Senin, 02 Feb 2026 14:03 WIB

Pagar Tergembok dan Tak Ada Dokter, DPRD Soroti Layanan 24 Puskesmas, Begini Tanggapan Kadinkes Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Feb 2025 11:46 WIB
Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina
Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina

selalu.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya berjanji akan mengevaluasi sistem layanan 24 jam di puskesmas setelah adanya temuan dari DPRD yang menyoroti berbagai kendala di lapangan.

Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi internal untuk meningkatkan kualitas layanan.

“Kami akan evaluasi diri juga, nanti kami lakukan secara khusus dengan tim. Harapannya, masukan-masukan ini bisa memberikan dampak perbaikan sehingga pelayanan ke masyarakat benar-benar optimal,” ujarnya.

Komisi D DPRD Surabaya sebelumnya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa puskesmas dan menemukan sejumlah masalah, mulai dari puskesmas yang tidak benar-benar buka 24 jam, minimnya tenaga medis, hingga fasilitas yang kurang memadai.

Anggota Komisi D, Imam Syafi’i, mengungkapkan bahwa saat sidak di Puskesmas Sidotopo Wetan, timnya menemukan tenaga medis yang terbatas hingga sopir ambulans merangkap sebagai petugas penerima pasien. Bahkan, ruang Unit Gawat Darurat (UGD) dinilai kurang standar, dengan tabung oksigen terbuka dan tidak adanya masker oksigen.

Di Puskesmas Peneleh, tim sidak mendapati pintu pagar terkunci rapat hingga harus mengetuk berkali-kali sebelum akhirnya dibuka. Kondisi serupa terjadi di Puskesmas Ketabang yang terletak di pusat pemerintahan Surabaya. Meski gedungnya baru direnovasi dan terlihat megah, pagarnya tertutup dan dokter jaga tidak ada di tempat.

“Kalau memang niat buka 24 jam, kenapa pintu harus digembok? Dan kalau 24 jam, harusnya ada dokter standby, bukan hanya on call,” tegas Imam.

Menurutnya, temuan ini membuktikan bahwa layanan 24 jam di puskesmas masih jauh dari ideal. Ia meminta Dinkes lebih transparan terkait kesiapan mereka.

“Kalau memang belum siap, jangan hanya pencitraan. Jika butuh tambahan tenaga medis atau obat, ya harus disampaikan, bukan malah memberi kesan seolah semuanya sudah berjalan baik,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, Nanik menyebut pihaknya akan melakukan penghitungan ulang terkait kebutuhan SDM untuk memastikan layanan bisa berjalan lebih maksimal.

“Kami akan cek kembali berapa jumlah tenaga yang benar-benar dibutuhkan. Dari hasil evaluasi ini, kami akan lakukan perbaikan agar pelayanan puskesmas benar-benar bisa melayani masyarakat 24 jam tanpa kendala,” pungkasnya.

Baca Juga: DPRD Temukan Puskesmas Surabaya Punya Tabungan Miliaran tapi Kekurangan Dokter

Editor : Ading
Berita Terbaru

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.

Presiden Prabowo Ingatkan Kepala Daerah: Rakyat Butuh Pemimpin yang Jujur!

Prabowo mengatakan, harapan rakyat yang menginginkan pemimpin baik, adil, jujur, dan bekerja untuk kepentingan rakyat bukan harapan segelintir orang.

PDBI Jember Mulai Seleksi Atlet Drumband Jelang Porprov Jatim 2027

Seleksi atlet drum band tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, namun juga pada aspek kedisiplinan, mental bertanding, serta daya juang para atlet.

Polda Jatim Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026: Terjunkan 5.020 Personel, Ini yang Disasar

Iwan menegaskan, upaya-upaya pada operasi keselamatan memfokuskan kepada penyiapan masyarakat lebih memahami aturan-aturan berlalu lintas, menjaga keselamatan.

Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pengusaha tidak perlu menghadapi persoalan itu sendiri dan diminta segera melapor jika menemukan kasus serupa.

Hasil MU Vs Fulham, Setan Merah Menang 3-2

Dengan hasil ini, MU berarti sudah merangkai tiga kemenangan beruntun usai mengalahkan Manchester City dan Arsenal.