar, dengan tabung oksigen terbuka dan tidak adanya masker oksigen.

Di Puskesmas Peneleh, tim sidak mendapati pintu pagar terkunci rapat hingga harus mengetuk berkali-kali sebelum akhirnya dibuka. Kondisi serupa terjadi di Puskesmas Ketabang yang terletak di pusat pemerintahan Surabaya. Meski gedungnya baru direnovasi dan terlihat megah, pagarnya tertutup dan dokter jaga tidak ada di tempat.

“Kalau memang niat buka 24 jam, kenapa pintu harus digembok? Dan kalau 24 jam, harusnya ada dokter standby, bukan hanya on call,” tegas Imam.

Menurutnya, temuan ini membuktikan bahwa layanan 24 jam di puskesmas masih jauh dari ideal. Ia meminta Dinkes lebih transparan terkait kesiapan mereka.

“Kalau memang belum siap, jangan hanya pencitraan. Jika butuh tambahan tenaga medis atau obat, ya harus disampaikan, bukan malah memberi kesan seolah semuanya sudah berjalan baik,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, Nanik menyebut pihaknya akan melakukan penghitungan ulang terkait kebutuhan SDM untuk memastikan layanan bisa berjalan lebih maksimal.

“Kami akan cek kembali berapa jumlah tenaga yang benar-benar dibutuhkan. Dari hasil evaluasi ini, kami akan lakukan perbaikan agar pelayanan puskesmas benar-benar bisa melayani masyarakat 24 jam tanpa kendala,” pungkasnya.

Baca Juga: Malaysia Healthcare Expo Hadir di Surabaya, Tawarkan Layanan Jantung hingga Fertilitas

Editor : Ading
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.